Buka menu utama

Perubahan

22 bita ditambahkan ,  3 tahun yang lalu
k
Clean up, replaced: eksim → eksem, removed stub tag using AWB
Pohon besar berbatang lurus, dapat mencapai 30-35 [[meter|m]]. Kulit kayunya coklat sampai coklat kelabu tua, memecah beralur dangkal. Bila dilukai (semua bagian tanaman) mengeluarkan getah bening kelabu keputihan, yang lama-lama menjadi kemerahan dan menghitam. Getah ini tajam, gatal dan dapat melukai kulit (terutama selaput lendir). Tidak memiliki ''banir'' (akar papan).
 
Daun agak kaku dan serupa kulit, bertangkai panjang kaku 1,5 – 8  cm, lembar daun kurang lebih berbentuk jorong memanjang, 9-15 × 15-40 15–40 cm, gundul dan hijau tua.
 
Perbungaan dalam malai agak di ujung, tegak bercabang-cabang, seperti piramida, 10-40 10–40 cm panjangnya, merah tua sampai merah tembaga dan berbau harum.{{sfn|Sastrapradja ''et al.''|1980|p=17}} Bunga lebat kecil-kecil, berbilangan 5; kelopak 4-5 4–5 mm, bundar telur terbalik; mahkota 6-9 6–9 mm, lanset menyempit, merah jambu sampai kuning pucat di ujung.
 
Buah batu lonjong bulat telur atau hampir bulat, 7-12 × 9-16 9–16 cm, berkulit tebal dan gundul, hijau sampai kekuning-kuningan, kusam, dengan bintik-bintik [[lentisel]] yang berwarna kecoklatan. Daging buah jika masak berwarna kuning-jingga pucat sampai kuning, berserat, asam manis rasanya dan banyak mengandung sari buah, harum menyengat agak seperti terpentin.
 
Bacang diperbanyak dengan [[biji]]nya. Jenis ini dapat pula menggunakan batang bawah untuk memperbanyak tanaman [[mangga]]. [[Musim]] berbunga bacang pada bulan [[Mei]]-[[Juni]], buahnya masak pada [[September]]-[[November]].{{sfn|Sastrapradja ''et al.''|1980|p=17}}
Getah bacang yang gatal juga terdapat pada buahnya; akan tetapi jika masak, getah ini terbatas berada hanya pada kulitnya. Dengan demikian buah bacang perlu dikupas agak tebal, supaya getah itu tidak melukai mulut dan bibir dan menyebabkan bengkak-bengkak dan rasa terbakar. Getah bacang hendaknya dicuci dahulu, baru bisa dimanfaatkan sebagai [[rujak]]. Buah bacang yang muda biasanya direndam dalam air garam, sesudah dikupas dan dipotong-potong, agar dapat dijadikan [[rujak]] atau [[asinan]].{{sfn|Natawidjaja|1985|pp=60-61}} Di [[Kalimantan Timur]], bacang juga kerap digunakan sebagai [[asam (tumbuhan)|asam]] dalam membuat [[sambal]].
 
Kayu bacang tidak begitu baik kualitasnya, namun kadang-kadang dimanfaatkan dalam konstruksi ringan di dalam rumah. Daunnya dapat digunakan sebagai penurun demam, dan bijinya untuk mengobati penyakit jamur, kudis dan eksimeksem. Getahnya untuk memperdalam gambar tato tradisional.
 
== Asal-usul dan penyebaran ==
* {{cite book|first=P. Suparman|last=Natawidjaja|year=1985|title=Mengenal Buah-Buahan yang Bergizi|publisher=Pustaka Dian|location=[[Jakarta]]|ref=harv}}
{{refend}}
{{tumbuhan-stub}}
 
[[Kategori:Buah-buahan]]