Sejarah matematika: Perbedaan revisi

Tidak ada perubahan ukuran ,  3 tahun yang lalu
k
Clean up, replaced: metoda → metode (3) using AWB
k (minor cosmetic change)
k (Clean up, replaced: metoda → metode (3) using AWB)
Juga tiga unsur geometri yang tertulis di dalam lembaran Rhind menyiratkan bahasan paling sederhana mengenai [[geometri analitik]]: (1) pertama, cara memperoleh hampiran <math>\pi</math> yang akurat kurang dari satu persen; (2) kedua, upaya kuno [[penguadratan lingkaran]]; dan (3) ketiga, penggunaan terdini [[kotangen]].
 
Naskah matematika Mesir penting lainnya adalah [[lembaran Moskwa]], juga dari zaman [[Kerajaan Mesir Pertengahan|Kerajaan Pertengahan]], bertarikh kira-kira 1890 SM.<ref name="Boyer 1991 loc=Egypt p. 19">{{Harv|Boyer|1991|loc="Egypt" p. 19}}</ref> Naskah ini berisikan ''soal kata'' atau ''soal cerita'', yang barangkali ditujukan sebagai hiburan. Satu soal dipandang memiliki kepentingan khusus karena soal itu memberikan metodametode untuk memperoleh volume [[limas]] terpenggal: "Jika Anda dikatakan: Limas terpenggal setinggi 6 satuan panjang, yakni 4 satuan panjang di bawah dan 2 satuan panjang di atas. Anda menguadratkan 4, sama dengan 16. Anda menduakalilipatkan 4, sama dengan 8. Anda menguadratkan 2, sama dengan 4. Anda menjumlahkan 16, 8, dan 4, sama dengan 28. Anda ambil sepertiga dari 6, sama dengan 2. Anda ambil dua kali lipat dari 28 twice, sama dengan 56. Maka lihatlah, hasilnya sama dengan 56. Anda memperoleh kebenaran."
 
Akhirnya, [[lembaran Berlin]] (kira-kira 1300 SM <ref>[http://www.aams.org.au/contents.php?subdir=library/history/&filename=pharonic_egypt]</ref>) menunjukkan bahwa bangsa Mesir kuno dapat menyelesaikan [[persamaan aljabar]] orde dua.<ref>[http://www.math.buffalo.edu/mad/Ancient-Africa/mad_ancient_egyptpapyrus.html#berlin]</ref>
Thales menggunakan [[geometri]] untuk menyelesaikan soal-soal perhitungan ketinggian piramida dan jarak perahu dari garis pantai. Dia dihargai sebagai orang pertama yang menggunakan penalaran deduktif untuk diterapkan pada geometri, dengan menurunkan empat akibat wajar dari [[teorema Thales]]. Hasilnya, dia dianggap sebagai matematikawan sejati pertama dan pribadi pertama yang menghasilkan temuan matematika.<ref>{{Harv|Boyer|1991|loc="Ionia and the Pythagoreans" p. 43}}</ref> Pythagoras mendirikan [[Mazhab Pythagoras]], yang mendakwakan bahwa matematikalah yang menguasai semesta dan semboyannya adalah "semua adalah bilangan".<ref>{{Harv|Boyer|1991|loc="Ionia and the Pythagoreans" p. 49}}</ref> Mazhab Pythagoraslah yang menggulirkan istilah "matematika", dan merekalah yang memulakan pengkajian matematika. Mazhab Pythagoras dihargai sebagai penemu bukti pertama [[teorema Pythagoras]],<ref>Eves, Howard, An Introduction to the History of Mathematics, Saunders, 1990, ISBN 0-03-029558-0.</ref> meskipun diketahui bahwa teorema itu memiliki sejarah yang panjang, bahkan dengan bukti keujudan bilangan irasional.
 
[[Eudoxus]] (kira-kira 408 SM sampai 355 SM) mengembangkan [[metodametode kelelahan]], sebuah rintisan dari [[Integral]] modern. [[Aristoteles]] (kira-kira 384 SM sampai 322 SM) mulai menulis hukum [[logika]]. [[Euklides]] (kira-kira 300 SM) adalah contoh terdini dari format yang masih digunakan oleh matematika saat ini, yaitu definisi, aksioma, teorema, dan bukti. Dia juga mengkaji [[kerucut]]. Bukunya, [[Elemen Euklides|''Elemen'']], dikenal di segenap masyarakat terdidik di Barat hingga pertengahan abad ke-20.<ref>Howard Eves, ''An Introduction to the History of Mathematics'', Saunders, 1990, ISBN 0-03-029558-0 p. 141: "Tiada karya, selain [[Alkitab]], yang lebih sering dibaca...."</ref> Selain teorema geometri yang terkenal, seperti teorem Pythagoras, ''Elemen'' menyertakan bukti bahwa akar kuadrat dari dua adalah irasional dan terdapat tak-hingga banyaknya bilangan prima. [[Saringan Eratosthenes]] (kira-kira 230 SM) digunakan untuk menemukan bilangan prima.
 
[[Archimedes]] (kira-kira 287 SM sampai 212 SM) dari [[Syracuse, Italia|Syracuse]] menggunakan [[metodametode kelelahan]] untuk menghitung [[luas]] di bawah busur [[parabola]] dengan [[Barisan (matematika)|penjumlahan barisan tak hingga]], dan memberikan hampiran yang cukup akurat terhadap [[Pi]].<ref>{{cite web | title = A history of calculus |author=O'Connor, J.J. and Robertson, E.F. | publisher = [[Universitas St Andrews]]| url = http://www-groups.dcs.st-and.ac.uk/~history/HistTopics/The_rise_of_calculus.html |date= February 1996|accessdate= 2007-08-07}}</ref> Dia juga mengkaji [[spiral Archimedes|spiral]] yang mengharumkan namanya, rumus-rumus [[volume]] [[benda putar]], dan sistem rintisan untuk menyatakan bilangan yang sangat besar.
 
== Matematika Cina ==