Ali Bin Dachlan: Perbedaan revisi

49 bita ditambahkan ,  4 tahun yang lalu
Di tengah periode pemerintahan, Ali bin Dachlan didorong untuk menjadi [[Gubernur]] NTB melalui Pilkada 2018. Dorongan tersebut terbukti melalui inisiatif para relawan yang sudah mulai berkorban untuk mengkampanyekan Ali BD<ref>https://www.facebook.com/alibd.semeton/</ref>. Pengorbanan sejenis juga pernah terlihat dilaksanakan pada Pilkada sebelumnya. Bentuk pengorbanan tersebut adalah melalui aksi sumbang dana untuk [[Baju]] [[Semeton]] Ali BD dan berbagai poster yang yang dirancang bertuliskan Semeton Kance Ali BD sejak akhir 2015.
 
Dukungan lain adalah munculnya media sosial yang bernama Semeton Ali BD<ref>https://www.facebook.com/semeton.alibd?fref=ts</ref>. [[Dorongan]] tersebut sepertinya disetujui oleh tokoh ini, buktinya ia selalu aktif menghadiri [[undangan]] [[silaturrahmi]] ke luar Lombok Timur. Dikatakan dorongan dan disetujui karena jangankan akun media sosial, Ali BD sendiri tidak punya handphone dan senang makan Ambon atau [[Ubi]]<ref>[https://www.facebook.com/EmzetJuwitour/?fref=ts Statemen Share]</ref>.
 
Cara-cara ini tergolong [[unik]] dan seringkali dianggap mustahil dalam dukungan politik. Namun pengakuan [[relawan]], demikianlah keadaannya. Ali BD terlalu besar jasanya[[jasa]]nya. Sehingga wajar para relawan berkorban[[ber]][[korban]] saat Ali BD membutuhkan dukungan terutama dari yang belum mengenal siapa Ali BD serta karakternya. Melihat fakta tersebut, banyak yang berpendapat bahwa kondisi langka tersebut karena kesatuan [[hati]] atau [[prinsip]] dalam berkorban untuk [[politik]] dalam [[arti]] yang sesungguhnya.
 
Dalam [[Artikel]] yang membahas terkait [[drg.H.Asrul Sani,M.Kes]], [[putra]] dari Ali BD yang diharapkan sebagai penerusnya, disebutkan bahwa kondisi [[langka]] tersebut harus menjadi inspirasi para politikus, agar politik tetap sebagai sebuah [[ilmu]] dengan [[pengertian]] yang sesungguhnya. Bukan sebagai [[ajang]] mencari [[kekuasaan]]. <ref>Merakit Pupuk Politik dalam Ladang Program. Artikel. Gayung Selaparang</ref>
Pengguna anonim