Senyawa anorganik: Perbedaan revisi

2 bita ditambahkan ,  5 tahun yang lalu
k
Bot: Penggantian teks otomatis (-praktek +praktik); perubahan kosmetika
k (Bot: Penggantian teks otomatis (-praktek +praktik); perubahan kosmetika)
 
Secara garis besar alasan yang melandasi pemisahan bidang kajian kimia organik dan kimia anorganik adalah :
* jumlah senyawa organik jauh lebih banyak daripada senyawa anorganik.
* semua senyawa organik mengandung atom karbon, yang mempunyai keunikan dalam hal kemampuannya membentuk rantai dengan sesama atom karbon, dan mempunyai sifat-sifat khas.
 
{{kimia-stub}}
 
[[Kategori:Kimia]]
Perbedaan senyawa organik dan anorganik :
1. Secara praktekpraktik, senyawa organik berfungsi sebagai bahan bakar. Sedangkan senyawa anorganik tidak berfungsi sebagai bahan bakar.
2. Titik lebur (melting point) dan titik didih (boiling point) dari senyawa organik lebih rendah dari pada senyawa anorganik. Contoh: Senyawa organik (napthalen) memiliki boiling point 218 derajat Celcius. Sedangkan senyawa anorganik (sodium klorida) memiliki boiling point 1465 derajat Celcius.
3. Kelarutan senyawa organik bernilai lebih kecil dari pada kelarutan senyawa anorganik.
Referensi; Fessenden and Fessenden, 1982, 'Kimia Organik", Erlangga, Jakarta.
Perry and Green, 1986, 'Perry's Chemical Engineer's Hand Book', 6 th ed, Mc Graw Hill Book Co., Singapore.
 
[[Kategori:Kimia]]