Penduduk asli Taiwan: Perbedaan revisi

2.795 bita ditambahkan ,  4 tahun yang lalu
===Marga dan identitas===
Beberapa faktor menyebabkan asimilasi [[Penduduk Asli Dataran Rendah Taiwan|Penduduk Asli Dataran Rendah]].<ref name="surname">Salah satu catatan dari "perubahan identitas" tersebut terjadi di wilayah yang disebut Rujryck oleh Belanda, sekarang bagian dari kota [[Taipei]]. Sebuah dokumen yang ditandatangani oleh para kepala desa dari tahun ketujuh [[Kaisar Qianlong|era Qianlong]] menyatakan: "Kami awalnya tidak memiliki marga, mohon berikan kami marga-marga Han, Pan, Chen, Li, Wang, Tan, dll" {{Harvcol|Pan|2002|p=30}}.</ref> Mengambil sebuah nama Han adalah sebuah langkah maju dalam pengambilan nilai-nilai Konghucu dalam masyarakat penduduk asli.<ref>{{Harvcol|Liu|2002|pp=31–2}}</ref> Nilai-nilai Konghucu meningkatkan pengakuan sebagai warga negara penuh dan untuk beroperasi pada negara Konghucu Qing.<ref name="Ebrey 1996 19–34">{{Harvcolnb|Ebrey|1996|pp=19–34}}</ref> Sebuah marga dalam masyarakat Han dipandang sebagai penanda pengedahan paling penting dari hubungan leluhur garis ayah pada [[Kaisar Kuning]] (Huang Di) dan [[Tiga Sosok Agustus dan Lima Kaisar#Lima kaisar|Lima Kaisar]] dari mitologi Han.<ref>{{Harvcol|Ebrey|1996|pp=26}}</ref> Selain itu, kedudukan dari sebuah marga Han memberikan manfaat ekonomi dan sosial yang signifikan bagi penduduk asli, meskipun sebelumnya memiliki identitas non-Han atau berdarah campuran. Dalam beberapa kasus, para anggota Penduduk Asli Dataran Rendah mengadopsi marga Han [[Pan (marga)|Pan]] (潘) sebagai sebuah modifikasi dari status rancangan mereka sebagai Fan (番: "orang barbar").<ref name="pan">Perubahan tersebut hanya melibatkan penambahan radikal air pada karakter tersebut {{Harvcol|Shepherd|1993||p=384}}</ref> Sebuah keluarga Pazeh menjadi anggota dari penduduk lokal<ref>{{Harvcolnb|Pan|1996|pp=440–62}}</ref><ref>{{Harvcolnb|Hong|1997|pp=310–15}}</ref> diselesaikan dengan garis keturunan pada provinsi Fujian. Pada kasus lainnya, keluarga penduduk asli dataran rendah mengadopsi marga Han umum, namun garis keturunan leluhur terawal mereka berasal dari wilayah Taiwan.
 
Dalam beberapa kasus, sekelompok besar imigran Han disatukan di bawah sebuah marga umum untuk membentuk sebuah persaudaraan. Persaudaraan tersebut digunakan sebagai sebuah bentuk pertahanan, karena setiap saudara yang diangkat terikat pada keterikatan darah untuk membantu seorang saudara yang membutuhkan. Kelompok-kelompok persaudaraan tersebut menghubungkan nama-nama mereka pada sebuah pohon keluarga, dalam esensi membangun sebuah silsilah yang berdasarkan pada nama ketimbang darah, dan menempatkan organisasi-organisasi kekerabatan yang umumnya ditemukan di Tiongkok. Praktik tersebut sangat merebak pada buku-buku keluarga saat ini yang sebagian besar tidak bisa diandalkan.<ref name="Ebrey 1996 19–34"/><ref>{{Harvcolnb|Hsu|1980|pp=31–4;90–105}}</ref> Beberapa Penduduk Asli Dataran Rendah bergabung dengan persaudaraan-persaudaraan tersebut untuk mendapatkan perlindungan kolektif sebagai jenis kebijakan asuransi melawan perselisihan regional, dan melalui kelompok-kelompok tersebut, mereka mendapatkan identitas Han dengan garis keturunan Han.
 
Tingkat salah satu kelompok tersebut dengan kelompok lainnya tidak jelas. Preferensi untuk satu eksplanasi terhadap kelompok lainnya terkadang dipredikatkan atas dasar sebuah sudut pandang politik yang diberikan. Efek kumulatif dari perubahan tersebut terjadi pada permulaan abad ke-20 dimana para Penduduk Asli Dataran Rendah hampir secara menyeluruh terakulturasi dalam kelompok etnis Han yang lebih besar, dan hampir mengalami [[peralihan bahasa]] total dari [[rumpun bahasa Formosa]] mereka masing-masing ke [[rumpun bahasa Sinitik|Tionghoa]]. Selain itu, batasan hukum untuk penggunaan marga tradisional dan juga batasan kebudayaan masih terjadi sampai saat ini. Para penduduk asli tidak diijinkan untuk menggunakan nama-nama tradisional mereka pada kartu-kartu identitas resmi sampai 1995 ketika sebuah larangan tentang penggunaan nama-nama penduduk asli yang berasal dari tahun 1946 akhirnya diangkat.<ref name="names">{{Harvcoltxt|Low|2005}} menyatakan: "Menurut sebuah dokumenter yang dirilis oleh departemen urusan etnis [[Partai Progresif Demokratik]], meskipun para penduduk asli sekarang masih tidak boleh menggunakan nama-nama tradisional mereka setelah amandemen 1995 terhadap Undang-Undang Nama Pribadi, hanya 890 orang dari total 460,000 penduduk asli di Taiwan yang menggunakannya karena stigma masa lalu terhadap nama-nama tersebut dan terkomplikasi formalitas yang dilibatkan"</ref> Salah satu rintangannya adalah pendaftaran rumah tangga hanya memperbolehkan maksimum 15 karakter untuk nama-nama pribadi. Namun, nama-nama penduduk asli masih secara fonetik diterjemahkan dalam [[karakter Tionghoa]], dan beberapa nama diperbolehkan untuk memiliki jumlah karakter lebih dari itu.<ref>{{Harvcol|Loa|2007}}</ref>
 
== Sejarah suku bangsa pribumi ==