Stasiun Kalimenur: Perbedaan revisi

29 bita dihapus ,  3 tahun yang lalu
k
Bot: Perubahan kosmetika
k
k (Bot: Perubahan kosmetika)
|operator=[[Daerah Operasi VI Yogyakarta]]
}}
'''Stasiun Kalimenur (KLR)''' merupakan stasiun kereta api nonaktif yang terletak di [[Sukoreno, Sentolo, Kulon Progo|Sukoreno, Sentolo, Kulon Progo]], tepatnya di antara [[Stasiun Sentolo]] dan [[Stasiun Wates]]. Stasiun yang terletak pada ketinggian +35 meter ini kini kondisinya lusuh, kesepian, dan banyak vandalisme karena sejak tahun {{Start date and age|1974}}, stasiun ini tak lagi beroperasi. Stasiun Kalimenur berhenti beroperasi pada [[1974]] dan dianggap tak layak lagi meski hanya untuk pemberhentian kereta berkecepatan tinggi karena posisinya yang tidak strategis dan berada di tikungan besar Kalimenur.
 
== Sejarah ==
Stasiun ini diperkirakan dibangun pada masa yang sama dengan pembangunan jalur rel [[Surabaya]]-[[Cilacap]], sekitar [[1876]]-[[1888]]. Hingga masa revolusi, Stasiun Kalimenur menjadi salah satu stasiun yang riuh dengan penumpang menunggu kereta uap yang sering disebut sebagai ''sepur bumel'' atau ''sepur grenjeng''. Yang unik, stasiun ini dulu juga disebut sebagai ''Stasiun Tahu'', karena mayoritas penumpangnya adalah penjual [[tahu]] dari [[Tuksono, Sentolo, Kulon Progo|Desa Tuksono]] yang hendak berjualan ke [[Yogyakarta]] atau [[Kutoarjo]].