Pagelaran, Pringsewu: Perbedaan revisi

217 bita ditambahkan ,  3 tahun yang lalu
 
= Sejarah =
Pagelaran pada awal mulanya merupakan sebuah hutan yang ditumbuhi pepohanan yang besar. Zaman Kolonial Belanda merupakan cikal bakal terjadinya perpindahan penduduk ke Pagelaran. Tahun 1928 para koloni yang dibawa oleh Belanda dari Jawa kemudian ditempatkan di Desa Bagelen, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, selanjutnya para koloni bergerak menuju barat dan membuka hutan belantara di Pagelaran. Koloni tersebut berasal dari beragam tempat seperti Serang Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, serta Yogyakarta. Hutan yang telah dibuka kemudian dinamakan Pagelaran, dengan Kepala Kampung bernama Kiyai Glondong yang resmi menjabat sejak tahun 1930 hingga 1932. Pagelaran kemudian menjadi sebuah Kecamatan, salah satu Kecamatan terluas di Dati II Lampung Selatan. Tahun pada 21 Maret 1997 kemudian masuk Kabupaten Tanggamus dan pada 29 Oktober 2008 masuk dalam Kabupaten Pringsewu.
 
= Batas Wilayah =
Batas-Batas Wilayah '''Kecamatan Pagelaran''' sebagai berikut:{{batas_USBT|utara=[[Pagelaran Utara, Pringsewu|Kecamatan Pagelaran Utara]], [[Kabupaten Pringsewu]]|selatan=[[Bulok, Tanggamus|Kecamatan Bulok]], [[Kabupaten Tanggamus]]|barat=[[Pugung, Tanggamus|Kecamatan Pugung]], [[Kabupaten Tanggamus]]|timur=[[Pringsewu, Pringsewu|Kecamatan Pringsewu]], [[Kabupaten Pringsewu]]}}
 
= Wisata =
# Pura Bali Lugusari Kecamatan Pagelaran
# Puncak Bukit Sumberejo Kecamatan Pagelaran
# Puncak Gunung Pamenang Kecamatan Pagelaran
 
= Perguruan Tinggi =
Pengguna anonim