Anarko-Komunisme: Perbedaan revisi

2 bita ditambahkan ,  3 tahun yang lalu
k
Clean up, replaced: hirarki → hierarki (2) using AWB
k (Clean up, replaced: faham → paham (4) using AWB)
k (Clean up, replaced: hirarki → hierarki (2) using AWB)
'''Anarko-Komunisme''' adalah suatu bentuk dari [[anarkisme]] yang mengajarkan penghapusan [[negara]] (atau institusi kenegaraan) dan paham [[kapitalisme]], untuk sebuah jaringan asosiasi sukarela di mana semua orang bebas untuk memenuhi kebutuhannya.
 
Anarko-Komunisme juga dikenal dengan sebutan '''anarkis komunisme''', '''komunis anarkisme''', '''anarkisme-komunis''' ataupun komunisme libertarian. Namun, walaupun semua anarkis komunis adalah komunis libertarian, tetapi tidak semua komunis libertarian adalah anarkis (menganut paham anarkisme), misalnya [[dewan komunis]]. hal yang membedakan anarko-komunisme dari varian lain dari libertarian komunisme adalah bentuk oposisinya terhadap segala bentuk kekuasaan [[politik]], [[hirarkihierarki]] dan dominasi. Komunisme bisa tumbuh subur dinegara - negara miskin maupun negara berkembang, namun dengan runtuhnya negara-negara komunis yang kuat menyebabkan paham-paham komunis inipun tidak akan bisa berkembang menjadi besar.
 
== Internasionale Pertama ==
 
== Prinsip dasar ==
Kelompok anarkisme-komunis menekankan pada [[egalitarianisme]] (''persamaan''), penghapusan hirarkihierarki sosial (''social hierarchy''), penghapusan perbedaan kelas, distribusi kesejahteraan yang merata, penghilangan [[kapitalisme]], serta produksi kolektif berdasarkan kesukarelaan. [[Negara]] dan hak milik pribadi adalah hal-hal yang tidak seharusnya eksis dalam anarkisme-komunis. Setiap orang dan kelompok berhak dan bebas untuk berkontribusi pada produksi dan juga untuk memenuhi kebutuhannya berdasarkan pilihannya sendiri.
 
Salah satu hal yang membedakan antara anarkisme-kolektif dengan anarkisme-komunis adalah pandangan mengenai gaji dan upah pekerja. Anarkisme-komunis berpendapat bahwa tidak ada satu carapun yang dapat mengukur kontribusi seseorang terhadap proses produksi dan ekonomi karena kesejahteraan adalah hasil dari produksi bersama. Sistem ekonomi yang berdasarkan gaji/upah pekerja dan hak milik adalah bentuk penyiksaan negara dan aparaturnya dengan tujuan untuk mempertahankan hak milik pribadi dan juga ketidakseimbangan hubungan ekonomi di antara para pelaku produksi. Selain itu, anarkisme-komunis menolak sistem gaji/upah pekerja dengan dasar filosofi bahwa pada hakikatnya manusia itu ''"malas"'' dan ''"egois"''. Anarkisme-komunis juga mendukung [[komunisme]] (dalam sistem pemikiran [[Marxisme]]) dengan penekanan pada penjaminan kebebasan dan juga kesejahteraan bagi setiap orang, dan tidak mendukung komunisme dalam hal yang berhubungan dengan kekuasaan. Hal inilah yang membuat anarkisme-komunis sering disamakan dengan filsafat egalitarian.