Buka menu utama

Perubahan

12 bita ditambahkan ,  3 tahun yang lalu
k
Robot: Perubahan kosmetika
[[Berkas:National emblem of Indonesia Garuda Pancasila.svg|thumb|Garuda Pancasila Lambang Nasional Indonesia]]
 
'''Ekonomi Pancasila''' adalah sebuah [[sistem perekonomian]] yang didasarkan pada lima sila dalam [[Pancasila]].<ref name="pertama">{{cite web|url=http://www.ekonoomi.com/2013/10/macam-dan-pengertian-sistem-ekonomi.html|title=Macam dan Pengertian Sistem Ekonomi|accessdate=27 April 3014|publisher=http://www.ekonoomi.com}}</ref> Istilah Ekonomi Pancasila baru muncul pada tahun [[1967]] dalam suatu artikel Dr. [[Emil Salim]].<ref name="kedua">{{citeweb|url=http://www.ekonomikerakyatan.ugm.ac.id/My%20Web/sembul12_2.htm|author=Prof. Dr. Dawam Rahardjo|title=EKONOMI PANCASILA DALAM TINJAUAN FILSAFAT ILMU|accessdate=27 April 2014|publisher=http://www.ekonomikerakyatan.ugm.ac.id}}</ref> Ketika itu belum begitu jelas apa yang dimaksud dengan istilah itu.<ref name="kedua" /> Istilah itu menjadi lebih jelas ketika pada tahun [[1979]], Emil Salim membahas kembali yang dimaksud dengan "Ekonomi Pancasila".<ref name="kedua" /> Pada esensinya, Ekonomi Pancasila adalah suatu konsep kebijaksanaan ekonomi, setelah mengalami pergerakan seperti bandul jam dari kiri ke kanan, hingga mencapai titik keseimbangan.<ref name="kedua" /> Ke kanan artinya bebas mengikuti [[aturan pasar]], sedangkan ke kiri artinya mengalami [[intervensi negara]] dalam bentuk perencanaan terpusat.<ref name="kedua" /> Secara sederhana, Ekonomi Pancasila dapat disebut sebagai sebuah sistem ekonomi pasar dengan pengendalian pemerintah atau "ekonomi pasar terkendali".<ref name="kedua" /> Mungkin ada istilah-istilah lain yang mendekati pengertian "Ekonomi Pancasila", yaitu [[sistem ekonomi campuran]], maksudnya campuran antara [[sistem kapitalisme]] dan [[sosialisme]] atau ''sistem ekonomi jalan ketiga''.<ref name="kedua" />
 
Kedua istilah tersebut memiliki banyak variasi di dunia.<ref name="kedua" /> [[Sistem ekonomi]] yang berlaku di [[Amerika Utara]] dan [[Eropa Barat]] umpamanya, dapat disebut sebagai sistem ekonomi campuran, karena sudah tidak asli kapitalis, tetapi bukan pula sosialis.<ref name="kedua" /> Namun persepsi umum menilai bahwa sistem ekonomi Amerika Serikat adalah sebuah model [[ekonomi kapitalis]] yang paling representatif, sedangkan sistem ekonomi di [[Uni Soviet]] (dulu sampai [[1991]]) atau [[Republik Rakyat Tiongkok]] adalah [[model ekonomi]] sosialis yang paling baku.<ref name="kedua" /> Model ekonomi yang mendekati model ekonomi campuran adalah sistem ekonomi [[Inggris]] atau negara-negara Eropa Barat yang lazim disebut juga sebagai negara kesejahteraan ''[[welfare state]]''.<ref name="kedua" />
[[Berkas:Pancasila Perisai.svg|150px|thumb|Kelima Lambang dalam Ideologi Pancasila]]
 
== Ontologis ==
Secara historis, sistem Ekonomi Pancasila bukanlah hal yang baru, baik dilihat dari segi filosofis, konsepsi, maupun implementasi.<ref name="keempat">{{citeweb|url=http://pelitaonline.com/opinions/membumikan-sistem-ekonomi-pancasila|title=Membumikan Sistem Ekonomi Pancasila|accessdate=27 April 2014|publisher=http://pelitaonline.com}}</ref> Bahkan sistem Ekonomi Pancasila telah dipraktikkan secara nyata dalam kebijakan pembangunan ekonomi sejak Indonesia merdeka.<ref name="keempat" />
 
 
== Karakteristik ==
[[FileBerkas:COLLECTIE TROPENMUSEUM Een marktkraam met groente op de Pasar te Malang Oost-Java. TMnr 60005861.jpg|thumb|Pasar tradisional merupakan sumber perekonomian bangsa Indonesia, di mana perekonomian bangsa dibangun terutama banyak masyarakat yang menggantungkan diri, salah satunya ialah pasar Malang.]]
Terdapat lima ciri pokok pada konsep Ekonomi Pancasila, yakni:
* Dikembangkannya [[koperasi]];
[[Berkas:COLLECTIE TROPENMUSEUM Verkoop van pajongs (parasols) langs een van de hoofdstraten van Madiun Oost-Java TMnr 10002688.jpg|200px|jmpl|Pasar merupakan urat nadi perekonomian Indonesia]]
 
== Kebijakan Perekonomian ==
Pemerintah telah menerbitkan paket [[kebijakan ekonomi]] tambahan pada Oktober 2013.{{fact}} Kebijakan tersebut ditargetkan bisa mengurangi laju [[impor]], mendorong [[ekspor]], memperkuat [[struktur industri]], dan menahan keluarnya modal asing.<ref name="ketujuh">{{citeweb|url=http://www.tempo.co/read/news/2013/09/30/087517875/Pemerintah-Terbitkan-Paket-Kebijakan-Ekonomi-Baru|title=Pemerintah Terbitkan Paket Kebijakan Ekonomi Baru|accessdate=28 April 2014|publisher=www.tempo.co}}</ref><ref name="kedelapan">{{citeweb|url=http://bisnis.liputan6.com/read/2016310/pemerintah-siapkan-paket-kebijakan-ekonomi-jilid-3|title=Pemerintah Siapkan Paket Kebijakan Ekonomi Jilid 3|accessdate=28 April 2014|publisher=http://bisnis.liputan6.com}}</ref> Konsep dan instrumen yang akan digunakan dalam kebijakan ini telah rampung di mana paket baru ini adalah tindak lanjut atas kebijakan Agustus 2013, yang berfokus pada antisipasi [[gejolak ekonomi]] akibat penghentian stimulus [[Federal Reserve System|Bank Sentral Amerika Serikat]].<ref name="ketujuh" /><ref name="kedelapan" /> Paket kebijakan Oktober lebih mengarah pada reformasi struktural.<ref name="ketujuh" />
 
Pada Agustus 2013, pemerintah mengeluarkan paket [[kebijakan stabilisasi perekonomian]].<ref name="ketujuh" /> Strategi tersebut dibagi dalam empat paket, yakni perbaikan neraca transaksi berjalan, menjaga pertumbuhan ekonomi dan daya beli, menjaga [[inflasi]] dan percepatan investasi.<ref name="ketujuh" /><ref name="kedelapan" />
 
== Rujukan ==
{{reflist}}
 
== Lihat juga ==
* [[Mubyarto]]
* [[Kebijakan perekonomian Indonesia]]
* [[Pancasila]]
 
[[Kategori:Sejarah Indonesia]]
565.425

suntingan