Bengkuang: Perbedaan revisi

7 bita dihapus ,  4 tahun yang lalu
k
Robot: Perubahan kosmetika
k (Membalikkan revisi 9694208 oleh 36.79.146.141 (bicara))
k (Robot: Perubahan kosmetika)
Tumbuhan ini membentuk umbi akar (''cormus'') berbentuk bulat atau membulat seperti [[gasing]] dengan berat dapat mencapai 5 kg. Kulit umbinya tipis berwarna kuning pucat dan bagian dalamnya berwarna putih dengan cairan segar agak manis. Umbinya mengandung [[gula]] dan [[Pati (polisakarida)|pati]] serta [[fosfor]] dan [[kalsium]]. Umbi ini juga memiliki efek pendingin karena mengandung kadar air 86-90%. Rasa manis berasal dari suatu [[polisakarida|oligosakarida]] yang disebut [[inulin]] (bukan [[insulin]]!), yang tidak bisa dicerna tubuh manusia. Sifat ini berguna bagi penderita [[diabetes]] atau orang yang berdiet rendah [[kalori]].
 
Umbi bengkuang biasa dijual orang untuk dijadikan bahan [[rujak]], [[asinan]], [[manisan]] <ref name=heyne_1064>{{aut|[[Karel Heyne|Heyne, K.]]}} 1987. ''Tumbuhan Berguna Indonesia'' '''II''': 1064-6. Badan Litbang Kehutanan, Departemen Kehutanan. Jakarta. (versi berbahasa [[Belanda]] [https://archive.org/stream/denuttigeplanten02heyn#page/344/mode/2up -1913- '''II''': 344], sebagai ''Pachyrrhizus bulbosus'' Kurz)</ref>, atau dicampurkan dalam masakan tradisional seperti [[tekwan]]. Umbi bengkuang sebaiknya disimpan pada tempat kering bersuhu 12&nbsp;°C hingga 16&nbsp;°C. Suhu lebih rendah mengakibatkan kerusakan. Penyimpanan yang baik dapat membuat umbi bertahan hingga 2 bulan.
 
[[Berkas:Pachyr eros 100227 0054 tdp.jpg|thumb|left|180px|[[Polong]] yang muda dan tandan bunga]]
Walaupun umbinya dapat dimakan, bagian bengkuang yang lain sangat beracun karena mengandung [[rotenon]], sama seperti [[tuba]]. Racun ini sering dipakai untuk membunuh [[serangga]] atau menangkap [[ikan]], terutama yang diambil dari biji-bijinya.<ref name=heyne_1064/>
 
Meski beracun, biji bengkuang pun dapat dijadikan bahan obat. Biji yang ditumbuk dan dicampur dengan [[belerang]] digunakan untuk menyembuhkan sejenis [[kudis]]. Sementara, di [[Jawa Tengah]], setengah butir biji bengkuang dapat digunakan sebagai [[pencahar|obat urus-urus]]. Keracunan biji bengkuang biasanya diatasi dengan meminum air [[kelapa|kelapa hijau]].<ref name=heyne_1064/> Bengkuang konon dapat digunakan untuk mempelancar [[buang air besar]] karena ia mengandung serat yang lebih tinggi daripada mangga.
 
[[Berkas:Jicama CDC.jpg|thumb|right|200px|Umbi bengkuang]]