Sinar Harapan: Perbedaan revisi

902 bita ditambahkan ,  3 tahun yang lalu
Harian Umum Sinar Harapan berhenti terbit karena masalah Investor.
k (tidy up, replaced: Ijin → Izin (2))
(Harian Umum Sinar Harapan berhenti terbit karena masalah Investor.)
| founder =
| publisher = PT. Sinar Harapan Persada
| firstdate = 27 April 1961
| ceased publication = 2 Oktober 1965<br />2 Januari 1973<br />20 Januari 1978<br />Oktober 1986<br />1 Januari 2016
| relaunched = 8 Oktober 1965<br />12 Januari 1973<br />4 Februari 1978<br />2 Juli 2001
| free = [http://www.sinarharapan.co/epaper/ Sinar Harapan Daily Booth]
| dirinteractive =
|first publication=27 April 1961|Last Publication=31 Desember 2015|Status=Tutup|Launched=27 April 1961}}
}}
 
'''''Sinar Harapan''''' adalah sebuah [[koran]] atau surat kabar [[Indonesia]] yang telah terbit kembali pada tahun [[2001]] setelah dibredel pada tahun [[1986]].
Pada tanggal 2 Oktober 1965, Sinar Harapan dibreidel supaya peristiwa G 30 S-PKI tidak diekspos secara bebas oleh media. Hanya media-media tertentu saja yang boleh terbit. Pada tanggal 8 Oktober 1965 Sinar Harapan diperbolehkan kembali terbit. Pada bulan Juli 1970 pemerintah Orba menyorot pemberitaan Sinar Harapan yang mengekspos laporan Komisi IV mengenai korupsi. Pemerintah menganggap Sinar Harapan telah melanggar kode etik pers karena mendahului Presiden karena laporan Komisi IV tersebut baru akan dibacakan Presiden pada tanggal 16 agustus 1970. Namun beberapa pihak justru memuji Sinar Harapan yang unggul dalam news getting. Dalam kasus ini, Dewan Kehormatan PWI menyimpulkan bahwa belum melihat cukup alasan untuk mengatakan telah terjadi pelanggaran kode etik pers oleh Sinar Harapan.
 
Pada bulan Januari 1972 kembaliktembali Sinar Harapan berurusan dengan Dewan Kehormatan Pers karena pemberitaan tanggal 31 Desember 1971 dengan judul tulisan “Presiden larang menteri-menteri beri fasilitas pada proyek Mini”. Tanggal 2 Januari 1973 Pangkokamtib mencabut sementara Surat Izin Cetak Sinar Harapan berkaitan dengan pemberitaan RAPBN dengan judul “Anggaran ‘73-’74 Rp. 826 milyard”. Pada tanggal 12 Januari 1973 Sinar Harapan diperbolehkan terbit kembali. Terkait dengan peristiwa “Malari” 1974, kembali sejumlah media dibreidel, termasuk Sinar Harapan. Tanggal 20 Januari 1978 pukul 20.21 Sinar Harapan melalui telepon diperintahkan tidak terbit untuk esok harinya oleh Pendam V Jaya. Hal tersebut kemungkinan karena Sinar Harapan dan beberapa media lain memberitakan kegiatan mahasiswa yang dianggap dapat memanaskan situasi politik. Tanggal 4 Februari 1978 Sinar Harapan diperbolehkan terbit kembali. Dan yang paling memukul adalah pembatalan SIUPP (Surat Izin Usaha Penerbitan) oleh pemerintah Soeharto pada pada bulan Oktober 1986 akibat Sinar Harapan memuat head line “Pemerintah Akan Cabut 44 SK Tata Niaga Bidang Impor”. Breidel ini mengakibatkan 15 tahun lamanya Sinar Harapan dipaksa tidak boleh terbit.
 
== Terbit Kembali ==
 
Saat terbit kembali, pembaca pertama koran Sinar Harapan adalah Budi Purwanto. Dia merupakan salah satu orang di bagian percetakan. Kebetulan, saat itu dia sedang bertugas di percetakan saat Sinar Harapan yang baru, naik cetak lagi setelah pembredelan.
 
== Berhenti Terbit ==
Harian Umum Sore "Sinar Harapan" resmi menghentikan penerbitannya mulai 1 Januari 2016 karena masalah Investor yang melepaskan investasinya di Sinar Harapan.<ref>{{Cite web|url=http://www.satuharapan.com/read-detail/read/ditinggal-investor-sinar-harapan-tutup-2016|title=Satu Harapan: Ditinggal Investor, Sinar Harapan Tutup 2016|last=satuharapan.com|first=Sinar Kasih,|website=SatuHarapan.com|access-date=2016-07-29}}</ref> Pada Edisi terakhirnya, 31 Desember 2015 Daud Sinjal, selaku Pemimpin Umum Harian Sinar Harapan menyampaikan Pamit, Terima Kasih dan Mohon Maaf kepada pembaca setianya atas perjalanannya sejak pertama terbit, pembredelan, penerbitan kembali, hingga berhenti terbit.<ref>Harian Sinar Harapan edisi 31 Desember 2015
 
http://www.sinarharapan.co/epaper/2015/12/31/
 
Diakses 30 Juli 2016
</ref>
 
== Pranala luar ==
135

suntingan