Surah Al-Baqarah: Perbedaan revisi

59 bita ditambahkan ,  4 tahun yang lalu
 
== Terjemahan ==
''Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.''
* ''Alif Laam Miim'', Inilah Al-Kitab yang tiada keraguan padanya; sebagai bimbingan untuk golongan yang bertakwa, orang-orang yang beriman terhadap perkara yang ghaib serta orang-orang yang mendirikan shalat, serta orang-orang yang menginfaqkan sebagian yang Kami rezekikan kepada mereka; serta orang-orang yang mengimani terhadap hal yang dikirim kepada dirimu maupun terhadap hal-hal yang telah dikirim sebelum dirimu, serta mereka meyakini Akhirat; Demikianlah golongan yang berada dalam Bimbingan dari Tuhan mereka. Dan demikianlah golongan yang berhasil. (Ayat:1-5)
* Bahwasanya orang-orang kafir merupakan golongan yang tetap keadaan mereka, baik kamu peringatkan ataupun tidak kamu peringatkan, orang-orang itu takkan mengimani; Allah telah mengeraskan kalbu mereka juga pendengaran mereka, serta penglihatan mereka ditutup; dan Azab pedih disiapkan untuk orang-orang itu<br>Di antara umat manusia ada yang mengucapkan: "Kami beriman kepada Allah beserta Hari Akhir," namun mereka bukanlah golongan yang beriman; orang-orang tersebut hendak menipu Allah serta orang-orang yang beriman, tetapi orang-orang tersebut tidaklah menipu melainkan terhadap diri sendiri sedang orang-orang itu tiada menyadari; dalam kalbu orang-orang tersebut ada kelainan lalu Allah melipatgandakan kelainan itu; bahwa Azab pedih menimpa orang-orang tersebut, disebabkan orang-orang tersebut berdusta; maka ketika diserukan kepada orang-orang tersebut: "Jangan mengacau di bumi" orang-orang tersebut mengatakan: "Sungguh kami adalah golongan yang memperbaiki" ketahuilah bahwa sebenarnya orang-orang tersebut merupakan golongan pengacau akan tetapi orang-orang tersebut tiada menyadari. Tatkala diserukan kepada orang-orang tersebut: "Berimanlah sebagaimana manusia telah beriman!" orang-orang tersebut mengatakan: "Berimankah kami sebagaimana orang-orang sinting itu telah beriman?" ketahuilah, yang sebenarnya orang-orang tersebut merupakan orang-orang sinting; akan tetapi orang-orang tersebut tiada menyadari. <br>dan ketika orang-orang tersebut berjumpa dengan orang-orang beriman, orang-orang tersebut mengatakan: "Kami telah beriman." tetapi sewaktu orang-orang tersebut kembali kepada setan-setan mereka, orang-orang tersebut mengatakan: "Sungguh kami di pihak kalian, kami hanyalah mengejek," kelak Allah yang akan menghinakan orang-orang tersebut, sehingga Dia biarkan orang-orang tersebut terhuyung-huyung dalam penyimpangan mereka.<br>Demikianlah golongan yang memilih kesesatan dibanding bimbingan; dan tidaklah menguntungkan pertukaran mereka ini, serta mereka tiada terbimbing. <br>Perumpamaan orang-orang tersebut semisal seseorang yang menyalakan api kemudian sewaktu api itu telah menyinari sekitarnya, Allah padamkan sinar itu sehingga Dia tinggalkan orang-orang tersebut berada dalam kegelapan, orang-orang tersebut tiada sanggup melihat; tuli, bisu serta buta, maka tidaklah orang-orang tersebut akan sembuh,<br>atau semisal hujan lebat dari langit yang dipenuhi kegelapan, guruh beserta kilat sehingga orang-orang itu menyumbat telinga mereka mempergunakan jari-jari mereka terhadap guruh petir, lantaran orang-orang itu takut mati; sebab Allah berwenang terhadap golongan yang kafir; kilat tersebut mengejutkan penglihatan orang-orang itu, setiap kali kilat itu menyambar, orang-orang itu berjalan di bawahnya, sementara ketika kegelapan menyelimuti orang-orang itu, orang-orang itu berdiam diri; sekiranya Allah kehendaki, niscaya Dia lenyapkan pendengaran maupun penglihatan orang-orang itu; sebab Allah Maha Kuasa terhadap segala sesuatu. (Ayat:6-20)