Bagoes Hadikoesoemo: Perbedaan revisi

286 bita dihapus ,  4 tahun yang lalu
Menghapus keterangan peranan besar beliau dalam perumusan pembukaan UUD 1945. Hal tersebut tidak benar. Beliau hanya sebagai anggota biasa, pun tidak ikut di dalam panitia sembilan.
k (Robot: Perubahan kosmetika)
(Menghapus keterangan peranan besar beliau dalam perumusan pembukaan UUD 1945. Hal tersebut tidak benar. Beliau hanya sebagai anggota biasa, pun tidak ikut di dalam panitia sembilan.)
Selanjutnya Ki Bagus pernah menjadi Ketua Majelis Tabligh (1922), Ketua Majelis Tarjih, anggota Komisi MPM Hoofdbestuur Muhammadijah (1926), dan Ketua PP Muhammadiyah (1942-1953). Ia sempat pula aktif mendirikan perkumpulan sandiwara dengan nama Setambul. Selain itu, bersama kawan-kawannya ia mendirikan klub bernama Kauman Voetbal Club (KVC), yang kelak dikenal dengan nama Persatuan Sepak Bola Hizbul Wathan (PSHW).
 
Pada tahun [[1937]], Ki Bagus diajak oleh [[Mas Mansoer]] untuk menjadi Wakil Ketua PP [[Muhammadiyah]]. Pada tahun 1942, ketika [[KH Mas Mansur]] dipaksa Jepang untuk menjadi ketua [[Putera]] (Pusat Tenaga Rakyat), Ki Bagus menggantikan posisi ketua umum yang ditinggalkannya. Posisi ini dijabat hingga tahun 1953. Semasa menjadi pemimpin Muhammadiyah, ia termasuk dalam anggota [[BPUPKI]] dan [[PPKI]].
 
Semasa menjadi pemimpin Muhammadiyah, ia termasuk dalam anggota [[BPUPKI]] dan [[PPKI]]. Ki Bagus Hadikusumo sangat besar peranannya dalam perumusan Muqadimah UUD 1945 dengan memberikan landasan ketuhanan, kemanusiaan, keberadaban, dan keadilan. Pokok-pokok pikirannya dengan memberikan landasan-landasan itu dalam Muqaddimah UUD 1945 itu disetujui oleh semua anggota PPKI.
 
Ki Bagus aktif membuat karya tulis, antara lain ''Islam Sebagai Dasar Negara'' dan ''Achlaq Pemimpin''. Karya-karyanya yang lain yaitu ''Risalah Katresnan Djati'' (1935), ''Poestaka Hadi'' (1936), ''Poestaka Islam'' (1940), ''Poestaka Ichsan'' (1941), dan ''Poestaka Iman'' (1954).
213

suntingan