Buka menu utama

Perubahan

41 bita ditambahkan ,  3 tahun yang lalu
k
Robot: Perubahan kosmetika
Pada tahun 830-an kerajaannya dirusak oleh perang saudara di antara putra-putranya, yang diperparah oleh upaya Ludwig untuk mengikutsertakan putranya [[Karl yang Botak|Karl]] dengan istri keduanya di dalam rencana suksesi Meskipun pemerintahannya berakhir di nilai yang tinggi, dengan aturan sebagian besar dikembalikan ke kerajaannya, hal tersebut diikuti oleh perang saudara selama tiga tahun. Ludwig dianggap kurang beruntung daripada ayahandanya, meskipun masalah yang ia hadapi jelas berbeda.
 
== Kelahiran dan memerintah di Aquitaine ==
Ludwig dilahirkan ketika ayahandanya, [[Karel yang Agung]] sedang kampanye di Spanyol, di [[Villa Romawi|villa]] Karoling, [[Chasseneuil-du-Poitou|Cassinogilum]], menurut [[Einhard]] dan penulis sejarah anonim yang disebut [[Vita Hludovici]]; Lokasi tempat ini biasanya dikenal dengan nama [[Chasseneuil-du-Poitou|Chasseneuil]], di dekat Poitiers.<ref>Einhard gives the name of his birthplace as ''Cassanoilum''. In addition to Chasseneuil near Poitiers, scholars have suggested that Louis may have been born at Casseneuil (Lot et Garonne) or at Casseuil on the [[Garonne]] near La Réole, where the Dropt flows into the Garonne.</ref> Ia merupakan putra ketiga karel dan istrinya [[Hildegard]]. Kakeknya adalah [[Pippin yang Pendek]].
 
Ludwig dinobatkan sebagai [[Kadipaten Aquitaine|Raja Aquitaine]] ketika ia masih bocah pada tahun 781<ref>Pierre Riche, ''The Carolingians:The Family who Forged Europe'', transl. Michael Idomir Allen, (University of Pennsylvania Press, 1993), 116.</ref> dan dikirim ke sana bersama beberapa [[Bupati|bupati]] dan sebuah istana. Karel membuat cabang-kerajaan untuk mengamankan perbatasan kerajaannya setelah kehancuran dari peperangan melawan bangsa Aquitaine dan Basque di bawah pimpinan [[Waïfre]] (menyerah ''skt''. 768) dan kemudian [[Hunald I]], yang memuncak di dalam [[Pertempuran Roncesvalles]] (778). Karel menginginkan Ludwig dibesarkan di wilayah dimana ia memerintah. Namun di tahun 785, waspada akan kebiasaan putranya yang mungkin telah diambilnya di Aquitaine, Karel mengirimkannya ke Aquitaine dan Ludwig menghadiri [[Konsili Paderborn]] di kerajaan dengan mengenakan pakaian kostum Basque seperti layaknya para pemuda lainnya di masa itu, yang menimbulkan kesan yang baik di Toulouse, karena Basque dari [[Kadipaten Gascogne|Gascogne]] adalah andalan pasukan Aquitaine.
 
Di tahun 794, Karel menetapkan empat bekas villa [[Budaya Galia-Romawi|Galia Romawi]] kepada Ludwig, yang berpendapat bahwa ia akan menggilir tempat-tempat tersebut sebagai tempat tinggal musim dinginnya: [[Doué-la-Fontaine]] yang sekarang [[Anjou]], [[Ébreuil]] di Allier, [[Angeac-Charente]], dan yang bersengketa Cassinogilum. Niat Karel adalah untuk melihat seluruh putranya dibesarkan seperti penduduk asli di wilayah yang diberikan kepada mereka, dengan mengenakan kostum nasional dari wilayah yang dikuasainya dan memahami adat istiadat setempat. Dengan demikian anak-anak dikirim ke kerajaan masing-masing di usianya yang begitu muda. Setiap kerajaan memiliki kepetingan di dalam menjaga beberapa perbatasan, seperti untuk Ludwig adalah [[Marca Hispánica]]. Di tahun 797, [[Barcelona]], kota terbesar ''Marca'', jatuh ke [[Suku Franka]] ketika Zeid, gubernurnya, memberontak melawan [[Kordoba, Spanyol|Kordoba]] namun gagal dan akhirnya menyerah kepada mereka. Kekuasaan [[Kekhalifahan Umayyah]] direbut kembali di tahun 799. Namun Ludwig mempersiapkan seluruh pasukannya di kerajaan termasuk [[Gascogne]] beserta adipati [[Lupus Sancho]], [[Provence|Provençal]] di bawah pimpinan [[Leibulf]], dan [[Visigoth]] di bawah pimpinan [[Berà]], atas [[Pirenia]] dan mendudukinya selama dua tahun, musim dingin disana dari tahun 800 sampai 801, ketika diserahkan.<ref>Pierre Riche, ''The Carolingians:The Family who Forged Europe'', 94.</ref> Namun putra-putra Karel tidak diberikan kebebasan dari kekuasaan pusat, dan Karel menanamkan di dalamnya konsep dan kesatuan kerajaan dengan mengirimkan mereka ke ekspedisi militer jauh dari basis kediaman mereka. Ludwig berkampanye di [[Mezzogiorno]], Italia melawan [[Kadipaten Benevento]] setidaknya sekali.
 
Ludwig merupakan salah satu dari ketiga putra Karel yang sah yang selamat sampai dewasa. Ia memiliki saudara kembar, Lothar yang meninggal ketika ia masih bocah. Menurut adat suku Franka, Ludwig diharapkan untuk berbagi warisan dengan saudara-saudaranya, [[Karl dari Ingelheim]], [[Daftar Penguasa Neustria|Raja Neustria]], dan [[Pippin Karlmann|Pippin]], [[Raja Italia]]. Di dalam ''Divisio Regnorum'' tahun 806, Karel telah menetapkan putranya, Karl sebagai ahli warisnya sebagai kaisar dan raja kepala, yang memerintah di jantung Franka, [[Neustria]] dan [[Austrasia]], dan memberikan Pippin [[Mahkota besi Lombardia]], yang dimiliki oleh Karel melalui penaklukan. Untuk Ludwig kerajaan Aquitaine, ia menambahkan [[Septimania]], Provence, dan bagian dari [[Bourgogne]].
 
Namun malangnya putra-putra sah Karel lainnya meninggal – Pippin di tahun 810 dan Karl di tahun 811 – dan tinggal Ludwig sendiri yang dimahkotai sebagai rekan-kaisar dengan Karel di tahun 813. Setelah kematian ayahandanya di tahun 814, ia menjadi ahli waris kerajaan Franka beserta seluruh hartanya (dengan pengecualian tunggal Italia, yang tetap berada di dalam kerajaan Ludwig, namun berada di bawah pemerintahan langsung dari [[Bernard dari Italia|Bernard]], putra Pippin).
 
[[ImageBerkas:Charlemagne et Louis le Pieux.jpg|thumb|left|[[Karel yang Agung]] sedang memahkotai Ludwig]]
 
== Kaisar ==
Ketika berada di villanya, [[Doué-la-Fontaine]], Anjou, Ludwig menerima berita kematian ayahandanya.<ref name="Driscoll194">''Church Architecture and Liturgy in the Carolingian Era'', Michael S. Driscoll, '''A Companion to the Eucharist in the Middle Ages''', ed. Ian Levy, Gary Macy, Kristen Van Ausdall, (Brill, 2012), 194.</ref> Ia bergegas ke [[Aachen]] dan memahkotai dirinya sendiri sebagai kaisar disambut dengan teriakan ''Vivat Imperator Ludovicus'' oleh para bangsawan yang hadir.<ref name="Driscoll194" />
 
Di tahun 816, [[Paus Stefanus IV]], yang menggantikan [[Paus Leo III]], mengunjungi [[Reims]] dan sekali lagi memahkotai Ludwig (Di hari Minggu, tanggal 5 Oktober). Kaisar dengan demikian memperkuat kepausan dengan mengakui pentingnya paus di dalam penobatan kekaisaran.
 
[[ImageBerkas:Denier Louis le Pieux.jpg|thumb|''[[Denarius]]'' Ludwig.]]
 
=== ''Ordinatio imperii'' ===
Pada [[Kamis Putih]] 817 (9 April), Ludwig dan istananya melintasi galeri kayu dari katedral ke istana di Aachen ketika galeri tersebut runtuh dan membunuh banyak orang. Ludwig yang nyaris tewas dan baru saja terbebas dari bahaya kematian kemudian mulai merencanakan suksesi; tiga bulan kemudian ia mengeluarkan sebuah ''Ordinatio Imperii'', sebuah dekrit kaisar yang menata rencana pengaturan suksesi. Di tahun 815, ia telah memberikan kedua putra sulungnya sebuah bagian di dalam pemerintahan, ketika ia mengirimkan putra-putranya yang lebih tua [[Lothair I]] dan [[Pippin I dari Aquitaine|Pippin I]] masing-masing untuk memerintah [[Bayern]] dan Aquitaine, meskipun tanpa gelar kerajaan. Sekarang ia memproses pembagian kerajaan diantara ketiga putranya:
 
Dengan penyelesaian ini, Ludwig mencoba untuk menggabungkan rasa persatuan Kekaisaran, yang didukung oleh para ulama, serta di saat yang sama memberikan posisi kepada seluruh putranya, daripada memperlakukan mereka dengan status dan wilayah yang sama. Ia mengangkat putra sulungnya Lothair di atas saudara-saudaranya yang lebih muda dan memberinya bagian yang terbesar dari kerajaan.
 
[[ImageBerkas:Louis the Pious.jpg|thumb|Ludwig yang Saleh melakukan penebusan dosa di Attigny pada tahun 822]]
 
=== Pemberontakan Bernard dan pengakuan dosa Ludwig ===
''Ordinatio imperii'' Aachen membuat Bernard dari Italia di dalam posisi yang labil dan bawahan sebagai raja Italia, sehingga ia mulai merencanakan untuk mendeklarasi kemerdekaan setelah mendengar hal itu. Ludwig langsung mengarahkan pasukannya menuju Italia, dan seorang diri memperjuangkan [[Chalon-sur-Saône]]. Terintimidasi oleh gerakan cepat kaisar, Bernard menemui pamandanya di Chalon dengan sebuah undangan dan menyerah. Ia dibawa ke Aachen oleh Ludwig, dan disana ia diadili dan dihukum mati karena berkhianat. Bernard meninggal setelah dua hari penderitaan. Yang lainnya juga ikut menderita: [[Theodulf dari Orléans]], yang turun pamornya setelah kematian Karel, dituduh telah mendukung pemberontakan dan ia dibuang ke dalam sebuah penjara monastik dan meninggal tak lama kemudian, konon ia telah diracuni.<ref>''The Frankish Kingdoms, 814-898:the West'', Janet L. Nelson, '''The New Cambridge Medieval History, 700–900''', Vol. II, ed. Rosamond McKitterick, (Cambridge University Press, 1995), 114.</ref> Nasib keponakannya sangat menyentuh hati nurani Ludwig di sepanjang sisa hidupnya.
 
Di tahun 822, sebagai seorang pria yang saleh, Ludwig membuat pengakuan dosa karena telah menyebabkan kematian Bernard, di istananya di [[Attigny, Ardennes|Attigny]] dekat Vouziers, [[Ardennes]], di depan [[Paus Paskalis I]], dan dewan rohaniwan dan bangsawan kerajaan yang menyelenggarakan rekonsiliasi dari Ludwig dengan ketiga saudara tirinya, [[Hugues dari Saint-Quentin|Hugues]] yang segera ia jadikan kepala biara St-Quentin, [[Drogo dari Metz|Drogo]] yang segera ia jadikan [[Keuskupan Metz|Uskup Metz|]], dan Theodoric. Tindakan penyesalan ini, sebagian karena persaingannya dengan [[Theodosius I]] menimbulkan penurunan prestisenya sebagai penguasa [[Suku Franka]], karena ia juga membacakan daftar pelanggaran ringan tentang tidak adanya penguasa duniawi yang akan mengambil pemberitahuan. Ia juga membuat kesalahan mengerikan dengan melepaskan Wala dan Adalard dari kurungan biara mereka, dan menempatkan yang pertama di dalam sebuah posisi di dalam istana Lothair dan yang terakhir di tempatnya sendiri.
 
[[ImageBerkas:Louis le Pieu denier Sens 818 823.jpg|left|thumb|''[[Denarius]]'' Ludwig dari [[Sens]], 818–823]]
 
=== Peperangan di perbatasan ===
Di awal pemerintahan Ludwig, banyak suku seperti – [[Dane]], [[Obotrite]], [[Slovenia]], [[Breton]], [[Basque]] – yang menghuni perbatasan wilayahnya masih segan akan kekuasaan kekaisaran Franka dan tidak berani menimbulkan masalah apapun. Namun pada tahun 816, suku [[Sorb]] memberontak dan dengan cepat diikuti oleh Slavomir, kepala suku Obotrite, yang ditangkap dan diabaikan oleh bangsanya sendiri, ia digantikan oleh Ceadrag di tahun 818. Tak lama kemudian, Ceadrag-pun berbalik melawan [[Suku Franka]] dan bersekutu dengan [[Dane]], yang akan menjadi ancaman terbesar suku Franka dalam waktu singkat.
 
Di perbatasan barat daya, masalah-masalah dimulai ketika di sekitar tahun 812, Ludwig menyeberangi Pirenia barat 'untuk menyelesaikan masalah-masalah' di Pamplona. Ekspedisi itu membuka jalan kembali ke utara, dimana ia lolos dari upaya penyergapan yang diatur oleh [[Sejarah Basque#Abad Pertengahan Awal|Basque]] di jalan masuk Roncevaux berkat tidakan pencegahan yang diambilnya dengan sandera. [[Seguin I Lupo]], adipati [[Kadipaten Gascogne|Gascogne]], yang dipecat oleh Ludwig di tahun 816 diduga karena gagal menekan atau berkolaborasi dengan pemberontakan Basque selatan dari Pirenia barat, sehingga memicu pemberontakan suku Basque yang dipadamkan oleh kaisar Franka di Dax. Seguin digantikan oleh [[Lop Centullo III]], yang diambil kembali oleh kaisar di tahun 818. Di tahun 820 dari sebuah rapat di [[Quierzy]] diputuskan untuk mengirim sebuah ekspedisi melawan Kekhalifahan Kordoba (827). Beberapa comte yang bertanggung jawab atas pasukan tersebut adalah, [[Hugues III dari Tours|Hugues III]], Comte [[Tours]], dan [[Matfrid]], Comte [[Orléans]], yang lamban dalam bertindak sehingga ekspedisi tersebut gagal.
 
=== Perang saudara pertama ===
Di tahun 818, begitu Ludwig kembali dari sebuah kampanye di [[Bretagne]], ia disambut oleh berita kematian istrinya, [[Ermengarde dari Hesbaye|Ermengarde]]. Ermengarde adalah putri [[Ingram|Ingerman]], adipati Hesbaye. Ludwig akrab dengan istrinya yang terlibat di dalam pembuatan kebijakan. Terdapat rumor bahwa ia telah memainkan peran di dalam kematian keponakannya dan Ludwig sendiri percaya kematiannya sendiri adalah balasan Tuhan baginya. Butuh berbulan-bulan lamanya bagi para pejabat dan penasehatnya untuk meyakinkannya menikah lagi, yang akhirnya dilakukannya di tahun 820 dengan [[Judith dari Bayern (805–843)|Judith]], putri [[Welf I]], comte [[Weingarten, Württemberg]]. Di tahun 823 Judith melahirkan seorang putra yang diberi nama [[Karl yang Botak|Karl]].
 
Pippin kembali ke Aquitaine dan Judith – setelah dipaksa mempermalukan dirinya sendiri dengan sumpah tak bersalah – di istana Ludwig. Hanya Wala saja yang menderita berat, ia dipaksa melakukan perjalanan ke sebuah biara yang terpencil di tepi [[Danau Jenewa]]. Meskipun [[Hilduin]], kepala biara [[Saint-Denis]], diasingkan ke [[Paderborn]], Elisachar dan Matfrid di utara pegunungan Alpen dilucuti gelarnya namun mereka tidak kehilangan kebebasan.
 
=== Perang saudara kedua ===
Pemberontakan berikutnya terjadi hanya dua tahun kemudian (832). Pippin yang tidak puas dipanggil ke istana ayahandanya, dimana ia diterima dengan begitu buruk. Tak lama kemudian, cemas dengan Pippin yang akan menimbulkan pemberontakan bangsawan-bangsawannya dan ingin mereformasi moralnya, Ludwig memanggil seluruh pasukannya untuk bertemu di Aquitaine untuk jaga-jaga dari suatu pemberontakan, namun [[Ludwig si Jerman]] mengumpulkan sekutu-sekutu pasukan [[Bangsa Slavia|Slavia]] dan menaklukkan [[Swabia]] sebelum kaisar dapat bertindak. Sekali lagi Ludwig tua membagi wilayah kekuasaannya yang besar. Di [[Jonac]], ia mengumumkan Karl raja Aquitaine dan merampas Pippin (Ia tidak begitu kejam terhadap Ludwig kecil), memulihkan sisa kerajaan untuk Lothair, yang belum terlibat di dalam perang saudara. Namun Lothair berniat untuk merampas kekuasaan ayahandanya. Para menterinya berhubungan dengan Pippin dan diduga telah menghasutnya dan Ludwig II untuk memberontak dengan menjanjikannya Alemannia, kerajaan Karl.
 
Tak lama kemudian, Lothair dengan dukungan [[Paus Gregorius IV]], yang telah dipastikan olehnya tidak mendukung ayahandanya, bergabung di dalam pemberontakan itu di tahun 833. Ketika Ludwig berada di Worms mengumpulkan sebuah pasukan baru, Lothair berbaris ke utara. Ludwig berbaris ke selatan. Pasukan-pasukan tersebut bertemu di dataran Rothfeld. Disana Gregorius bertemu dengan kaisar dan diduga mencoba untuk memicu perselisihan di antara rekan-rekannya. Banyak dari tentara Ludwig kemudian berkurang jumlahnya dan ia memerintahkan beberapa pengikutnya yang tersisa untuk pergi, karena "sangat disayangkan jika ada orang yang kehilangan nyawa atau anggota badannya demi aku." Kaisar yang pasrah itu dibawa ke [[Medard]] di [[Soissons]], putranya Karl ke [[Prüm]], dan ratu ke [[Tortona]]. Peristiwa naas dari ketidaksetiaan dan perbuatan tercela itu menjadikan situs dimana peristiwa itu terjadi dinamakan [[Lügenfeld]], atau Campus Mendacii, ''ubi plurimorum fidelitas exstincta est''<ref>[http://www.intratext.com/IXT/LAT0459/_P16.HTM].</ref>
 
[[ImageBerkas:Louis le Pieux sesquisolidus 814 840.jpg|thumb|Ludwig pada ''[[Sesquisolidus]]''.<ref>''Medieval European Coinage'' by Philip Grierson, Mark Blackburn, Lucia Travaini, p.329 [https://books.google.com/books?id=TGkz9NGFXIMC&pg=PA327&dq=manqush+coin#PPA329,M1]</ref>]]
 
Pada tanggal 13 November 833, Ebo dari Reims memimpin sebuah konsili di Gereja Sainta Maria di Soissons yang memecat Ludwig dan mendesaknya mengakui banyak kejahatan yang palsu, yang sesungguhnya dilakukannya. Sebagai imbalannya, Lothair memberi Ebo Biara Saint Vaast. Tokoh seperti [[Rabanus Maurus]], saudara tiri Ludwig, Drogo, Hugues dan Hemma, saudari Judith dan istri baru Ludwig si Jerman, mengusahakan agar Ludwig kecil berdamai dengan ayahandanya, demi kesatuan kekaisaran. Penghinaan yang diberikan kepada Ludwig di Notre Dame, Compiègne membuat para baron Austrasia dan [[Sachsen]] yang setia melawan Lothair, ia kemudian melarikan diri ke [[Bourgogne]] dan bertempur di [[Chalon-sur-Saône]]. Ludwig dipulihkan di tahun berikutnya pada tanggal 1 Maret 834.
Namun di tahun 836, keluarga berdamai dan Ludwig memulihkan Pippin dan Ludwig kecil, dan melucuti gelar Lothair di Italia, dan memberinya kepada Karl di dalam sebuah divisi yang baru, yang diberikan di dalam konsili [[Crémieu]]. Di sekitar waktu itu, [[Viking]] menteror dan menjarah [[Utrecht, Utrecht|Utrecht]] dan [[Antwerpen]]. Di tahun 837, mereka naik sampai sejauh [[Rhein]] dan Nijmegen, dan raja mereka, [[Rorik dari Dorestad|Rorik]], menuntut [[Weregild]] dari beberapa pengikutnya yang tewas pada ekspedisi sebelumnya sebelum Ludwig yang saleh mengerahkan kekuatan besar dan berbaris melawan mereka. Mereka melarikan diri, namun itu tidak akan menjadi hal yang terakhir kalinya mereka mengganggu pantai utara. Di tahun 838, mereka bahkan menuntut kedaulatan atas [[Frisia]], namun sebuah perjanjian dibuat di antara mereka dan Suku Franka di tahun 839. Ludwig yang Saleh memerintahkan pembangunan armada Laut Utara dan mengirim ''[[Missus dominicus|missi dominici]]'' ke Frisia untuk membangun kedaulatan Franka disana.
 
=== Perang saudara ketiga ===
Di tahun 837, Ludwig memahkotai Karl raja atas seluruh Alemannia dan Bourgogne dan memberikannya sebagian dari wilayah saudaranya, Ludwig. Ludwig II segera memberontak, dan kaisar membagi wilayah kerajaannya lagi di [[Quierzy-sur-Oise]] dan memberi seluruh wilayah Bayern ini kepada raja kecil dan menyimpan Bayern untuk Karl. Namun Kaisar Ludwig tidak berhenti sampai disana. Pengabdiannya kepada Karl tidak mengenal batas. Ketika Pippin meninggal di tahun 838, Ludwig mengumumkan Karl raja baru Aquitaine. Namun para bangsawan menunjuk putra Pippin, [[Pippin II dari Aquitaine|Pippin II]]. Ketika Ludwig mengancam akan menyerang, perang saudara ketiga di masa pemerintahannya pecah. Pada musim semi di tahun 839, Ludwig si Jerman menyerang Swabia, Pippin II dan rakyat Gascogne-nya berjuang sampai ke [[Sungai Loire]], dan bangsa Dane kembali memporak-porandakan pantai [[Frisia]] (dan menduduki [[Dorestad]] untuk kedua kalinya).
 
Lothair untuk yang pertama kalinya bersekutu dengan ayahandanya dan berjanji akan mendukung Worms sebagai imbalan atas pembagian kembali warisan. Pada ''[[Placitum]]'' akhir yang diadakan di sana, Ludwig memberikan Bayern kepada Ludwig II dan mencabut hak waris Pippin II, meninggalkan seluruh sisa kerajaan yang dibagi secara kasar menjadi wilayah-wilayah bagian timur dan barat. Lothair diberikan pilihan untuk bagian warisannya dan ia memilih wilayah bagian timur yang termasuk Italia, meninggalkan wilayah barat untuk Karl. Kaisar dengan cepat menundukkan Aquitaine dan membuat Karl diakui oleh para bangsawan dan imam di [[Clermont-Ferrand|Clermont-en-Auvergne]] pada tahun 840. Ludwig kemudian di dalam kemenangan akhirnya bergegas ke Bayern dan mendesak Ludwig si Jerman ke [[Marca Panonia|Ostmark]]. Kekaisaran sekarang tenteram seperti yang dinyatakan di Worms, ia kembali di bulan Juli ke [[Frankfurt am Main]], dimana ia membubarkan pasukan. Perang saudara terakhir di masa pemerintahannya berakhir.
 
=== Kematian ===
Ludwig jatuh sakit setelah kampanye kemenangannya dan kemudian ia pergi ke pondok berburu musim panas miliknya di sebuah pulau di Rhein, di [[Istana Kerajaan Ingelheim|istana Ingelheim]]. Pada tanggal 20 Juni 840, ia meninggal diusianya yang ke-62, dihadapan banyak uskup dan imam dan di dalam pelukan saudara tirinya, Drogo, meskipun Karl dan Judith tidak berada di Poitiers. Tak lama kemudian putra-putranya kembali berperang dan hanya dapat diselesaikan pada tahun 843 oleh [[Perjanjian Verdun]], yang membagi kerajaan Franka menjadi tiga bagian, menjadi Perancis dan Jerman, dengan [[Bourgogne]] dan [[Negara-Negara Dataran Rendah]] diantaranya. Sengketa kerajaan di Aquitaine tidak sepenuhnya selesai sampai dengan tahun 860.
 
Ludwig dimakamkan di [[Biara Saint-Arnould]] di [[Metz]].<ref>''Metz'', Steven Fanning, '''Medieval France:An Encyclopedia''', Ed. William W. Kibler and Grover A. Zinn, (Routledge, 1995), p. 615.</ref>
 
== Pernikahan dan keturunan ==
Dengan istri pertamanya, [[Ermengarde dari Hesbaye]] (menikah skt. 794–98), ia memiliki tiga orang putra dan tiga orang putri:
* [[Lothair I|Lothair]] (795–855), raja [[Francia Tengah]]
* [[Pippin I dari Aquitaine|Pippin I]] (797–838), raja [[Aquitaine]]
* Adelaide (lahir skt. 799)
* Rotrude (lahir 800), menikah dengan [[Gerard dari Auvergne]], sebagai istri pertamanya
* Hildegard (atau Matilda) (lahir skt. 802), menikah dengan [[Gerard dari Auvergne]], sebagai istri keduanya
* [[Ludwig si Jerman]] (skt. 805–875), raja [[Francia Timur]]
 
Dengan istri keduanya, [[Judith dari Bayern (805–843)|Judith]], ia memiliki seorang putra dan seorang putri:
* [[Gisela]], menikah dengan [[Eberhard I]]
* [[Karl yang Botak]], raja [[Francia Barat]]
 
Dengan Theodelinde dari Sens, ia memiliki dua anak haram:
* [[Arnulf dari Sens]]
* Alpais
 
== Catatan ==
{{Reflist}}
 
== Sumber ==
* ''[[Vita Hludovici|Vita Hludovici Imperatoris]] '', the main source for his reign, written c. 840 by an unknown author usually called "the Astronomer"
* ''Vita Hludowici Imperatoris'' by [[Thegan of Trier]] [http://www.intratext.com/X/LAT0459.HTM on-line Latin text]
 
== Bacaan selanjutnya ==
* Booker, Courtney M. ''Past Convictions: The Penance of Louis the Pious and the Decline of the Carolingians'', University of Pennsylvania Press, 2009, ISBN 978-0-8122-4168-6
* De Jong, Mayke. ''The Penitential State: Authority and Atonement in the Age of Louis the Pious, 814–840''. New York: Cambridge University Press, 2009.
* Depreux, Philippe. ''Prosopographie de l'entourage de Louis le Pieux (781–840).'' Sigmaringen: Thorbecke, 1997. A useful [[prosopographical]] overview of Louis' household, court and other subordinates.
* Eichler, Daniel. ''Fränkische Reichsversammlungen unter Ludwig dem Frommen''. Hannover: Hahnsche Buchhandlung, 2007 (Monumenta Germaniae Historica Studien und Texte, 45).
* [[François-Louis Ganshof|Ganshof, François-Louis]] ''The Carolingians and the Frankish Monarchy''. 1971.
* Godman, Peter, and Roger Collins (eds.). ''Charlemagne's Heir: New Perspectives on the Reign of Louis the Pious (814–840)''. Oxford and New York: Clarendon Press, 1990.
* [[Charles Oman|Oman, Charles]]. ''The Dark Ages 476–918''. London, 1914.
 
== Pranala luar ==
* [http://perso.orange.fr/mariefb/casseneuil/palais_charlemagne.htm Cassinogilum: an argument for Casseneuil as Louis' birthplace]
* [http://www.valleedudropt.com/historic/cassinogilum1.pdf Chasseneuil-du-Poitou and not Casseuil by [[Camille Jullian]] ]
 
{{S-start}}
572.317

suntingan