Rasuna Said: Perbedaan revisi

59 bita dihapus ,  4 tahun yang lalu
Menolak perubahan teks terakhir (oleh 202.67.41.10) dan mengembalikan revisi 10825635 oleh Wagino Bot: kalau ada rujukannya, pasti akan kita terima
(Menolak perubahan teks terakhir (oleh 202.67.41.10) dan mengembalikan revisi 10825635 oleh Wagino Bot: kalau ada rujukannya, pasti akan kita terima)
==Setelah kemerdekaan==
 
Setelah [[kemerdekaan Indonesia]], Rasuna Said aktif di Badan Penerangan Pemuda Indonesia dan Komite Nasional Indonesia. Rasuna Said duduk dalam Dewan Perwakilan Sumatera mewakili daerah Sumatera Barat setelah Proklamasi Kemerdekaan. Ia diangkat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Serikat (DPR RIS), kemudian menjadi anggota Dewan Pertimbangan Agung setelah [[Dekrit Presiden 5 Juli 1959]] sampai akhir hayatnya. Ia meninggal akibat penyakit [[kanker darah]] pada tanggal, 2 November 1965 di Jakarta. H.R. Rasuna Said meninggalkan seorang putri (Auda Zaschkya Duski) dan 6 cucu (Kurnia Tiara Agusta, Anugerah Mutia Rusda, Moh. Ibrahim, Moh. Yusuf, Rommel Abdillah dan Natasha Quratul'Ain).
 
Rasuna Said diangkat sebagai salah satu Pahlawan Nasional berdasarkan Surat Keputusan Presiden RI No. 084/TK/Tahun 1974 tanggal 13 Desember 1974.