Islam dan ilmu pengetahuan: Perbedaan revisi

k
Clean up, replaced: teoritis → teoretis, removed stub tag using AWB
k (Clean up, replaced: teoritis → teoretis, removed stub tag using AWB)
== Garis edar planet ==
 
{{quote|“Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, [[matahari]] dan [[bulan]]. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.”| <ref> Al Qur’an, 21:33</ref>}}
 
Disebutkan pula dalam ayat yang lain bahwa [[matahari]] tidaklah diam, tetapi bergerak dalam garis edar tertentu:
 
{{quote|“Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.” |<ref> Qs.36:48</ref>}}
 
== Langit yang mengembang (Expanding Universe) ==
Dalam Al Qur’an, yang diturunkan 14 abad silam di saat ilmu astronomi masih terbelakang, mengembangnya alam semesta digambarkan sebagaimana berikut ini:
 
{{quote|“Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya.” |<ref> Al Qur’an, 51:47</ref>}}
 
Menurut Al Qur’an langit diluaskan/mengembang. Dan inilah kesimpulan yang dicapai ilmu pengetahuan masa kini.
Hingga awal abad ke-20, satu-satunya pandangan yang umumnya diyakini di dunia ilmu pengetahuan adalah bahwa alam semesta bersifat tetap dan telah ada sejak dahulu kala tanpa permulaan. Namun, penelitian, pengamatan, dan perhitungan yang dilakukan dengan teknologi modern, mengungkapkan bahwa alam semesta sesungguhnya memiliki permulaan, dan ia terus-menerus “mengembang”.
 
Pada awal abad ke-20, fisikawan Rusia, Alexander Friedmann, dan ahli kosmologi Belgia, George Lemaitre, secara teoritisteoretis menghitung dan menemukan bahwa alam semesta senantiasa bergerak dan mengembang.
 
Fakta ini dibuktikan juga dengan menggunakan data pengamatan pada tahun 1929. Ketika mengamati langit dengan teleskop, Edwin Hubble, seorang astronom Amerika, menemukan bahwa bintang-bintang dan galaksi terus bergerak saling menjauhi.
Pergerakan kerak [[Bumi]] ini diketemukan setelah penelitian geologi yang dilakukan di awal abad ke-20. Para ilmuwan menjelaskan peristiwa ini sebagaimana berikut:
 
Kerak dan bagian terluar dari magma, dengan ketebalan sekitar 100 &nbsp;km, terbagi atas lapisan-lapisan yang disebut lempengan. Terdapat enam lempengan utama, dan beberapa lempengan kecil. Menurut teori yang disebut lempeng tektonik, lempengan-lempengan ini bergerak pada permukaan bumi, membawa benua dan dasar lautan bersamanya. Pergerakan benua telah diukur dan berkecepatan 1 hingga 5 &nbsp;cm per tahun. Lempengan-lempengan tersebut terus-menerus bergerak, dan menghasilkan perubahan pada geografi bumi secara perlahan. Setiap tahun, misalnya, Samudera Atlantic menjadi sedikit lebih lebar. <ref>Carolyn Sheets, Robert Gardner, Samuel F. Howe; General Science, Allyn and Bacon Inc. Newton, Massachusetts, 1985, s. 30</ref>
Ada hal sangat penting yang perlu dikemukakan di sini: dalam ayat tersebut Allah telah menyebut tentang gerakan gunung sebagaimana mengapungnya perjalanan awan. (Kini, Ilmuwan modern juga menggunakan istilah “continental drift” atau “gerakan mengapung dari benua” untuk gerakan ini. <ref>National Geographic Society, Powers of Nature, Washington D.C., 1978, s.12-13</ref>
 
== Referensi ==
== Pranala luar ==
* [http://harry.sufehmi.com/archives/2006-06-15-1181/&lc=id-ID&s=1&m=207&host=www.google.co.id&ts=1467035240&sig=AKOVD67edcIiYAxNOhnu5gXU7tVIOwL-vw]
{{Islam-stub}}
 
[[Kategori:Islam]]