Buka menu utama

Perubahan

10 bita dihapus ,  3 tahun yang lalu
Wilayah Teluk Manila terhubung ke [[Laguna de Bay]] (diucapkan "bai") kira-kira 3.000 tahun yang lalu.<ref name="Jacinto et al (B)">Jacinto, G.S., Velasquez, I.B., San Diego-McGlone,M.L.,Villanoy, C.L. and Siringan,F.B.(2006)."</ref> Akibat aktivitas [[Patahan Lembah Marikina Barat]]<ref name="j&s">Jaraula, C.B., Siringan, F.P. (2004). </ref>, wilayah teluk ini terputus oleh daratan yang kini menjadi wilayah permukiman Metro Manila. Akses air dari Laguna ke teluk saat ini hanya terhubung melalui [[Sungai Pasig]].
 
Wilayah teluk ini pernah menjadi tempat [[PerangPertempuran Teluk Manila]] pada tahun 1898 yang membuat angkatan laut [[Spanyol]] takluk dari [[Amerika Serikat]].<ref name="de Castro">de Castro, J.A.I. (2010). </ref> Lokasinya yang strategis dengan aneka sumber daya alam yang dimiliki,<ref name="MMDA">MMDA-Metro Manila Development Authority
versus Concerned Residents of Manila Bay. (2008) in de Castro, J.A.I. "Cleaning Up Manila Bay: Mandamus as a Tool for Environmental Protection." </ref> Teluk Manila menjadi gerbang utama akses ekonomi, pemerintahan, dan industri. Selama Perang Dunia II, wilayah Pulau Corregidor dikuasai oleh Jepang, lalu beberapa tahun kemudian beragam pertempuran berlangsung di wilayah teluk ini hingga berakhirnya usaha Belanda untuk menjajah Filipina pada perang La Naval de Manila tahun 1946. Pascakemerdekaan, teluk ini dipenuhi oleh kepadatan bangunan dan industri yang memenuhi sepanjang pantai barat Metro Manila yang berdampak pada penurunan kualitas air dan memburuknya kualitas populasi habitat laut. Kurangnya lahan di tanah genting Metro Manila membuat pemerintah setempat membuat daerah [[Reklamasi daratan|reklamasi]] baru di tepi barat Metro Manila. Wilayah bernama Bay City ini secara administratif berada di wilayah [[Kota Parañaque|Kota Paranaque]] dan [[Kota Pasay]].
 
Pada tanggal 27 September 2011, tanggul laut Teluk Manila hancur oleh gelombang yang disebabkan oleh [[Topan Nesat (2011)|Topan Nesat]]. Gelombang tersebut membuat Kedutaan besar Amerika Serikat, Museo Pambata, dan Sofitel Philippine Plaza terendam oleh banjir. Setidaknya butuh 30 juta Peso Filipina untuk biaya perbaikan.<ref name="gma">GMA News (2011): Manila Cleans up after Pedring onslaught, http://www.gmanews.tv/story/233611/nation/manila-cleans-up-after-typhoon-pedring, Last accessed 28 September 2011</ref> Pada April 2012, tanggul laut kembali dibuka untuk umum setelah didesain ulang untuk menahan gelombang air laut yang lebih kuat akibat angin topan.