Ramalan Jayabaya: Perbedaan revisi

6 bita ditambahkan ,  3 tahun yang lalu
k
Bot: Penggantian teks otomatis (- tapi + tetapi)
k (Robot: Perubahan kosmetika)
k (Bot: Penggantian teks otomatis (- tapi + tetapi))
{{kegunaanlain|Jayabaya}}
'''Ramalan Jayabaya''' atau sering disebut '''Jangka Jayabaya''' adalah [[ramalan]] dalam tradisi [[Jawa]] yang salah satunya dipercaya ditulis oleh [[Jayabaya]], raja [[Kerajaan Kediri]]. Ramalan ini dikenal pada khususnya di kalangan masyarakat Jawa yang dilestarikan secara turun temurun oleh para [[pujangga]]. Asal usul utama serat ramalan Jayabaya dapat dilihat pada kitab [[Musasar]] yang digubah oleh [[Sunan Giri Prapen]]. Sekalipun banyak keraguan keasliannya, tapitetapi sangat jelas bunyi bait pertama kitab Musasar yang menuliskan bahwa Jayabaya yang membuat ramalan-ramalan tersebut.
 
{{cquote|Kitab Musarar dibuat tatkala Prabu Jayabaya di Kediri yang gagah perkasa, musuh takut dan takluk, tak ada yang berani.}}
# Akeh wong ngaku-aku ---> Banyak orang mengaku diri.
# Njabane putih njerone dhadhu ---> Di luar putih di dalam jingga.
# Ngakune suci, nanging sucine palsu ---> Mengaku suci, tapitetapi palsu belaka.
# Akeh bujuk akeh lojo---> Banyak tipu banyak muslihat.
# Akeh udan salah mangsa---> Banyak hujan salah musim.
# Bandhane saya ludhes---> Namun harta mereka makin habis.
# Akeh wong mati kaliren ing sisihe pangan---> Banyak orang mati lapar di samping makanan.
# Akeh wong nyekel bandha nanging uripe sangsara---> Banyak orang berharta tapitetapi hidup sengsara.
# Sing edan bisa dandan---> Yang gila bisa bersolek.
# Sing bengkong bisa nggalang gedhong---> Si bengkok membangun mahligai.
671.356

suntingan