Uskup: Perbedaan revisi

1 bita ditambahkan ,  5 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
[[Berkas:Johann Otto von Gemmingen.jpg|thumb|right|200px|Mgr. Johann Otto von Gemmingen, ([http://en.wikipedia.org/wiki/Prince-Bishopric_of_Augsburg Pangeran-Uskup dari Augsburg]).]]
 
'''Uskup''' (serapan dari bahasa Arab أسقف ''usquf'') adalah pimpinan Gereja setempat yang bernama [[Keuskupan]] dan merupakan bagian dari hirerarkihierarki Gereja [[Katolik|Katolik Roma]] setelah [[Paus (Katolik Roma)|Sri Paus]] ([[Uskup Agung]] [[Roma]]) dan [[Kardinal]]. Dalam kedudukannya ini, Uskup sering disebut sebagai pengganti dari para rasul Kristus. Setiap Uskup, karena tahbisannya, dengan sendirinya menjadi bagian dari jajaran para Uskup se-duniasedunia (Collegium Episcopale) di bawah pimpinan Sri Paus dan bertanggungjawab atas seluruh Gereja Katolik ([[Paroki]]) yang berada di dalam wilayah [[Keuskupan]]-nya. Dalam Gereja, kedudukan Uskup bersifat seumur hidup dan diangkat oleh [[Tahta Suci]] ([http://en.wikipedia.org/wiki/Holy_See The Holy See]) di [[Vatican]], [[Roma]]. Gereja memberikan gelar ''[[MonsigneurMonsignor]]'' kepada seseorang yang secara sah diangkat menjadi Uskup.
 
== Tugas uskup ==
* Misi Klerus
 
Dalam misi Klerus, seorang Uskupعskup mengemban 3 tugas [[Kristus]] yakni sebagai Nabi (mengajar), sebagai Imam (memimpin perayaan Misa), dan sebagai Raja (memimpin umat).
 
Di [[Indonesia]], tugas kegembalaan para uskup berdasarkan kebijaksanaan dari [[Konferensi Waligereja Indonesia|KWI]] ([[Konferensi Waligereja Indonesia]]) atau dahulu dikenal dengan sebutan [[Majelis Agung Waligereja Indonesia|MAWI]] ([[Majelis Agung Waligereja Indonesia]]), akan tetapi keberadaan dari masing-masing Uskup adalah bersifat otonom, yang artinya [[Konferensi Waligereja Indonesia|KWI]] tidak berada di atas maupun membawahi para Uskup dan [[Konferensi Waligereja Indonesia|KWI]] tidak mempunyai cabang di daerah, sehingga [[Keuskupan]] bukanlah [[Konferensi Waligereja Indonesia|KWI]] daerah. Yang menjadi anggota [[Konferensi Waligereja Indonesia|KWI]] adalah para Uskup di Indonesia yang masih aktif, tidak termasuk Uskup yang sudah pensiun (= Uskup EmiritusEmeritus). [[Konferensi Waligereja Indonesia|KWI]] bekerja melalui komisi-komisi yang diketuai oleh Uskupuskup-Uskupuskup.
 
Di [[Asia]], [[Keuskupan]] memiliki satu badan persatuan yakni [[Federation of Asian Bishops Conferences|FABC]] atau ''[[Federation of Asian Bishops Conferences]]''.
 
Beberapa nama Uskup yang terkenal di [[Indonesia]]:
* Mgr. [[Albertus Soegijapranata]], [[Yesuit|S.J.]] (1896-1963) - Uskup pribumi pertama di [[Indonesia]] yang ditahbiskan pada tanggal 6 November 1940 untuk VikarisVikariat Apostolik [[Semarang]], yang kemudian berubah menjadi [[Keuskupan Agung]] [[Semarang]]. Pahlawan Nasional berdasarkan SK Presiden RI no 152 tahun 1963 tertanggal 26 Juli 1963.
* Mgr. [[Gabriel Manek|Gabriel Wilhelmus Manek]], [[Serikat Sabda Allah|S.V.D.]] - Uskup pribumi kedua di [[Indonesia]] dan Uskup pribumi pertama di provinsi [[Nusa Tenggara Timur]].
* Mgr. [[Adrianus Djajasepoetra]], [[Yesuit|S.J.]] (1961-1970) - Uskup pribumi pertama di [[Keuskupan Agung]] [[Jakarta]].
39

suntingan