Buka menu utama

Perubahan

1.532 bita ditambahkan ,  3 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
| kecamatan = 4
| kelurahan= 18
| penduduk = 210203.153
| kepadatan = 848
| penduduktahun=(2014)
|pendudukref = <ref>{{cite web|url=http://www.penghubungkepri.org/index.php/id/profile-daerah/10-profile-daerah/49-tanjung-pinang|title=Profil Daerah Tanjungpinang|accessdate=2015-07-06}}</ref>
| suku = [[Melayu]], [[Suku Jawa|Jawa]], [[Tionghoa-Indonesia|Tionghoa]], [[Orang Minang|Minang]], [[Suku Batak|Batak]], [[Suku Sunda|Sunda]], [[FloresSuku Bugis|Bugis]], [[Suku Laut|Orang Laut]]
| bahasa = [[Bahasa Melayu|Melayu]], [[Bahasa Jawa]], [[Bahasa Hokkien]], [[Bahasa Minang]], [[Bahasa Tiochiu]]
| agama = [[Islam]], [[Kristen]], [[Buddha]], [[Konghucu]], [[Hindu]]
| zona = WIB
*Pernah menjadi pusat pemerintahan [[Kesultanan Lingga|Kesultanan Riau-Lingga]].
}}
'''Tanjungpinang''' atau '''Tanjung Pinang''' (disingkat '''Tg. Pinang''') adalah [[ibu kota]] [[Kepulauan Riau]], [[Indonesia]]. Yang terletak di [[Pulau Bintan]] dengan koordinat 0º5' LU dan 104º27' BT.
 
Kota ini memiliki cukup banyak daerah pariwisata seperti [[Pulau Penyengat]] yang hanya berjarak kurang lebih 2 mil dari [[Pelabuhan Sri Bintan Pura]], [[Pantai Trikora]] dengan pasir putihnya terletak kurang lebih 65 km dari kota, dan Pantai Buatan yaitu [[Tepi Laut (Tanjungpinang)|Tepi Laut]] yang terletak di garis pantai pusat kota sebagai pemanis atau wajah kota (''waterfront city'').
 
Pelabuhan Laut Tanjungpinang di Sri Bintan Pura memiliki kapal-kapal jenis [[feri]] dan feri cepat (''speedboat'') untuk akses domestik ke pulau [[Batam]] dan pulau-pulau lain seperti [[Kepulauan Karimun]] dan [[Kundur]], serta kota-kota lain di Riau. Pelabuhan ini juga merupakan akses internasional ke [[Malaysia]] dan [[Singapura]].
== Sejarah ==
{{utama|Sejarah Kota Tanjungpinang}}
Berdasarkan [[Sulalatus Salatin]], Tanjungpinang merupakan bagian dari [[Kerajaan MelakaMalaka]]. Setelah jatuhnya [[MelakaMalaka]] ke tangan [[Portugal]], [[Mahmud Syah dari MelakaMalaka|Sultan Mahmud Syah]] menjadikan kawasan ini sebagai pusat pemerintahan [[Kesultanan MelakaMalaka]]. Kemudian menjadi pusat pemerintahan [[Kesultanan Johor]], sebelum diambil alih oleh [[Belanda]] setelah mereka menundukan perlawanan [[Raja Haji Fisabilillah]] tahun 1784 di [[Pulau Penyengat]].
 
Pada masa [[Hindia Belanda]], Tanjungpinang merupakan pusat pemerintahan ''KaresidenanResidentie Riouw''. Kemudian di awal kemerdekaan [[Indonesia]], menjadi ibu kota [[Kabupaten Kepulauan Riau]]. Pada tahun 1957, Tanjungpinang menjadi ibu kota [[Provinsi Riau]]. Namun dua tahun kemudian ibu kota propinsi itu dipindahkan ke [[Kota Pekanbaru|Pekanbaru]].<ref name="BPS 2015">Kota Tanjungpinang Dalam Angka 2015, Badan Pusat Statistik, 2015</ref> Setelah itu statusnya menjadi [[Kota Administratif]] hingga tahun 2000. Berdasarkan UU Nomor 5 Tahun 2001, pada tanggal 21 Juni 2001 statusnya ditingkatkan menjadi Kota Tanjungpinang. Pusat pemerintahan yang semula berada di pusat Kota Tanjungpinang, kemudian dipindahkan ke [[Senggarang, Tanjung Pinang Kota, Tanjung Pinang|Senggarang]] (bagian utara kota).<ref>[http://www.tanjungpinangpos.co.id/2015/117188/dulu-terpisah-kini-jadi-pusat-pemerintahan/ Dulu Terpisah Kini Jadi Pusat Pemerintahan]</ref> Hal ini bertujuan untuk pemerataan pembangunan serta mengurangi kepadatan penduduk yang selama ini berpusat di Kota Lama (bagian barat kota). Pada tahun 2002, Kota Tanjungpinang kembali menjadi ibu kota provinsi, yakni Provinsi Kepulauan Riau.
 
== Pemerintahan ==
! Jumlah (%)
|-----
| [[Suku Melayu|Melayu]] || align="right" | 83 %30,7
|-----
| [[Suku Jawa|Jawa]] || align="right" | 5 %27,9
|-----
| [[Tionghoa-Indonesia|Tionghoa]] || align="right" | 10 %13,5
|-----
| [[Suku SundaMinangkabau|SundaMinangkabau]] || align="right" | 09,8 %5
-----
[[Suku Flores ]] 0,5 %
|-----
| [[Suku Batak|Batak]] || align="right" | 6,6
|[[Lain-Lain]] 0,7%
|-----
| colspan="2" | <small>Sumber: Sensus Penduduk Tahun 2010<ref>Nicholas J. Long; Being Malay in Indonesia: Histories, Hopes and Citizenship in the Riau Archipelago, 2013</ref></small>
| [[Suku Sunda|Sunda]] || align="right" | 2,8
|-----
| [[Suku Bugis|Bugis]] || align="right" | 1,9
|-----
| Lain-lain || align="right" | 7,1
|-
| colspan="2" | <small>Sumber: Sensus Penduduk Tahun 2010<ref name="Nicholas J. Long">Nicholas J. Long; Being Malay in Indonesia: Histories, Hopes and Citizenship in the Riau Archipelago, 2013</ref></small>
|}
 
[[Suku Melayu]] merupakan penduduk asli dan kelompok suku bangsa yang dominanterbesar di Tanjungpinang. Disamping itu terdapat jugapula [[Suku Bugis]], [[Suku Minang]], [[Suku Laut|Orang Laut]] dan [[Tionghoa-Indonesia|Tionghoa]] yang sudah ratusan tahun berbaur dengan Suku Melayu, dan menjadi wargapenduduk negaratetap semenjak zaman [[Kesultanan Johor-Riau]] dan ''KaresidenanResidentie Riouw''.<ref>Long, name="Nicholas J., Being Malay in Indonesia: Histories, Hopes and Citizenship in the Riau Archipelago, National University of Singapore, 2013<Long"/ref> Suku Bugis awalnya menetap di Kampung Bugis, dan Suku Tionghoa menetapbanyak dimenempati Jalan Merdeka dan SenggarangPagar Batu. Setelah masa kemerdekaan, orang Jawa dan Minang mulai ramai mendatangi Tanjungpinang. sejakDimana tahunorang 1960,Minang pemukimansebagian awalbesar Jawamenempati terletakpemukiman di kampungsekitar jawapasar<ref>Novendra, Nov., TanjungpinangPeranan mulaiOrang dibanjiriMinang pendatangDalam dariPerekonomian SumateraKota BaratAdministratif danTanjung SumateraPinang, UtaraDepdikbud, semenjak1999</ref>, Kepulauansedangkan RiauSuku dimekarkanJawa menjadibanyak provinsiyang bermukim di tahunKampung 2002Jawa.
 
[[Bahasa]] yang digunakan di Tanjung PinangTanjungpinang adalah [[Bahasa Melayu]] klasik. Logat dan Bahasa Melayu di kota ini hampir sama dengan Bahasa Melayu yang digunakan di Singapura. Disamping itu, banyak pula yang menggunakan [[Bahasa Jawa]], [[Bahasa Minangkabau|Minangkabau]] dan Johor[[Bahasa Batak|Batak]].<ref>U.U. SejakHamidy, zamanBahasa pemerintahanMelayu KesultananRiau: Sumbangan Bahasa Melayu Riau Linggakepada Bahasa dan Bangsa Indonesia, TanjungpinangPustaka sudahA.S., menjadi1981</ref> pusatMasyarakat budayaTionghoa Melayuyang bersamadari Singapura.tahun ke tahun terus mengalami penurunan, sebagian masih menggunakan [[Bahasa Tiochiu]] dan [[Bahasa Hokkien|Hokkien]] jugadalam banyakberkomunikasi. digunakan di Kota Tanjungpinang.
[[Berkas:RIAU WEB.jpg|thumb|Perkampungan nelayan di Senggarang]]
 
== Transportasi ==
KotaTransportasi di Tanjungpinang sebagian besar masih mengandalkan transportasi laut. Di kota ini terdapat 24 pelabuhan domestik dan satu pelabuhan internasional yaitu [[Pelabuhan Sri Bintan Pura]],.<ref name="BPS 2015"/> Untuk terminal angkutan kota, hanya ada satu yaitu [[Terminal Sei Carang]]. sertaSedangkan bandarauntuk internasionalpengangkutan udara, kota ini dilayani oleh [[Bandar Udara Internasional Raja Haji Fisabilillah]] yang memiliki kapasitas 610.000 orang per tahun. Pada tahun 2014, penumpang yang datang melalui bandara ini berjumlah 135.797 penumpang, sedangkan yang berangkat sebanyak 132.735 orang.<ref name="BPS 2015"/>
 
== Perekonomian ==
Pada tahun 2001, sektor perdagangan, hotel, dan restoran memberikan kontribusi yang cukup signifikan dalam membangun perekonomian kota Tanjungpinang yaitu sebesar 35,54% kemudian diikuti oleh sektor industri pengolahan 15,37%, sektor bangunan 13,29%, sektor jasa-jasa 12,51%, dan sektor pengangkutan dan komunikasi 10,82%. Sedangkan sektor lainnya meliputi sektor listrik, gas, dan air bersih, keuangan, pertanian, dan sektor pertambangan dan penggalian sebesar 12,47%.<ref>ciptakarya.pu.go.id [http://ciptakarya.pu.go.id/profil/profil/barat/kep_riau/tanjung_pinang.pdf Profil Kota Tanjungpinang] (diakses pada 4 Februari 2012)</ref>
dan sektor pertambangan dan penggalian sebesar 12,47%.<ref>ciptakarya.pu.go.id [http://ciptakarya.pu.go.id/profil/profil/barat/kep_riau/tanjung_pinang.pdf Profil Kota Tanjungpinang] (diakses pada 4 Februari 2012)</ref>
 
== Pariwisata ==
[[Pulau Penyengat]] merupakan salah satu kawasan wisata di Kota Tanjungpinang. Pulau seluas 3,5 km² ini berada di sebelah barat kota Tanjungpinang dan dapat ditempuh 15 menit dengan transportasi laut. Pada pulau ini terdapat banyak peninggalan lama dengan wujud bangunan dan makam yang telah dijadikan situs cagar budaya. Selain itu juga dijumpai kelenteng atau vihara di kawasan Kampung Bugis dan Senggarang yang sekaligus menjadi kawasan wisata religi. Wisata lainnya juga dapat ditemukan di [[Pantai Impian]], [[Tugu Pensil]], [[Tepi Laut (Tanjungpinang)|Tepi Laut]], [[Mall Ramayana Tanjung Pinang]], [[Bestari Mall]], [[Bintan Indah Mall]], Tanjungpinang City Center dan sebagainya.
 
Pariwisata di kotaKota Tanjungpinang ditunjang oleh adanya 138 hotel bintangberbintang, 4332 hotel non bintangmelati,<ref name="BPS 2015"/> 34 rumah makan dan pusat-pusat belanja yang terdiri dari 13 supermarket serta pertokoan yang tersebar di wilayah kota. SementaraPada tahun 2014, jumlah kunjungan wisatawan didominasimancanegara darisebagian negarabesar berasal dari [[Singapura]] (71,39%) dan diikuti oleh [[Malaysia]] (13,71%). Wisatawan dari luar ASEAN terutama berasal dari [[China]] (3,31%), [[India]] (2,21%) dan [[BelandaInggris]] (1,08%).<ref name="BPS 2015"/> Kota ini juga menawarkan sajian kuliner aneka hidangan laut, dan masakan Cina.<ref>www.bappedatanjungpinang.info [http://www.bappedatanjungpinang.info/sekilas-kota-tanjungpinang/ Sekilas Kota Tanjungpinang] (diakses pada 4 Februari 2012)</ref>
 
== Galeri ==
</gallery>
 
== [[Bahasa Indonesia|Referensi]]<ref /> ==
{{reflist}}
 
3.060

suntingan