Penguasa monarki: Perbedaan revisi

29 bita dihapus ,  3 tahun yang lalu
k
tidak ada ringkasan suntingan
k
'''Penguasa monarki''' ([[Bahasa Inggris{{lang-en|Inggris]]: '''''monarch'''''}}) adalah seorang [[kepala negara]] yang jabatannya biasanya diwariskan dan memerintah seumur hidup atau hingga ia turun tahta. Sebuah negara yang dipimpin seorang penguasa monarki disebut [[monarki]]. Kata ini berasal dari [[bahasa Yunani]] ''monos archein'', artinya "satu pemerintah". Saat ini gelar penguasa monarki di beberapa negara tidak memiliki arti politik karena negara itu telah berubah menjadi [[republik]], namun tetap diwariskan.
 
Gelar penguasa monarki memiliki versi laki-laki dan perempuan, kecuali [[Paus (Katolik Roma)|Paus]]. Di antaranya adalah [[raja]] dan [[ratu]], [[pangeran]] dan [[putri]], dan lain-lain. Versi wanita digunakan tidak hanya untuk penguasa monarki wanita, tapi juga untuk istri dari penguasa monarki pria ([[ratu]] merujuk pada penguasa monarki wanita sementara [[permaisuri]] merujuk pada istri penguasa monarki pria).
 
== Gelar Penguasapenguasa Monarkimonarki ==
Terdapat beberapa gelar yang dikenal di Indonesia yang disandang bagi penguasa monarki, seperti raja, kaisar, maharaja, paus, khalifah, dan sultan, walaupun beberapa di antaranya tidak pernah disandang secara resmi oleh pemimpin monarki di Indonesia. Beberapa gelar memiliki makna masing-masing.
 
Berbeda dengan raja dan kaisar, gelar sultan tidak terikat dengan sebuah tingkatan tertentu (kecuali berada di bawah khalifah, baik secara hierarkis maupun simbolis). Sultan bisa setara dengan kaisar, sebagaimana Kesultanan Seljuk Raya dan Kesultanan Utsmani, dapat juga setara dengan raja, sebagaimana banyak kesultanan di Nusantara, atau hanya sebatas negara bagian, sebagaimana yang telah digunakan pada beberapa negara bagian di Malaysia, tergantung besarnya pengaruh dan wilayah tiap kesultanan. Digunakan tidaknya gelar sultan tidak merujuk pada perbedaan tingkatan monarki sebagaimana raja dan kaisar, tetapi lebih kepada perbedaan ideologi yang disandang. Penyandang gelar sultan bermakna bahwa dia adalah seorang Muslim yang memerintah monarki Islam.
 
== Gelar di Luarluar Indonesia ==
Di luar Indonesia, gelar pemimpin monarki sangat beragam dan masing-masing kawasan memiliki tingkatannya sendiri-sendiri.
 
Di semenanjung Korea, para pemimpinnya kebanyakan setara dengan tingkatan raja. Salah satu gelar yang disandang Raja Korea adalah ''wang'' ([[hanja]]: 王, aksara [[hangeul]]: 왕). Para wanita yang naik ke tahta juga menyandang gelar ini atau ''yeowang'' ([[hanja]]: 女王, aksara [[hangeul]]: 여왕, secara harfiah bermakna "raja wanita". setara dengan ratu dalam bahasa Indonesia), bukannya menyandang gelar ''wangbi'' (hangeul: 왕비) yang diperuntukkan bagi permaisuri raja. Saat Gojong mengakhiri masa Kerajaan Joseon dan menyatakan berdirinya Kekaisaran Korea pada 1897 M, dia menyandang gelar ''hwangje'' (hanja: 皇帝, hangeul: 황제) yang berarti kaisar, menyatakan dirinya setara dengan Kaisar China.
 
==Catatan kakiReferensi==
{{reflist}}