Ar-Rahman: Perbedaan antara revisi

Konten dihapus Konten ditambahkan
k Robot: Perubahan kosmetika
HsfBot (bicara | kontrib)
k clean up, replaced: hakekat → hakikat using AWB
Baris 7:
 
== Pemahaman atas asma Ar Rahmaan dan Ar Rahiim ==
Ar Rahmaan dan [[Ar Rahim]] mempunyai banyak penafsiran sehingga tidak sedikit pula yang mengalami kebingungan yang manakah yang benar dan manakah yang paling tepat.
 
Tidak jarang akhirnya berpendapat semua pendapat adalah benar, atau berpendapat yang paling benar hanyalah [[Allah]] semata atau dengan istilah ''Wallohu 'alam''. Apabila sudah demikian maka akan menjadi mandek dan orang kadang menjadi cenderung tidak peduli yang penting hanya [[Allah]] yang paling tahu. Pemahaman kita jadi tidak berkembang. Kita akhirnya menjadi berhenti mencari tahu hakekathakikat sebenarnya dan tetap dalam ketidaktahuan bahkan tetap dalam kebimbangan, makna yang manakah yang sesuai dengan yang diajarkan [[Allah]] melalui lisan [[Rasul]]-Nya. Yang lebih menakutkan adalah disaat kita tidak tidak tahu dan dalam keadaan bimbang tentu saja setan dan iblis akan merasa senang karena akan mendapatkan mangsa baru. Ketidak tahuan dan kebimbangan hati kita dalam memahami Asma Ar Rahmaan dan [[Ar Rahiim]] dapat di atasi dengan cara mempelajari secara langsung dan memahaminya dengan benar sesuai dengan [[Al Qur'an]] dan [[Sunnah]] [[Rasulullah]] saw.
 
Dalam [[Al qur'an]] diperintahkan untuk bertanya kepada [[Ahli Dzikri]] atau [[ulama]]. Berarti ada perbedaan yang mengetahui dan memahami secara teori saja dengan yang mengetahui dan memahai secara ahli [[dzikir]] langsung dengan mengamalkannya.
Baris 26:
Pengasih apabila dipahami sebagai '''Pemberian'''
 
Ar-Rahman atau Maha Pemberi ialah segala sesuatunya diberi atau dikasih oleh [[Allah]] SWT. Sesuatu yang sudah diberikan akan menjadi milik si penerima. Sebagai contoh bila A memberikan Kue kepada B, maka kue tersebut menjadi milik B. Terserah pada B apakah kue itu hendak dimakan, B mempunyai kebebasan atas kue tersebut (karena kue tersebut sudah menjadi miliknya).
 
Ilustrasi di atas menjelaskan bahwa [[Allah]] SWT memberi nyawa sehingga manusia dapat hidup didunia dan diberi kebebasan untuk memilih. Hal tersebut menjelaskan bahwa sifat Ar-Rahman berlaku bagi siapa saja, muslim atau tidak.
 
sedangkan untuk kehidupan setelah mati, Allah SWT akan bersifat Ar-rahim atau Maha Pengasih kepada muslim yang beriman dan beramal shaleh saja.
 
'''Ar Rahhim diartikan sebagai Maha Penyayang (Khusus)'''
 
Ar- Rahhim atau Maha Pengasih bagi seluruh muslim yang beriman dan beramal shaleh, juga Maha Adil, itulah yang menyebabkan adanya hari pembalasan yang adil di[[akhirat]] kelak. Setiap orang akan diberikan balasan sesuai dengan apa yang telah dikerjakannya semasa di dunia, manusia seharusnya menggunakan hidup dengan cara yang diperintahkan oleh Allah SWT agar memperoleh sifat Ar-Rahhim karena kehidupan Akhirat adalah yang kekal abadi .
 
 
Ar Rahmaan apabila dipahami sebagai asma Dzat yang memiliki memiliki nikmat pendek sebatas di dunia saja dari dan [[Ar Rahiim]] sebagai asma Dzat yang nikmat panjang atau besar (Kekal).
Baris 73 ⟶ 72:
# Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rosululloh Saw bersabda, " [[Allah]] ta'ala memiliki seratus bagian rahmat. Hanya satu bagian yang dicurahkanNya kepada alam semesta, dibagikanNya kepada seluruh mahlukNya. Rasa kasih sayang (Ar Rahiim) yang ada pada mahlukNya di antara sesama berasal dari bagian itu. Adapun 99 bagian lainnya disimpaNya untuk hari akhirat ketika Dia akan memberikan kepada orang yang beriman"
 
Jadi jelaslah rahmat terbesar ada diakherat, sehingga Ar Rahmaan adalah Dzat yang memiliki Mutlak Nikmat panjang atau besar dari dunia hingga di akherat.
 
== Akar kata Ar Rahmaan ==
Baris 86 ⟶ 85:
# Ketika Terjadi perjanjian Hudaibiyah, orang musyrik tidak mengerti kata Rahmaan sementara Ar Rohiim telah diketahui artinya oleh mereka. (Semakin menambah bukti keistimewaan Asma Ar Rahmaan, bahwa asama Ar Rahmaan ini tidak diketahui oleh orang musyrik seperti halnya Ilmu akan Iman dan Islam belum atau tidak dipahami oleh orang-orang yang musryik, oleh karena itu sebaiknyalah kita menghisab diri segera kembali kepada Alloh Ar Rahmaan dengan sebenar-benarnya pemahaman).
# Asma Ar Rahmaan dianggap asma baru bagi kaum musyrikin, tentu saja membawa makna yang sangat khusus sehingga diharapkan bagi yang memahami serta mengamalkan asma ini tidak digolongkan kepada kaum musyrik.
 
 
Akan tetapi asma Ar Rahmaan ini bagi [[Maryaam]], Nabi Ibrahim dan seluruh Nabi dan Rosul bukan merupakan hal yang baru, hal ini dapat dilihat dalam penjelasan Ar Rahmaan dalam [[Al Qur'an]]