Minuman keras: Perbedaan revisi

15 bita ditambahkan ,  3 tahun yang lalu
k
Robot: Perubahan kosmetika
(Membalikkan revisi 11507279 oleh 112.215.153.34 (bicara) vandalisme)
k (Robot: Perubahan kosmetika)
Di Indonesia, definisi "minuman keras" dan "[[minuman beralkohol]]" tercampur aduk dan cenderung dianggap barang yang sama sehingga juga meliputi minuman fermentasi yang tidak disuling seperti [[bir]], [[tuak]], [[anggur (minuman)|anggur]], dan [[cider]]. Contoh dalam RUU Anti Miras yang telah dibuat sejak tahun 2013.<ref>http://antimiras.com/peraturan/ruu-anti-miras/</ref> Istilah "''hard liquor''" (juga berarti "minuman keras") digunakan di [[Amerika Utara]] dan [[India]] untuk membedakan minuman suling dari yang tidak disuling (jauh lebih rendah kadar alkoholnya).
 
== Tata nama ==
[[berkasBerkas:COLLECTIE TROPENMUSEUM Spiritusfabriek Tjomal in de Residentie Pekalongan Midden-Java TMnr 10014123.jpg|thumb|200px|Pabrik penyulingan minuman keras di [[Comal, Pemalang|Comal]], dekat [[Pekalongan]], [[Jawa Tengah]] sekitar 1930-1940.]]
"Minuman keras" merujuk minuman suling yang tidak mengandung tambahan gula dan memiliki setidaknya 20% [[alkohol berdasarkan volume]] (ABV). Minuman keras yang populer antara lain [[arak]], [[brendi]], [[brendi]] buah (juga dikenal sebagai ''[[eau-de-vie]]'' atau ''[[schnapps]]''), [[gin]], [[rum]], [[tequila]], [[vodka]], dan [[wiski]]. Dalam perundang-undangan di Indonesia, minuman beralkohol dengan kadar di atas 20 persen masuk ke dalam minuman beralkohol golongan C. Namun tidak disebutkan secara gamblang bahwa minuman beralkohol golongan C adalah miras.<ref>http://www.hukumonline.com/berita/baca/lt53a964787db9c/ruu-larangan-minuman-beralkohol-resmi-inisiatif-dpr</ref>
 
[[Bir]] dan [[anggur (minuman)|anggur]], yang bukanlah minuman suling, mempunyai batas kandungan alkohol maksimum sekitar 20% ABV, karena kebanyakan [[ragi]] tidak dapat bereproduksi ketika konsentrasi alkohol ada di atas tingkat ini, akibatnya, proses fermentasi berhenti pada saat itu.
 
== Etimologi ==
Istilah "''spirit''" (dari [[bahasa latin]] ''spiritus'' yang berarti "nafas") yang merujuk ke minuman keras berasal dari alkimia Timur Tengah. Alkemis-alkemis tersebut lebih peduli dengan kesehatan [[obat mujarab]] dibandingkan dengan transmutasi timah menjadi emas. Uap yang dilepaskan dan dikumpulkan selama proses alkimia (seperti dengan distilasi alkohol) disebut sebagai ''spirit'' ("[[sukma]]") dari cairan aslinya.
 
Asal usul istilah [[bahasa Inggris]] minuman keras, yaitu "liquor" dan kerabat dekatnya "liquid" adalah kata kerja Latin ''liquere'', yang berarti "untuk menjadi cairan". Menurut ''[[Oxford English Dictionary]]'' (OED; "Kamus Bahasa Inggris Oxford"), penggunaan awal dari kata ini dalam bahasa Inggris, yang berarti hanya "cairan", bisa dirunut ke tahun [[1225]]. Penggunaan pertama ''OED'' menyebutkan arti "liquor" adalah "cairan untuk minum" terjadi pada abad ke-14. Penggunaannya sebagai istilah untuk "minuman beralkohol memabukkan" muncul pada abad ke-16.
 
== Referensi ==
{{Reflist|30em}}
 
== Bibliografi ==
* {{cite book
|last = Blue
|first = Anthony Dias
|page =
}}
* {{cite book
|last = Forbes
|first = Robert
|page =
}}
* {{cite book
|last = Multhauf
|first = Robert
}}
 
== Pranala luar ==
* {{en}} [http://www.alexreisner.com/spirits Sejarah dan taksonomi minuman keras.]
* {{en}} [http://www.burningstill.com/ Komunitas Distilasi.]
 
{{minuman beralkohol}}