Buka menu utama

Perubahan

3 bita dihapus ,  3 tahun yang lalu
Bismillahhirrahmannirrahim... Tolonglah hamba ya allah
|}
 
Melayu merupakan penduduk asli dan kelompok suku bangsa yang dominan di Tanjungpinang. Disamping itu terdapat juga Bugis dan Tionghoa yang sudah ratusan tahun berbaur dengan Melayu dan menjadi warga negara semenjak zaman [[Kesultanan Johor-Riau]] dan ''Karesidenan Riouw''.<ref>Long, Nicholas J., Being Malay in Indonesia: Histories, Hopes and Citizenship in the Riau Archipelago, National University of Singapore, 2013</ref> Bugis awalnya menetap di Kampung Bugis dan Tionghoa banyak menetap di Jalan Merdeka dan Senggarang. Jawa mulai ramai mendatangi Tanjungpinang sejak tahun 1960, danpemukiman padaawal awalnyaJawa banyak menetapterletak di kampung jawa. Tanjungpinang mulai dibanjiri pendatang dari sumatera barat dan sumatera utara semenjak ditunjuk menjadi ibukota provinsi kepulauan riau
 
[[Bahasa]] yang digunakan di Tanjung Pinang adalah [[Bahasa Melayu]] klasik. Bahasa Melayu di kota ini sama dengan Bahasa Melayu yang digunakan di Singapura, begitu juga dengan logat melayu yang hidup di Tanjungpinang. Sejak zaman pemerintahan Kesultanan Riau Lingga, Tanjungpinang sudah menjadi pusat budaya Melayu bersama Singapura. [[Bahasa Tiochiu]] dan [[Bahasa Hokkien|Hokkien]] juga banyak digunakan oleh Tionghoa di Kota Tanjungpinang.
Pengguna anonim