Media Indonesia: Perbedaan revisi

2 bita ditambahkan ,  3 tahun yang lalu
k
Bot: Penggantian teks otomatis (- tapi + tetapi)
k (Robot: Perubahan kosmetika)
k (Bot: Penggantian teks otomatis (- tapi + tetapi))
Media Indonesia pertama kali diterbitkan pada tanggal [[9 Januari]] [[1970]]. Sebagai surat kabar umum pada masa itu, Media Indonesia awalnya diterbitkan sebanyak empat halaman dengan tiras yang sangat terbatas. Kantor pertama Media Indonesia di Jl. Letnan Jenderal M.T. Haryono, Jakarta, menjadi awal sejarah panjang Media Indonesia. Lembaga yang menerbitkan Media Indonesia adalah Yayasan Warta Indonesia.
 
Pada tahun 1976, surat kabar ini kemudian berkembang menjadi delapan halaman. Sementara itu, perkembangan regulasi di bidang pers dan penerbitan terjadi. Salah satunya adalah perubahan SIT (Surat Izin Terbit) menjadi SIUPP (Surat Izin Usaha Penerbitan Pers). Karena perubahan ini penerbitan dihadapkan pada realitas bahwa pers tidak semata menanggung beban idealnya tapitetapi juga harus tumbuh sebagai badan usaha.
 
Dengan kesadaran untuk terus maju, pada tahun [[1987]], [[Teuku Yousli Syah]] selaku pendiri Media Indonesia bergandeng tangan dengan [[Surya Paloh]], mantan pimpinan surat kabar Prioritas. Dengan kerjasama ini, dua kekuatan bersatu, kekuatan pengalaman bergandeng dengan kekuatan modal dan semangat. Maka pada tahun tersebut lahirlah Media Indonesia dengan manajemen baru dibawah PT. Citra Media Nusa Purnama. [[Surya Paloh]] menjadi direktur utama, sedangkan [[Teuku Yousli Syah]] menjadi Pemimpin Umum, dan Pemimpin Perusahaan dipegang oleh Lestary Luhur. Sementara itu, markas usaha dan redaksi dipindahkan ke Jl. Gondandia Lama No. 46 Jakarta.
685.036

suntingan