Charles II dari Inggris: Perbedaan revisi

4 bita ditambahkan ,  4 tahun yang lalu
k
Bot: Penggantian teks otomatis (- tapi + tetapi)
k (minor cosmetic change)
k (Bot: Penggantian teks otomatis (- tapi + tetapi))
Sementara Charles di Belanda, Inggris diperintah oleh [[Oliver Cromwell]], seorang pria biasa yang telah dipilih sebagai pemimpin negara oleh Parlemen. Cromwell sangat kejam, sehingga para penduduk mulai lelah dengannya. Ketika Cromwell meninggal pada 1658, putranya, Richard dipilih menjadi pemimpin berikutnya. Namun, [[Richard Cromwell]] memerintah dengan tidak efektif dan Raja Charles II diminta kembali untuk memerintah Inggris.
 
Pada 1660, Charles II kembali ke Inggris dan mengambil tahtanya. Banyak musuhnya yang dihukum karena telah melawan dan mengeksekusi ayahnya, tapitetapi Richard Cromwell diizinkan untuk pergi dan hidup tenang jauh dari London. Charles menjadi populer dan disebut sebagai "The Merry Monarch" karena mengubah banyak hukum yang telah dibuat Cromwell dan memungkinkan orang-orang untuk menikmati kebebasn atas dirinya sendiri. Charles sangat senang pergi ke [[teater]], bermain [[kartu]] dan menikmati olahraga seperti [[balap kuda]]. Beberapa orang berpikir bahwa seorang raja harus lebih serius serta tidak menghabiskan banyak waktu dan uang untuk kesenangan.
 
Ada juga beberapa orang yang tidak menyukai Raja Charles II karena keyakinan agamanya. Dia dibesarkan oleh ibunya yang seorang [[Katolik Roma]], sementara kebanyakan orang di negara itu adalah [[Protestan]]. Ia menikah dengan seorang putri dari Portugal, [[Catherine dari Braganza]]. Mereka tidak memiliki anak, tapitetapi Charles menolak untuk menceraikan Catherine karena menghormatinya dan tidak setuju dengan perceraian. Sebelum menikah, Charles memiliki beberapa pacar dan kekasih, bahkan setelah menikah pun ia tetap memiliki kekasih yang disebut "wanita simpanan". Yang paling terkenal adalah seorang aktris bernama [[Nell Gwyn]]. Beberapa kekasih Charles memiliki bayi, namun tidak satupun dari anak-anak tersebut yang diizinkan untuk mengikuti jejak Charles sebagai raja sebab mereka dianggap ''tidak sah'' karena terlahir dari orang tua yang tidak menikah satu sama lain.
 
Anak Charles II yang paling terkenal adalah James Scott yang diberikan gelar Adipati Monmouth. Ibu James telah menjadi kekasih Charles ketika ia tinggal di Belanda dan beberapa orang mengatakan bahwa mereka telah menikah diam-diam. Jika ini benar maka James diperbolehkan untuk menjadi raja saat Charles meninggal kelak. Ada banyak orang yang menginginkan hal ini terjadi karena mereka tidak menyutujui apabila adik Charles menjadi raja berikutnya. Adiknya yang juga bernama James adalah seorang Katolik Roma dan tidak populer.
692.563

suntingan