Penduduk asli Taiwan: Perbedaan revisi

1.146 bita ditambahkan ,  4 tahun yang lalu
Periode Belanda berakhir pada 1662 saat pasukan loyalis [[Dinasti Ming|Ming]] dari Zheng Chenggong ([[Koxinga]]) mendepak Belanda dan mendirikan [[Kerajaan Tungning|kerajaan keluarga Zheng]] yang berusia pendek di Taiwan. Keluarga Zheng membawa 70,000 prajurit ke Taiwan dan mulai memnyelesaikan traktat-traktat lahan untuk mendukung pasukan mereka. Disamping bertarung dengan Kekaisaran Qing sebelum pendudukan, keluarga Zheng berfokus untuk menyejahterakan penduduk asli di Taiwan. Keluarga Zheng membangun aliansi, mengumpulkan pajak dan mendirikan sekolah-sekolah penduduk asli, dimana pendidik asli Taiwan pertama kali diperkenalkan dengan [[Konghucu Klasik]] dan penulisan Tionghoa.<ref>{{Harvcol|Shepherd|1993|pp=92–103}}</ref> Namun, pengaruh bangsa Belanda sangat mendarah-daging di antara masyarakat pribumi Taiwan. Pada abad ke-19 dan ke-20, para penjelajah bangsa Eropa menulis bahwa mereka disambut sebagai kerabat oleh orang pribumi yang mengira mereka adalah orang Belanda yang telah berjanji untuk kembali.<ref>{{Harvcol|Pickering|1898|pp=116–18}}</ref>
 
=== Penguasaan Qing (1683–1895){{anchor|Penguasaan Qing}}===
{{see also|Insiden Rover|Ekspedisi Formosa|Insiden Mudan (1871)|Invasi Jepang ke Taiwan (1874)|Kampanye Keelung|Pertempuran Tamsui}}
[[Berkas:BaksaFormosaHuntingParty1871b.jpg|thumb|Sebuah foto sekelompok pemburu penduduk asli dengan [[Anjing Pegunungan Formosa]] mereka di [[Distrik Muzha|Ba̍k-sa]], karya [[John Thomson (fotografer)|John Thomson]], 1871: "A Native Hunting Party Baksa Formosa 1871" 木柵原住民的狩獵祭典.]]
Setelah pemerintah [[Qing]] mengalahkan pasukan loyalis Ming yang meliputi keluarga Zheng pada 1683, sebagian Taiwan menjadi makin terintegrasi dalam Kekaisaran Qing.<ref>{{Harvcol|Teng|2004|pp=35–60}}</ref> Pasukan Qing menguasai wilayah barat yang sangat berpenduduk di Taiwan selama lebih dari dua abad, sampai 1895. Era tersebut dikarakteristikan dengan peningkatan jumlah Tionghoa Han di Taiwan, yang menimbulkan keteganggan sosial, peralihan hak milik (dalam berbagai arti) sebagian besar lahan dari penduduk asli ke Han, dan [[akulturasi]] yang hampir bulat terhadap [[Penduduk Asli Dataran Rendah Taiwan|Penduduk Asli Dataran Rendah]] ke kebiasaan Han Taiwan.
 
Pemerintah [[Qing]] membolehkan imigrasi suku Han secara terbatas ke Taiwan dan mengakui klaim suku tanah datar terhadap lahan perburuan rusa dan tanah adat suku. Qing berharap mengubah suku-suku tanah datar menjadi rakyat setia. Pihak berwenang Qing mengambil pajak per kepala dan [[rodi]] pada orang pribumi. Hal ini membuat orang pribumi tanah datar secara langsung bertanggung jawab atas bayaran kepada yang berwenang. Untuk mengesahkan kebijakan pajak mereka, pejabat Qing menunjuk orang pribumi Taiwan yang berdasarkan kemampuan mereka untuk membayar pajak kepada Qing.