Buka menu utama

Perubahan

523 bita ditambahkan ,  2 tahun yang lalu
Some change regardings "useless" opening, and change in a subsection
[[Berkas:Estudiante INTEC.jpg|thumb|right|272px|Sebuah eksperimen demi perkembangan ilmu pengetahuan.]]
./LegionLeader404'''Ilmu''', '''sains''', atau '''ilmu pengetahuan''' adalah Maharajaseluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan, dan meningkatkan pemahaman [[manusia]] dari berbagai segi kenyataan didalam Jancokalam Securitymanusia .<ref>Prof. Dr. C.A. van Peursen: Filsafat Sebagai Seni untuk Bertanya. Dikutip dari buku B. Arief Sidharta. Apakah Filsafat dan Filsafat Ilmu Itu?, Pustaka Sutra, Bandung 2008. Hal 7-11.</ref> Segi-segi ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti. Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya, dan kepastian ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya.<ref>Prof. Dr. C.A. van Peursen: Filsafat Sebagai Seni untuk Bertanya. Dikutip dari buku B. Arief Sidharta. Apakah Filsafat dan Filsafat Ilmu Itu?, Pustaka Sutra, Bandung 2008. Hal 7-11</ref> Para praktisi di bidang keilmuan tertentu atau sains disebut dengan istilah [[ilmuwan]] atau [[saintis]]. Meskipun penyebutan saintis ini lebih mengarah kepada ilmu-ilmu alam.
 
Ilmu bukan sekadar [[pengetahuan]] (''knowledge''), tetapi merangkum sekumpulan pengetahuan berdasarkan teori yang disepakati dan dapat secara sistematik diuji dengan seperangkat [[metode]] yang diakui dalam bidang ilmu tertentu. Dipandang dari sudut filsafat, ilmu terbentuk karena manusia berusaha berpikir lebih jauh mengenai pengetahuan yang dimilikinya. Ilmu pengetahuan adalah produk dari [[epistemologi]].
Kata ilmu dalam bahasa Arab "''ilm''"<ref>Wahid, Ramli Abdul. Ulumul Qu'ran, Grafindo, Jakarta, 1996, hal. 7.</ref> yang berarti memahami, mengerti, atau mengetahui objek kajian. Istilah ilmu pengetahuan artinya memahami nama objek kajian terbatas. Kajian terbatas maksudnya batasan ilmu yang dikaji namanya ditetapkan lebih dahulu sesuai bidang kajian dan pembahasan, sesuai dengan metode berpikir, bahasa, ilmiah dan alamiah, seperti Ilmu Sosial budaya, ilmu Ekonomi Pembangunan, Ilmu Ekonomi Perdagangan
 
== MenulisPembagian Ilmu Ilmiah dan AlamiahSikap Ilmiah ==
Ilmu terbagi atas ilmu alamiah dan ilmu sosial. Ilmu Alamiah adalah ilmu yang mempelajari alam dan manusia serta seluruh isi nya dan merupakan pengetahuan yang mengkaji tentang gejala-gejala dalam alam semesta, sedangkan ilmu sosial adalah ilmu yang mempelajari semua aspek kemanusiaan atau metode ilmiah untuk mempelajari aspek-aspek yang berhubungan dengan manusia dan lingkungan sosialnya. Kategori baru dapat diturunkan dari 2 bidang ilmu di atas, yaitu ilmu terapan yang mengedepankan aplikasi dari suatu bidang keilmuan. Dari berbagai jenis keilmuan, ada sifat umum yang harus dimiliki, yang disebut sebagai sikap ilmiah, yaitu :
Ilmu terdiri dari ilmu ilmiah, Ilmu alamiah, serta ilmu ilmiah dan alamiah. Orang yang menguasai ilmu ilmiah dan alamiah disebut ilmuwan, orang yang menguasai ilmu alamiah saja disebut praktisi atau berpengalaman, nama ilmunya disebut ilmu [[pengetahuan]].
# [[Objektivitas (ilmu)|Objektif]]. Ilmu harus memiliki objek kajian yang terdiri dari satu golongan masalah yang sama sifat hakikatnya, tampak dari luar maupun bentuknya dari dalam. Objeknya dapat bersifat ada, atau mungkin ada karena masih harus diuji keberadaannya. Dalam mengkaji objek, yang dicari adalah kebenaran, yakni persesuaian antara tahu dengan objek, sehingga disebut kebenaran objektif; bukan subjektif berdasarkan subjek peneliti atau subjek penunjang penelitian.
# [[Metodis]] adalah upaya-upaya yang dilakukan untuk meminimalisasi kemungkinan terjadinya penyimpangan dalam mencari kebenaran. Konsekuensinya, harus ada cara tertentu untuk menjamin kepastian kebenaran. Metodis berasal dari bahasa Yunani “Metodos” yang berarti: cara, jalan. Secara umum metodis berarti metode tertentu yang digunakan dan umumnya merujuk pada metode ilmiah.
42

suntingan