Buka menu utama

Perubahan

3 bita dihapus ,  3 tahun yang lalu
k
Robot: Perubahan kosmetika
'''Manai Sophiaan''' ({{lahirmati|[[Takalar]] , [[Makassar]] , [[Sulawesi Selatan]]|5|9|1915|[[Jakarta]]|29|8|2003}}<ref>[http://news.liputan6.com/read/61390/manai-sophiaan-menghadap-ilahi "Manai Sophiaan Menghadap Ilahi"], [[Liputan6.com]], diakses [[25 Mei]] [[2016]]</ref>) adalah politikus dari [[Partai Nasional Indonesia]] . Ia juga adalah ayah dari artis [[Sophan Sophiaan]] . Ia adalah orang yang menyerukan mosi yang menyebabkan [[Peristiwa 17 Oktober]] [[1952]].
Manai Sophiaan hidup dalam suasana penjajahan Belanda yang sangat menjadi . Ia menempuh pendidikan di Twede Inlandse School (1926) , Schakel School (1931) , dan [[MULO]] Makassar (1934) ia menjadi guru di [[Taman Siswa]] , [[Yogyakarta]] pada umur 21 tahun .
Ia adalah seorang Jurnalis ketika penjajahan Jepang tahun 1942 dalam harian pewarta celebes , dan ketika Indonesia merdeka ia menjadi Pemimpin Redaksi [[Suluh Indonesia]] dan [[Suluh Marhaen]] .
Pengalaman Politiknya dimulai dari Dewan Gementee (1933 – 1945) dan Badan Pekerja [[Komite Nasional Indonesia Pusat]] (BP – KNIP) pada masa [[Revolusi Nasional Indonesia|Revolusi Fisik (1946 – 1950)]] . Partai awalnya ketika masa pergerakan nasional adalah [[Parindra]] (Partai Indonesia Raya) dan ketika masa Revolusi ia berganti partai menjadi [[PNI]] (Partai Nasiona Indonesia) yang berideologikan [[Marhaenisme]] [[Bung Karno]] . Ia pernah menduduki Sekretaris Jenderal PNI . Ia pernah menjadi anggota [[parlemen]] dan mengusulkan [[mosi]]nya yang berisi Re – Organisasi Angkatan Bersenjata yang menyebabkan peristiwa 17 Oktober 1952 tersebut.
556.592

suntingan