Buka menu utama

Perubahan

k
Clean up, replaced: Dekrit → Dekret using AWB
 
== Dampak ==
Tindakan Soekarno yang ingin menyeimbangkan [[nasionalisme]], [[agama]], dan [[komunisme]] melalui Nasakom telah usai. Pilar pendukung utamanya, PKI, telah secara efektif dimusnahkan oleh dua pilar lainnya-militer dan Islam politis; dan militer berada pada jalan menuju kekuasaan.<ref name="schwarz2">Schwarz (1994), hlm. 20, 22</ref><ref name="Ricklefs 1991, p. 288"/> Banyak Muslim yang tak lagi memercayai Soekarno, dan pada awal 1966, Soeharto secara terbuka mulai menentang Soekarno, sebuah tindakan yang sebelumnya berusaha dihindari oleh para pemimpin militer. Soekarno berusaha untuk berpegang kepada kekuasaan dan mengurangi pengaruh baru dari angkatan bersenjata, namun dia tidak dapat membuat dirinya menyalahkan PKI atas usaha kudeta sesuai permintaan Soeharto.<ref name="Schwarz 1994, p. 22">Schwarz (1994), hlm. 22.</ref> Pada 1 Februari 1966, Soekarno menaikkan pangkat Soeharto menjadi Letnan Jenderal.<ref name="NYT_22FEB1966">{{cite news | title=Soekarno Removes His Defense Chief | work=New York Times | date=22 February 1965}}</ref> DekritDekret [[Supersemar]] pada 11 Maret 1966 mengalihkan sebagian besar kekuasaan Soekarno atas parlemen dan angkatan bersenjata kepada Soeharto,<ref>Vickers (2005), hlm 160</ref> memungkinkan Soeharto untuk melakukan apa saja untuk memulihkan ketertiban. Pada 12 Maret 1967 Soekarno dicopot dari sisa-sisa kekuasaannya oleh Parlemen sementara, dan Soeharto menjabat sebagai [[Kepresidenan Sementara Soeharto|Presiden Sementara]].<ref>Schwartz (1994), hlm 2</ref> Pada 21 Maret 1968, [[Majelis Permusyawaratan Rakyat]] secara resmi memilih Soeharto sebagai presiden.<ref>Ricklefs (1991), hlm. 295.</ref>
 
[[Berkas:The Year of living dangerously Poster 1982.jpg|170px|left|thumb|''[[The Year of Living Dangerously]]'' (1982), salah satu film asing yang dicekal di Indonesia pada era [[Orde Baru]].]]