Buka menu utama

Perubahan

3 bita dihapus ,  2 tahun yang lalu
k
clean up, replaced: nasehat → nasihat using AWB
Kemakmuran dan kemewahan hidup serta kekayaan alam yang dahulu dimiliki dan dinikmati oleh suku Aad telah diwarisi oleh kaum Tsamud. [[Tanah]]-tanah yang subur yang memberikan hasil berlimpah ruah, [[binatang]]-binatang perahan dan ternak yang berkembang biak, kebun-kebun bunga yag indah, bangunan rumah-rumah yang didirikan di atas tanah yang rata dan dipahatnya dari gunung. Semuanya itu menjadikan mereka hidup tenteram, sejahtera, dan bahagia, merasa aman dari segala gangguan alam dan mengaku bahawa kemewahan hidup mereka akan kekal bagi mereka dan anak keturunan mereka.
 
Kaum Tsamud tidak mengenal Tuhan. Tuhan mereka adalah berhala-berhala yang mereka sembah dan puja, kepadanya mereka berkorban, tempat mereka meminta perlindungan dari segala bala dan musibah dan mengharapkan kebaikan serta kebahagiaan. Mereka tidak dapat melihat atau memikirkan lebih jauh dan apa yang dapat mereka jangkau dengan pancaindera.
 
=== Dakwah kepada kaum Tsamud ===
== Kisah Saleh dalam al-Quran ==
Kisah Nabi Saleh telah diceritakan dengan [[72]] [[ayat]] dalam [[11]] surah seperti pada [[surah Al-A'raf]], ayat [[73]] hingga [[79]]:
{{quotation|"...dan (Kami telah mengutus) kepada kaum Tsamud saudara mereka Shaleh. Ia berkata: "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Sesungguhnya telah datang bukti yang nyata kepadamu dari Tuhammu. Unta betina Allah ini menjadi tanda bagimu, maka biarkanlah dia makan di bumi Allah, dan janganlah kamu mengganggunya dengan gangguan apapun, (yang karenanya) kamu akan ditimpa siksaan yang pedih", dan ingatlah olehmu di waktu Tuhan menjadikam kamu pengganti-pengganti (yang berkuasa) sesudah kaum 'Aad dan memberikan tempat bagimu di bumi. Kamu dirikan istana-istana di tanah-tanahnya yang datar dan kamu pahat gunung-gunungnya untuk dijadikan rumah; maka ingatlah nikmat-nikmat Allah dan janganlah kamu merajalela di muka bumi membuat kerusakan. Pemuka-pemuka yang menyombongkan diri di antara kaumnya berkata kepada orang-orang yang dianggap lemah yang telah beriman di antara mereka, "''Tahukah kamu bahwa Shaleh di utus (menjadi rasul) oleh Tuhannya?''" Mereka menjawab, "''Sesungguhnya kami beriman kepada wahyu, yang Shaleh diutus untuk menyampaikannya.''" Orang-orang yang menyombongkan diri berkata, "''Sesungguhnya kami adalah orang yang tidak percaya kepada apa yang kamu imani itu.''" Kemudian mereka sembelih unta betina itu, dan mereka berlaku angkuh terhadap perintah Tuhan, dan mereka berkata, "''Hai Shaleh, datangkanlah apa yang kamu ancamkan itu kepada kami, jika (betul) kamu termasuk orang-orang yang diutus (Allah).''" Karena itu mereka ditimpa gempa, maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di tempat tinggal mereka. Maka Shaleh meninggalkan mereka seraya berkata, "''Hai kaumku sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu amanat Tuhanku, dan aku telah memberi nasehatnasihat kepadamu, tetapi kamu tidak menyukai orang-orang yang memberi nasihat.''"|{{quran-s|Al-A'raf|7|73-79}}}}
 
Selain itu, dikisahkan juga pada [[surah Hud]] ayat [[61]] hingga ayat [[68]], dan [[surah Al-Qamar]] ayat [[23]] hingga [[ayat]] [[32]].
== Kesamaan dengan kisah Injil ==
{{Utama|Selah}}
Ketidak jelasan dalam hipotesa periode waktu dan kesamaan dari nama, telah membuat orang memiliki opini bahwa Shaleh adalah seorang nabi yang bernama Shelah dalam Injil; Sedangkan kontroversinya adalah sejak tidak adanya kesamaan kisah di antara kisah Shaleh di Al Qur'an dan kisah Shelah di Injil.
 
Banyak [[cendekiawan muslim]] menyamakan kisah kaum [[Tsamud]] dengan sejarah [[Petra]], sesuai dengan kisah mereka yang hidup di dalam batu-batuan cadas untuk dijadikan tempat tinggal.
 
== Lihat pula ==