Padma raksasa: Perbedaan revisi

3.468 bita ditambahkan ,  4 tahun yang lalu
Menolak 2 perubahan teks terakhir (oleh 36.72.49.111) dan mengembalikan revisi 11377843 oleh Rachmat-bot
(←Mengganti halaman dengan 'TAI')
(Menolak 2 perubahan teks terakhir (oleh 36.72.49.111) dan mengembalikan revisi 11377843 oleh Rachmat-bot)
{{noref}}
TAI
{{Taxobox
| color =
| name = Padma raksasa
| image = Rafflesia sumatra.jpg
| image_caption = Bunga Rafflesia arnoldii di Bengkulu
| status = {{StatusEndangered}}
| regnum = [[Plantae]]
| divisio = [[Magnoliophyta]]
| classis = [[Magnoliopsida]]
| ordo = [[Rafflesiales]]
| familia = [[Rafflesiaceae]]
| genus = ''[[Rafflesia]]''
| species = '''''R. arnoldii'''''
| binomial = ''Rafflesia arnoldii''
| binomial_authority = [[Robert Brown|R.Br.]]
}}
'''Padma raksasa''' ({{lang-la|Rafflesia arnoldii}}) adalah [[tumbuhan]] [[tumbuhan parasit|parasit]] obligat yang terkenal karena memiliki [[bunga]] berukuran sangat besar, bahkan merupakan bunga terbesar di [[dunia]]. Ia tumbuh di jaringan tumbuhan merambat ([[liana]]) ''[[Tetrastigma]]'' dan tidak memiliki [[daun]] sehingga tidak mampu ber[[fotosintesis]]. Penamaan bunga raksasa ini tidak terlepas oleh sejarah penemuannya pertama kali pada tahun 1818 di hutan tropis [[Bengkulu]] (Sumatera) di suatu tempat dekat Sungai Manna, Lubuk Tapi, Kabupaten Bengkulu Selatan, sehingga [[Bengkulu]] dikenal di dunia sebagai [[The Land of Rafflesia]] atau Bumi Rafflesia. Seorang pemandu yang bekerja pada Dr. Joseph Arnold yang menemukan bunga raksasa ini pertama kali. Dr. Joseph Arnold sendiri saat itu tengah mengikuti ekspedisi yang dipimpin oleh [[Thomas Stamford Raffles]]. Jadi penamaan bunga Rafflesia arnoldii didasarkan dari gabungan nama [[Thomas Stamford Raffles]] sebagai pemimpin ekspedisi dan Dr. Joseph Arnold sebagai penemu bunga. Tumbuhan ini [[tumbuhan endemik|endemik]] di [[Pulau Sumatera]], terutama bagian selatan ([[Bengkulu]], [[Jambi]], dan [[Sumatera Selatan]]). [[Taman Nasional Kerinci Seblat]] merupakan daerah konservasi utama spesies ini. Jenis ini, bersama-sama dengan anggota genus ''[[Rafflesia]]'' yang lainnya, terancam statusnya akibat penggundulan hutan yang dahsyat. Di [[Pulau Jawa]] tumbuh hanya satu jenis padma parasit, ''[[Rafflesia padma]]''.
 
Bunga merupakan parasit tidak berakar, tidak berdaun, dan tidak bertangkai. Diameter bunga ketika sedang mekar bisa mencapai 1 meter dengan berat sekitar 11 kilogram. Bunga menghisap unsur anorganik dan organik dari [[tanaman inang]] ''Tetrastigma''. Satu-satunya bagian yang bisa disebut sebagai "tanaman" adalah jaringan yang tumbuh di tumbuhan merambat ''Tetrastigma''. Bunga mempunyai lima daun mahkota yang mengelilingi bagian yang terlihat seperti mulut gentong. Di dasar bunga terdapat bagian seperti piringan berduri, berisi [[benang sari]] atau [[putik]] bergantung pada jenis kelamin bunga, jantan atau betina. Hewan penyerbuk adalah [[lalat]] yang tertarik dengan bau busuk yang dikeluarkan bunga. Bunga hanya berumur sekitar satu minggu (5-7 hari) dan setelah itu layu dan mati. Persentase pembuahan sangat kecil, karena bunga jantan dan bunga betina sangat jarang bisa mekar bersamaan dalam satu minggu, itu pun kalau ada lalat yang datang membuahi.
 
== Galeri ==
<gallery>
Berkas:Bunga Bangkai.jpg|Bunga ''Rafflesia arnoldi'' atau padma raksasa, sering dikacaukan dengan [[bunga bangkai]] karena memang sama-sama mengeluarkan bau busuk
Berkas:Rafflesia.jpg|Spesimen ''Rafflesia arnoldii'' di Kyoto Botanical Garden berasal dari hutan Bengkulu (Sumatera)
Berkas:Rafflesia sumatra.jpg|Bunga Rafflesia arnoldii
</gallery>
 
== Pranala luar ==
* {{id}} [http://www.rafflesia.or.id/ Situs web Rafflesia]
 
{{botani-stub}}
 
[[Kategori:Tumbuhan]]
[[Kategori:Tanaman asli Indonesia]]
[[Kategori:Bunga nasional Indonesia]]
7.164

suntingan