Penguasa monarki: Perbedaan revisi

328 bita ditambahkan ,  3 tahun yang lalu
(Penjelasan lebih mendetail mengenai gelar-gelar pemimpin monarki, baik yang di dalam maupun di luar Indonesia)
'''Kaisar''' termasuk gelar bagi penguasa monarki yang dikenal di Indonesia, walau tidak digunakan secara resmi pada para pemimpin monarki di Indonesia. Gelar ini mulanya berawal dari [[Caesar (gelar)|''Caesar'']], nama marga dari [[Julius Caesar]], yang kemudian digunakan menjadi sebuah gelar bagi penguasa Romawi. Gelar ini kemudian diadaptasi dalam berbagai bahasa, seperti "Kaiser" di Jerman dan "Tsar" di Rusia. Gelar yang setara untuk wanita adalah '''kaisarina'''. Monarki yang berada di bawah pimpinannya disebut kekaisaran atau imperium.
 
Gelar lain yang setara dengan kaisar adalah '''maharaja''' yang diturunkan dari [[Bahasa Sanskerta|bahasa Sansekerta]] महाराज ''maharaja''.<ref name="sharma1989">{{Citation | title=A political history of the imperial Guptas: from Gupta to Skandagupta | author=Tej Ram Sharma | year=1989 | isbn=81-7022-251-6 | publisher=Concept Publishing Company | url=https://books.google.com/books?id=fWVZWjNAcAgC | quote=''... Literally Maharaja means 'a great king' ...''}}</ref> Gelar yang setara untuk wanita dari maharaja adalah '''maharani'''.
 
Banyak dari masyarakat yang menyamakan penggunaan gelar raja dan kaisar, baik dalam percakapan maupun dalam penerjemahan gelar asing. Pada kenyataannya, kedua gelar ini memiliki tingkatan yang berbeda. Kaisar dan maharaja memiliki tingkatan yang lebih tinggi dari raja. Kaisar adalah pemimpin dari sebuah monarki yang besar dan mendominasi suatu kawasan yang luas, berbeda dengan raja yang memimpin monarki yang kekuasaannya lebih kecil pengaruh dan wilayahnya. Dalam beberapa kasus, beberapa raja dapat menjadi bawahan kaisar, baik secara langsung maupun sebagai wilayah protektorat, sebagaimana yang terjadi antara Kerajaan Joseon dan Kekaisaran China. Di kawasan Nusantara, monarki yang sering dianggap sampai tingkatan kekaisaran adalah Majapahit.