Buka menu utama

Perubahan

5 bita dihapus ,  3 tahun yang lalu
k
sdkt merapikan
Sebelum [[1880]] Kampung Kesawan dihuni oleh orang-orang [[Suku Melayu|Melayu]], namun kemudian orang-orang [[Tionghoa]] dari [[Malaka]] dan [[Tiongkok]] datang dan menetap di daerah ini sehingga Kesawan menjadi sebuah [[Pecinan]]. Setelah kebakaran besar melalap rumah-rumah kayu di Kesawan pada tahun [[1889]], para warga Tionghoa lalu mulai mendirikan [[ruko|ruko-ruko]] dua lantai yang sebagian masih tersisa hingga kini.
 
SaatPada iniawal tahun 2000-an, kawasan Kesawan telahsempat dijadikan sebagai pusat jajanan makan yang ramai pada malam harinya bernama ''Kesawan Square''. Jalan Ahmad Yani ditutup pada malam hari dan dijadikan pusat kuliner terbuka. Setelah tutup, sebagai penggantinya dibangun pusat jajanan di [[Lapangan Merdeka, Medan|Lapangan Merdeka]], depan gedung Bank Indonesia yang diberi nama [[Merdeka Walk]].
 
saat ini sudah tutup, dan pengganti pusat jajanan di sekitar kesawan berada di lapangan merdeka, depan gedung bank Indonesia yang diberi nama Merdeka Walks
 
Beberapa bangunan bersejarah yang pernah/masih eksis di daerah ini:
* kantor ''Nederlandsch Indische Escompto Maatschappij''
* [[Hotel De Boer|Hotel Natour Dharma Deli]] (dulu hotel De Boer)
* Gedung ''South East Asia Bank''
* [[Kantor Pos Besar Medan]]
* [[Stasiun Medan|Gedung Stasiun Kereta Api]], kini telah dibangun jalur khusus kereta api (Rail Airport ) yang rutenya ke bandara[[Bandara KualaNamuKualanamu]] yang terletak di daerah batang kuis (bandara Polonia telah ditutup untuk penerbangan umum digantikan dengan bandara International Kuala Namu (Kode BandaraBatang KNO)Kuis
* Titi Gantung
 
* Gedung [[Bank Modern]] (dulunya kantor perwakilan Stork)
* rumah [[Tjong A Fie]]
* Gedung Balai Kota Lama
* Bank Indonesia
* Titi Gantung
* Gedung Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Medan
* Gedung Warenhuis/Gedung AMPI