Buka menu utama

Perubahan

6.777 bita dihapus ,  3 tahun yang lalu
ga kompeten
<small><small />
{{Infobox person
|name = Junaidi bin Jaba
|image = Junaidi bin Jaba.jpg
|imagesize = 220px
|alt =
|caption =
|birth_name =
|birth_date = {{Birth date and age|1953|4|21}}
|birth_place = {{negara|Indonesia}} Padang Sibusuak, [[Kabupaten Sijunjung]], [[Sumatera Barat]]
|death_date = <!-- {{Death date and age|YYYY|MM|DD|YYYY|MM|DD}} (tanggal meninggal diikuti tanggal lahir) -->
|death_place =
|nationality = {{negara|Malaysia}} [[Malaysia]]
|other_names =
|alma_mater =
|occupation = [[Pengusaha]]
|known_for = Pendiri jaringan restoran Sari Ratu Malaysia
|religion = [[Islam]]
|spouse = Yusni binti Jamarun
|children = Hariman, Monarita,<br/>Enika dan M.Arifin
|parents = Ja'far (ayah)<br/>Baiyah (ibu)
}}
 
'''Junaidi bin Jaba''' ({{lahirmati|Padang Sibusuak, [[Kabupaten Sijunjung]], [[Sumatera Barat]]|21|4|1953}}) adalah seorang [[pengusaha]] [[Malaysia]] yang bersama dengan [[Auwines]], seorang pengusaha [[Indonesia]], merupakan pendiri jaringan restoran Sari Ratu di Malaysia.<ref name="padangmedia.com/8-Berita/22">[http://m.padangmedia.com/8-Berita/22-Tanah-Rantau-Mengubah-Jalan-Hidupnya.html "Tanah Rantau Mengubah Jalan Hidupnya"] ''Padangmedia.com'', 29-07-2010. Diakses 30-11-2014.</ref>
 
== Riwayat ==
==== Kehidupan pribadi ====
Junaidi lahir dari pasangan Ja'far (ayah) dan Baiyah (ibu), sepasang petani sederhana di Padang Sibusuak, Sijunjuang, Sumatera Barat. Namun Junaidi adalah seorang yang bersemangat tinggi, ia rajin membantu orang tuanya menggembala sapi dan mencari kayu bakar setiap pulang sekolah. Setelah tamat SD, Junaidi bersekolah di PGA (Pendidikan Guru Agama).<ref name="padangmedia.com/8-Berita/22"/>
 
Junaidi menikah dengan seorang wanita pilihan orang tuanya yang bernama Yusni binti Jamarun dan telah dikaruniai empat orang anak, yaitu Hariman, Monarita, Enika dan M.Arifin.
 
==== Perjalanan usaha ====
Untuk memperbaiki kehidupan keluarganya yang miskin, Junaidi yang berusia 14 tahun kala itu bertekad untuk merantau, walaupun harus meninggalkan bangku sekolah di PGA yang baru ditempuhnya selama 2 bulan lebih. Awalnya, Junaidi merantau ke suatu daerah di [[Riau]] dan bekerja serabutan dengan menjadi tukang perabot sampai berjualan kacang goreng. Enam bulan kemudian, ia pindah ke [[Kota Dumai|Dumai]], namun hanya bertahan satu bulan lalu pindah ke [[Bagansiapiapi]]<ref name="padangmedia.com/8-Berita/22"/> dan sempat menggelandang dengan tidur di lapak pedagang kaki lima.
 
Di Bagansiapiapi, Junaidi melamar bekerja pada sebuah kapal milik orang [[Tionghoa]]. Berkat kegigihannya, Junaidi akhirnya diterima bekerja di kapal itu setelah melamar sebanyak empat kali, dan selalu ditolak sebelumnya karena dianggap masih kecil. Karena kerajinan dan kejujurannya, akhirnya ia mendapat kepercayaan untuk mengantar ikan-ikan hasil tangkapan dari [[Kota Sibolga|Sibolga]], [[Sumatera Utara]] dan [[Kota Sabang|Sabang]], [[NAD|Aceh]] ke [[Singapura]].<ref name="padangmedia.com/8-Berita/22"/>
 
Pada saat sering ke Singapura itulah Junaidi mencari peluang yang lebih baik lagi. Akhirnya ia bertemu dengan seseorang bernama Herman, seorang asal [[Kota Bukittinggi|Bukittinggi]] yang mengajaknya bekerja di dok kapal di Singapura. Ia menjalani pekerjaan barunya membersihkan kapal dengan baik, sehingga iapun mendapatkan pekerjaan tambahan dengan mencuci pakaian para bule yang ada disitu. Hasil tips dari para bule tersebut ia simpan dalam bentuk deposito.
 
Pada masa selanjutnya, menjelang usia 17 tahun, Junaidi bekerja sebagai pendesain pada suatu usaha [[India|orang Bombay]]. Ia bersama dua orang temannya bahkan dipercaya mempelajari cara mendesain pakaian ke [[Korea]], [[Jepang]], dan [[Taiwan]]. Setelah sekian lama bekerja disitu, Junaidi mengundurkan diri dan mulai bertekad untuk mandiri dalam berusaha.<ref name="padangmedia.com/8-Berita/22"/> Ia kemudian mendapat kepercayaan dari pengusaha Tionghoa di Singapura untuk menjual kain ke [[Kuala Lumpur]], Malaysia. Profesi ini ia jalani beberapa lama sampai akhirnya ia memiliki toko di kawasan Jalan Masjid India, Kuala Lumpur, suatu kawasan yang dari dulu memang didominasi oleh [[Saudagar Minangkabau|pedagang asal Minangkabau]].
 
Karena kejujuran, keuletan dan keikhlasannya, usahanya terus berkembang dari waktu ke waktu, sampai ia memiliki beberapa toko yang tersebar di kota-kota besar di Malaysia, di antaranya di Jalan Masjid India Kuala Lumpur, [[Kajang]], dan [[Genting Highlands]]. Setelah merasa mapan, akhirnya Junaidi membawa istri dan dua orang anaknya yang menetap di [[Kota Medan|Medan]] ke Malaysia, dan secara bersama-sama mereka-pun mengembangkan usaha.
 
Pada sekitar tahun 1994, Junaidi tak luput dari krisis moneter yang melanda Malaysia. Beberapa tokonya terjual, sehingga hanya menyisakan dua toko saja. Sejak itulah Junaidi berpikir akan menjalankan usaha yang tahan terhadap krisis, yang kemudian menjatuhkan pilihannya pada usaha restoran.
 
Nasib kemudian membawanya bertemu dengan [[Auwines]] asal [[Sungai Puar, Agam]], seorang pengusaha restoran yang telah sukses mendirikan beberapa restoran Sari Ratu dan berbagai usaha lainnya di di Indonesia dan Malaysia. Pada tahun 2001 merekapun bersepakat mendirikan restoran masakan Minang dengan gaya yang berbeda di Desa Pandan. Usaha inipun berkembang pesat, lalu kemudian membuka cabang baru di Genting Highlands, dan berlanjut dengan cabang baru di Bukit Bintang, Kuala Lumpur, diikuti perluasan di area Ampang Water Front yang sempat diresmikan oleh [[Megawati]], serta di Mid Valley, Kuala Lumpur. Pada 7 April 2008, cabang kelima di di kawasan Kelana Jaya, [[Petaling Jaya]] diresmikan oleh Tatang Budie Utama Razak, Kuasa Usaha AD Interim [[KBRI]] Kuala Lumpur yang juga Wakil [[Duta Besar]] Indonesia di Malaysia. Jaringan restoran ini akhirnya dikenal dengan nama Indonesia Food, Authentic Nasi Padang yang bertaraf internasional.<ref name="dbswebmatic.com">[http://wm293341.dbswebmatic.com/?pg=articles&article=11413 "H Junaidi Jaba, Sukses Membawa Masakan Padang Berkelas Internasional"] ''Korandigital.com'', 01-10-2010. Diakses 30-11-2014.</ref>
 
Selain memiliki jaringan restoran Sari Ratu di Malaysia, Junaidi juga memiliki usaha garmen serta berbagai usaha lainnya di Jakarta dan Singapura.<ref name="padangmedia.com/1-Berita/68409">[http://padangmedia.com/1-Berita/68409-Pengusaha-Malaysia-Asal-Minang-Pekerjakan-Tamatan-SMK-dari-Padang.html "Pengusaha Malaysia Asal Minang Pekerjakan Tamatan SMK dari Padang"] ''Padangmedia.com'', 27-06-2011. Diakses 30-11-2014.</ref>
 
== Referensi ==
 
{{Reflist}}
 
== Pranala luar ==
 
* [https://groups.google.com/forum/?hl=id&fromgroups#!msg/rantaunet/kj6gnFoX7s8/I0c-VOoy0YYJ "Restoran Milik Pengusaha Minang di Kuala Lumpur Diresmikan"]<small> ''Palanta R@ntauNet'', 08-04-2008. Diakses 30-11-2014.<small/>
 
[[Kategori:Saudagar Minangkabau]]
[[Kategori:Tokoh Minangkabau]]
9

suntingan