Penduduk asli Taiwan: Perbedaan revisi

1.517 bita ditambahkan ,  4 tahun yang lalu
Tingkat salah satu kelompok tersebut dengan kelompok lainnya tidak jelas. Preferensi untuk satu eksplanasi terhadap kelompok lainnya terkadang dipredikatkan atas dasar sebuah sudut pandang politik yang diberikan. Efek kumulatif dari perubahan tersebut terjadi pada permulaan abad ke-20 dimana para Penduduk Asli Dataran Rendah hampir secara menyeluruh terakulturasi dalam kelompok etnis Han yang lebih besar, dan hampir mengalami [[peralihan bahasa]] total dari [[rumpun bahasa Formosa]] mereka masing-masing ke [[rumpun bahasa Sinitik|Tionghoa]]. Selain itu, batasan hukum untuk penggunaan marga tradisional dan juga batasan kebudayaan masih terjadi sampai saat ini. Para penduduk asli tidak diijinkan untuk menggunakan nama-nama tradisional mereka pada kartu-kartu identitas resmi sampai 1995 ketika sebuah larangan tentang penggunaan nama-nama penduduk asli yang berasal dari tahun 1946 akhirnya diangkat.<ref name="names">{{Harvcoltxt|Low|2005}} menyatakan: "Menurut sebuah dokumenter yang dirilis oleh departemen urusan etnis [[Partai Progresif Demokratik]], meskipun para penduduk asli sekarang masih tidak boleh menggunakan nama-nama tradisional mereka setelah amandemen 1995 terhadap Undang-Undang Nama Pribadi, hanya 890 orang dari total 460,000 penduduk asli di Taiwan yang menggunakannya karena stigma masa lalu terhadap nama-nama tersebut dan terkomplikasi formalitas yang dilibatkan"</ref> Salah satu rintangannya adalah pendaftaran rumah tangga hanya memperbolehkan maksimum 15 karakter untuk nama-nama pribadi. Namun, nama-nama penduduk asli masih secara fonetik diterjemahkan dalam [[karakter Tionghoa]], dan beberapa nama masih memiliki jumlah karakter lebih dari itu.<ref>{{Harvcol|Loa|2007}}</ref>
 
== Sejarah suku bangsa pribumipenduduk asli==
{{See also|Taiwan pada masa prasejarah|Sejarah Taiwan}}
Taiwan disebut oleh banyak ahli bahasa dan linguistik sebagai negeri asal [[bahasa Austronesia]]. Dipercayai bahwa bahasa dan kebudayaan Austronesia berasal dari Taiwan sekitar 6.000 tahun karena perbedaan yang sangat tajam dengan bahasa-bahasa Austronesia lainnya di Asia sebelah selatan. Bukti linguistik menunjukkan bahwa bahasa-bahasa Formosa lebih ragam di Taiwan daripada bahasa-bahasa Austronesia lainnya.
[[Berkas:PepoWomanChild S.jpg|thumb|Seorang anak dan wanita Penduduk Asli Dataran Rendah karya Paul Ibis, 1877]]
 
[[Berkas:Young Maori man dancing.jpg|thumb|Seorang pria muda [[suku Māori|Māori]] dari [[Selandia Baru|Selandia Baru (Aotearoa)]] ditampilkan dalam kelompok [[kapa haka]]. Suku bangsa Austronesia berasal dari [[Taiwan]]<ref name="Diamond-2000">{{cite journal | doi = 10.1038/35001685 | last1 = Diamond | first1 = JM | year = 2000 | title = Taiwan's gift to the world | journal = Nature | volume = 403 | issue = 6771| pages = 709–710 | pmid = 10693781 }}</ref> yang bermigrasi ke [[Asia Tenggara]], [[Oseania]] ([[Polinesia]]), [[Afrika]] ([[Madagaskar]]) dan yang paling jauh [[Amerika Selatan]].<ref name="coco">{{cite journal|last=Gunn|first=Bee|author2=Luc Baudouin |author3=Kenneth M. Olsen |title=Independent Origins of Cultivated Coconut (''Cocos nucifera'' L.) in the Old World Tropics|journal=PLoS ONE|year=2011|volume=6|issue=6|pages=e21143|doi=10.1371/journal.pone.0021143|pmid=21731660|url=http://www.plosone.org/article/info:doi%2F10.1371%2Fjournal.pone.0021143|pmc=3120816}}</ref><ref>Van Tilburg, Jo Anne. 1994. ''Easter Island: Archaeology, Ecology and Culture.'' Washington D.C.: Smithsonian Institution Press</ref><ref>Langdon, Robert. The Bamboo Raft as a Key to the Introduction of the Sweet Potato in Prehistoric Polynesia, ''The Journal of Pacific History', Vol. 36, No. 1, 2001</ref>]]
Ahli bahasa menyadari pemisahan linguistik yang lebih awal menandakan pemisahan dan permukiman yang paling awal.
Penduduk asli Taiwan adalah [[suku bangsa Austronesia]], dengan hubungan linguistik dan genetik dengan kelompok etnis Austronesia lainnya, seperti bangsa [[Filipina]], [[Malaysia]], [[Indonesia]], [[Madagaskar]] dan [[Oseania]].<ref>{{Harvcolnb|Hill|Soares|Mormina|Macaulay|2007}}</ref><ref>{{Harvcolnb|Bird|Hope|Taylor|2004}}</ref> Peralatan pemecah batu yang berawal dari awal 15,000 tahun yang lalu menunjukan bahwa pemukiman manusia awal dari Taiwan adalah budaya [[Paleolitikum]] pada zaman [[Pleistosen]]. Suku bangsa tersebut bertahan hidup dengan memakan kehidupan laut. Bukti-bukti arkeologi menunjukan perubahan pada zaman [[Neolitikum]] yang terjadi pada sekitar 6,000&nbsp;tahun yang lalu, dengan kemajuan pertanian, hewan hinak, pengolahan batu dan tembikar. [[Alat pemotong baru]] diproduksi massal di [[Penghu]] dan pulau-pulau sekitarnya, yang terbuat dari bebatuan vulkanik yang ditemukan di sana. Bukti sejarah tersebut menunjukkan lalu lintas laut yang padat terjadi di antara Taiwan dan pulau-pulau tersebut pada masa tersebut.<ref>{{Harvcol|Rolett|Jiao|Lin|2002|pp=307–8; 313}}</ref>
Menurut pemerintah Republik China, ada 11 suku di Taiwan yang memenuhi syarat untuk mendapat status suku, tetapi studi lapangan menunjukkan bahwa mungkin ada sebanyak 26 kelompok linguistik. Dan suku-suku Babuza, Popora, Hoanya, Siraya, Taokas dan Pazeh dimasukkan dalam studi bidang Jepang sampai 1945.
 
Arsip-arsip [[VOC]] [[Belanda]] menyediakan catatan-catatan terawal tentang kehidupan di Taiwan. Mereka melaporkan telah berjumpa dengan suku-suku bangsa di lading barat dan suku-suku bangsa lainnya di sebelah selatan dan tenggara.
 
== Suku-suku tanah datar ==