Kereta api lokal Bandung Raya: Perbedaan revisi

tidak ada ringkasan suntingan
Tag: Suntingan perangkat seluler Suntingan aplikasi seluler menghilangkan kategori
Tag: Suntingan perangkat seluler Suntingan aplikasi seluler
| end = [[Stasiun Cicalengka|Cicalengka]]
| stations = 14
| ridership = 3340.920875 PNP
| routenumber = 376-416
| owner = [[PT Kereta Api Indonesia]]
| image_width = 310
}}
'''Kereta api Lokal Bandung Raya''' atau '''KRD Ekonomi''' atau '''KRD'''<ref group="Catatan">Masyarakat sering menyebutnya dengan sebutan "KRD" saja</ref> adalah [[Kereta api Lokal|kereta api lokal]] komuter yang beroperasi di wilayah [[Daerah Operasi II Bandung|Daop II Bandung]], [[Kereta api]] ini terdiri atas 4 rangkaian [[kereta api]] yang melayani rute [[Stasiun Padalarang|Padalarang]] ke [[Stasiun Cicalengka|Cicalengka]] atau sebaliknya dan berhenti di setiap [[stasiun]] yang dilewatinya, kecuali [[Stasiun Gedebage]] dan [[Stasiun Andir]] serta beberapa stasiun di jadwal-jadwal terakhir. Kereta api ini ditarik oleh Lokomotif [[CC201|CC 201]] dan, [[CC203|CC 203]] milik [[Dipo Lokomotif]] [[Bandung]] pada umumnya. Kereta api ini sering disebut "KRD" ([[Kereta rel diesel]]) oleh masyarakat karena rangkaiannya menggunakan kereta ekonomi hasil modifikasi bekas KRD MCW 301 buatan tahun 1970-an serta seringkali juga menggunakan kereta ekonomi biasa pada umumnya, di mana penggunaan antara kedua jenis model kereta ekonomi ini tidak tetap pada setiap rangkaiannya.
[[CC206|CC 206]] milik [[Dipo Lokomotif]] [[Bandung]] pada umumnya. Kereta api ini sering disebut "KRD" ([[Kereta rel diesel]]) oleh masyarakat karena rangkaiannya menggunakan kereta ekonomi hasil modifikasi bekas KRD MCW 301 buatan tahun 1970-an serta seringkali juga menggunakan kereta ekonomi biasa pada umumnya, di mana penggunaan antara kedua jenis model kereta ekonomi ini tidak tetap pada setiap rangkaiannya.
 
Walaupun sebagian gerbong menggunakan kereta eks. KRD, tetapi semua gerbong sudah dipasangi AC (Berbeda dengan gerbong eks. KRD pada [[Kereta api Langsam]] di [[Jakarta]] yang belum dipasang AC karena masalah pintu yang tidak bisa tertutup rapat). Hampir sebagian besar gerbong KA Lokal Bandung Raya sudah menggunakan ''livery'' baru.
 
Dahulu di Kereta api Lokal Bandung Raya banyak pedagang, gelandangan, pengemis, copet, calo tiket, bahkan orang yang tidak kebagian tiket nekat naik ke atap kereta. Sejak akhir tahun 2015 hal tersebut sudah tidak ada karena mengganggu penumpang.
 
== Asal Usul Nama ==
Pengguna anonim