Don Bosco Selamun: Perbedaan revisi

2.178 bita ditambahkan ,  4 tahun yang lalu
→‎Karir: Penambahan konten
(→‎Kisah Masa Kecil: Penambaham konten)
Tag: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler
(→‎Karir: Penambahan konten)
Tag: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler
 
==Karir==
DBS memulai karir jurnalistiknya puluhan tahun silam dari media cetak. Karir ini ditekuninya denga tekun. Berbagai media mengujinya sebagai wartawan ulung. Perjalanannya membawanya mencapai karir jurnalistik tertinggi saat menggantikan [[Andy Noya]] sebagai Pemimpin Redaksi [[Metro TV]] selama kurang lebih 3 tahun, lalu DBS mundur untuk kemudian terjun di Komisi Penyiaran Indonesia. Lalu didapuk sebagai Pemimpin Redaksi Liputan 6 SCTV, dan di tahun 2011 diminta [[James Riady]] membidani kelahiran [[BeritaSatu TV]] di bawah [[Lippo Group]]. 5 tahun DBS memesarkan BeritaSatu TV menjadi salah satu stasiun televisi berita yang diakui dan percaya diri.
 
25 November 2015, Don Bosco Selamun, salah satu tokoh utama yang membangun industri televisi berita di Indonesia, akhirnya harus mengucapkan selamat berpisah kepada Beritasatu News Channel, yang selama lima tahun mendapat polesan sang maestro dan tumbuh menjadi salah satu sumber berita video yang disegani di tanah air.
 
Dan lagi-lagi, yang dia wariskan adalah sebuah stasiun televisi yang mampu mengemas berita secara bermartabat, mendahulukan kepentingan masyarakat daripada kontroversi, menempatkan fakta di depan opini, memancing kecerdasan pemirsa bukan amarah mereka, dan mengesampingkan yang negatif kalau ada sisi positif sebuah berita.
 
DBS yang telah melanglang buana di stasiun-stasiun televisi lainnya, di mana pun dia berada, ketertarikannya hanya satu: pemberitaan atau news reporting. DBS adalah wartawan yang sangat fokus.
 
Dia mengimbangi fokusnya dengan dedikasi. Ketika mulai merintis Beritasatu TV sebagai pemimpin redaksi praktis dari nol, dia menanggalkan nama besar sebelumnya bersama stasiun televisi lain, ke mana-mana membawa kartu nama dan memperkenalkan diri dengan mantap: "Saya Don Bosco, dari Beritasatu TV".
 
Teladan ini menular kepada semua jajaran di bawahnya, sehingga reporter dan cameramen bertugas dengan bangga dan tanpa ragu meskipun brand yang mereka wakili ketika itu belum dikenal luas oleh masyarakat dan narasumber.
 
Selain itu, Don Bosco punya keluwesan bersikap yang membuatnya tetap difungsikan sebagai pewarta berita di luar tugasnya sebagai pemimpin redaksi. Dia tidak segan mengamati dan memberi saran bagi mereka yang baru pertama kali tampil di depan kamera. Namun dia juga menempatkan diri sebagai news anchor papan atas yang disegani sehingga dari menteri, pimpinan KPK sampai presiden bisa lebih dari sekali tampil di program yang membawa inisial namanya: "DBS to the Point".<ref>www.beritasatu.com/figur/400891-setelah-5-tahun-don-bosco-tinggalkan-beritasatu-tv.html</ref>
 
DBS kembali ke Metro TV, kembali ke rumah lamanya sebagai Pemimpin Redaksi setelah terakhir meninggalkan jabatan itu satu dekade lalu.
224

suntingan