Yoweri Museveni: Perbedaan revisi

Tidak ada perubahan ukuran ,  3 tahun yang lalu
k
Bot: Penggantian teks otomatis (-amandemen +amendemen)
k (→‎top: minor cosmetic change)
k (Bot: Penggantian teks otomatis (-amandemen +amendemen))
Setelah pemilu, kekuatan-kekuatan politik yang bersekutu dengan Museveni mulai mengadakan kampanye untuk mengendurkan batas-batas konstitusional tentang masa jabatan presiden untuk memunginkannya bertarung dalam pemilu kembali pada 2006. Konstitusi Uganda 1995 menyebutkan bahwa masa jabatan presiden dibatasi hingga dua kali saja. Dengan sejarah rezim dictator Uganda, pembatasan ini dimaksudkan untuk mencegah sentralisasi kekuasaan yang berbahaya pada seorang pemimpin yang berkuasa dalam jangka waktu yang panjang. Pada masa ini terjadilan penyingkiran pendukung-pendukung Museveni yang penting dan berpengaruh dari pemerintahannya, termasuk temannya sejak masa kecil, [[Eriya Kategaya]] dan menteri kabinet [[Jaberi Bidandi Ssali]].
 
Langkah-langkah untuk mengubah konstitusi dan upaya-upaya yang konon dimaksudkan untuk menekan kekuatan politik oposisi telah mengundang kritik dari para komentator dalam negeri dan komunitas internasional serta negara-negara pemberi bantuan untuk Uganda. Dalam sebuah siaran pers, partai oposisi utama, [[Forum untuk Perubahan Demokratis]] (FDC), menuduh Museveni terlibat dalam sebuah “proyek presiden seumur hidup”, dan menyogok para anggota parlemen untuk menolak amandemenamendemen konstitusi, demikian tuduhan para pemimpin FDC.
 
:”Negara terpolarisasi karena banyak rakyat Uganda yang menentang [amandemenamendemen konstitusi]. Bila Parlemen jalan terus dan menghapuskan batas masa jabatan, hal ini dapat menimbulkan ketegangan yang serius, pergulatan politik dan membawa kepada pergolakan baik pada masa transisi maupun sesudahnya… Karena itu kami ingin mengimbau kepada Presiden Museveni agar menghormati dirinya sendiri, rakyat yang telah memilihnya sebagai Presiden pada 2001 ketika ia menjanjikan kepada negara dan dunia pada umumnya untuk menyerahkan kekuasaan dengan damai dan dalam cara yang tertib pada akhir masa jabatannya yang kedua dan terakhir. Bila tidak, tekadnya untuk bertarung kembali akan membuat dunia melihat dia seagai seorang penipu ulung dan pembohong politik terbesar yang pernah dikenal negara ini.''{{ref|FDC_PressRelease}}
 
Seperti yang diamati oleh sejumlah komentator politik (mis. Wafula Okumu), Museveni sebelumnya telah menyatakan bahwa ia menganggap ide bertahan dalam jabatan selama “15 tahun atau lebih” bukan sesuatu yang baik, dan mengumumkan bahwa ia adalah “anggota dari kelompok pemimpin Afrika yang mabuk kekuasaan” – sambil membandingkan dirinya dengan [[Robert Mugabe]] dan [[Charles Taylor]]{{ref|Okumu}} (yang oleh sebagian orang dianggap sebagai jagoan kepemimpinan Afrika). Komentar-komentar dari pencetus kampanye anti kemiskinan dari Britania, [[Bob Geldof]] memicu protes dari para pendukung Museveni di luar kantor Komisi Tinggi (Kedutaan Besar) Britania di [[Kampala]]. "Bangunlah Museveni. Waktumu sudah habis, pergilah," kata bekas bintang rock itu pada Maret 2005, sambil menjelaskan bahwa upaya-upaya untuk mengubah konstitusi akan merugikan rekor Museveni dalam memerangi kemiskinan dan [[HIV/AIDS]].{{ref|BBC_22March05}} Dalam sebuah artikel opini dalam ''[[Boston Globe]]'' dan dalam sebuah pidato yang disampaikan di [[Wilson Center]], bekas dubes AS untuk Uganda [[Johnnie Carson]] melontarkan lebih banyak kritik terhadap Museveni. Meskipun ia mengakui Presiden sebagai "pembaharu yang tulen " yang kepemimpinannya "leadership [telah] menghasilkan kestabilan dan pertumbuhan ", Carson juga berkata, "kita mungkin sedang menyaksikan terciptanya seorang [[Robert Mugabe|Mugabe]] dan [[Zimbabwe]] yang baru".{{ref|CarsonSpeech}} "Banyak pengamat melihat upaya-upaya Museveni untuk mengamandemenmengamendemen konstitusi sebagai pengulangan masalah umum yang melanda banyak pemimpin Afrika – ketidaksediaan untuk mengikuti norma-norma konstitusional dan menyerahkan kekuasaan".{{ref|BostonGlobe_1May05}}
 
[[Berkas:GadoMuseveniID.jpg|thumb|left|299px|[[Kartun editorial|Kartun satir]] yang mengomentari upaya-upaya untuk mengubah konsitusi. [[Gerakan Perlawanan Nasional|Gerakan]] digambarkan di sini sebagai boneka yang dikontrol oleh Museveni, sedang menulis "masa jabatan ke-3" dalam konstitusi Uganda.]]
621.413

suntingan