Urang Kanekes: Perbedaan revisi

28 bita dihapus ,  3 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
|related=[[Suku Sunda|Sunda]]
}}
'''Urang Kanekes, Orang Kanekes''' atau '''orang Baduy'''/'''BaduiBaduy''' adalah suatu kelompok masyarakat adat sub-etnis [[orang Sunda|Sunda]] di wilayah [[Kabupaten Lebak]], [[Banten]]. Populasi mereka sekitar 5.000 hingga 8.000 orang, dan mereka merupakan salah satu suku yang menerapkan [[isolasi]] dari dunia luar. Selain itu mereka juga memiliki keyakinan [[tabu]] untuk difoto, khususnya penduduk wilayah Baduybaduy dalam.
 
== Etimologi ==
Sebutan "Baduy" merupakan sebutan yang diberikan oleh penduduk luar kepada kelompok masyarakat tersebut, berawal dari sebutan para peneliti [[Belanda]] yang agaknya mempersamakan mereka dengan kelompok [[Suku Badui (Arab)|Arab Badawi]] yang merupakan masyarakat yang berpindah-pindah (nomaden). Kemungkinan lain adalah karena adanya Sungai Baduy dan Gunung Baduy yang ada di bagian utara dari wilayah tersebut. Mereka sendiri lebih suka menyebut diri sebagai ''urang Kanekes'' atau "orang Kanekes" sesuai dengan nama wilayah mereka, atau sebutan yang mengacu kepada nama kampung mereka seperti ''Urang Cibeo'' (Garna, 1993). kokouhuyftrseauuub uygyt6rdrd y
 
== Wilayah ==
* Menikah dengan anggota Kanekes Luar
 
Ciri-ciri masyarakat orang Kanekes Luar
# Kanekes Luar
* Mereka telah mengenal teknologi, seperti peralatan elektronik.
* Proses pembangunan rumah penduduk Kanekes Luar telah menggunakan alat-alat bantu, seperti gergaji, palu, paku, dll, yang sebelumnya dilarang oleh adat # Kanekes Dalam.
* Menggunakan pakaian adat dengan warna hitam atau biru tua (untuk laki-laki), yang menandakan bahwa mereka tidak suci. Kadang menggunakan pakaian modern seperti kaos oblong dan celana jeans.
* Menggunakan peralatan rumah tangga modern, seperti kasur, bantal, piring & gelas kaca & plastik.
Pengguna anonim