Penduduk asli Taiwan: Perbedaan revisi

Tidak ada perubahan ukuran ,  4 tahun yang lalu
k
Clean up, replaced: dekrit → dekret using AWB
k (Clean up, replaced: amandemen → amendemen using AWB)
k (Clean up, replaced: dekrit → dekret using AWB)
Bukti arkeologi, linguistik dan anekdot menunjukan bahwa penduduk asli Taiwan mengalami serangkaian peralihan kebudayaan dalam rangka menjalin hubungan dengan teknologi baru dan masyarakat lainnya.<ref>{{Harvcol|Liu|2002|pp=75–98}}</ref> Pada permulaan abad ke-17, penduduk asli Taiwan menghadapi perubahan kebudayaan yang besar karena pulau tersebut dimasukkan dalam perluasan ekonomi global oleh pergantian rezim-rezim kolonial yang bersaing dari Eropa dan Asia.<ref>{{Harvcolnb|Shepherd|1993|pp=1–10}}</ref><ref>{{Harvcolnb|Kang|2003|pp=115–26}}</ref> Dalam beberapa kasus, kelompok-kelompok pribumi menolak pengaruh kolonial, namun beberapa orang bersedia untuk bersekutu dengan penguasa-penguasa kolonial. Peristiwa tersebut membuat seseorang atau sebuah kelompok mengalami peningkatan ekonomi, kekuasaan kolektif terhadap desa-desa tetangga atau kebebasan dari kebiasaan-kebiasaan masyarakat yang tidak diinginkan dan hal-hal tabu terkait pernikahan, peralihan zaman dan kelahiran anak.<ref>{{Harvcolnb|Shepherd|1995|pp=58–63}}</ref><ref>{{Harvcolnb|Blusse|Everts|2000|pp=77–8}}</ref>
 
Sebagian [[Penduduk Asli Dataran Rendah Taiwan|Penduduk Asli Dataran Rendah]], sesuai dengan dekritdekret "proyek sipilisasi" pada setiap pergantian rezim, penduduk asli menemukan diri mereka sendiri dalam kontak yang lebih besar dengan budaya-budaya luar. Proses [[akulturasi]] dan [[asimilasi budaya|asminilasi]] terkadang disusul secara bertahap dalam membangun keadaan sosial, sebagian menghapus kebiasaan-kebiasaan etnis (seperti ikat kaki, gaya makan dan berbusana), yang awalnya berbeda-beda pada setiap kelompok etnis di Taiwan.<ref>{{Harvcol|Brown|2004|pp=38–50}}</ref> Penghapusan atau penggantian kebiasaan-kebiasaan tersebut berdampak pada sebuah peralihan dari budaya "Fan" (barbar) menjadi budaya "Han" Konghucu yang dominan.<ref>{{Harvcol|Brown|2004|pp=155–64}}</ref> Pada periode Jepang dan KMT mensentralisasi kebijakan-kebijakan pemerintah [[modernis]] yang disentralisasi, yang berakar dari gagasan-gagasan [[Darwinisme Sosial]] dan kulturalisme, mengarahkan pendidikan, kebiasaan genealogi dan tradisi lainnya menuju asimilasi etnis.<ref>{{Harvcol|Harrison|2001|pp=60–7}}</ref><ref>{{Harvcol|Duara|1995}}</ref> Perubahan etnis pada suku Gaoshan, yang kurang menjalin kontak dengan dunia luar karena sulitnya mengakses wilayah mereka, lebih dihasilkan dari asmilatif yang disentralisasi mketimbang prubahan sosial secara bertahap. Selain itu, budaya dan bahasa dari sebagian besar suku yang diakui masih terpinggirkan pada saat ini. budaya multi-budaya berkontribusi terhadap kebanggaan etnis dalam komunitas tersebut.
 
Pada komunitas Han Hoklo Taiwan sendiri, perbedaan-perbedaan dalam budaya menandakan tingkat percampuran dengan penduduk asli dilakukan, dengan sebagian besar Han Hoklo murni di Taiwan Utara hampir tidak bercampur dengan Penduduk asli, yang terbatas pada Han Hoklo di Taiwan Selatan.<ref>[https://books.google.com/books?id=-m0PGuSUGDMC&pg=PA157#v=onepage&q&f=false Brown 2004]. pp. 156-7.</ref> Penduduk asli dataran rendah yang berasimilasi dalam penduduk Han Hoklo pada tahap yang berbeda dibedakan oleh sejarawan Melissa J. Brown ntara "jangka pendek" dan "jangka panjang".<ref>[https://books.google.com/books?id=-m0PGuSUGDMC&pg=PA162&dq=long+route+han&hl=en&sa=X&ei=MtpJVOqAO--LsQTBxYLoDA&ved=0CB0Q6wEwAA#v=onepage&q=long%20route%20han&f=false Brown 2004]. p. 162.</ref> Identitas etnis dari Penduduk Asli Dataran Rendah di sekitaran Tainan masih terlacak semenjak seorang gadis Hoklo Taiwan murni diminta oleh ibunya untuk tinggal jauh dari keluarga mereka.<ref>[https://books.google.com/books?id=-m0PGuSUGDMC&pg=PA157#v=onepage&q=wall&f=false Brown 2004]. p. 157.</ref> Sebutan ejekan "fan" digunakan terhadap Penduduk Asli Dataran Rendah oleh orang Taiwan, dan gaya bicara Hoklo Taiwan memaksa Penduduk Asli seperti Pazeh.<ref>http://www.taipeitimes.com/News/taiwan/archives/2014/06/15/2003592824</ref> Hoklo Taiwan menggantikan Pazeh dan membuatnya hampir mendekati kepunahan.<ref>http://www.taipeitimes.com/News/taiwan/archives/2008/06/26/2003415773</ref> Aboriginal status has been requested by Plains Aboriginals.<ref>http://www.taipeitimes.com/News/front/archives/2014/07/15/2003595134</ref>