Lukas: Perbedaan antara revisi

Tidak ada perubahan ukuran ,  6 tahun yang lalu
k
Bot: Penggantian teks otomatis (-seksama +saksama)
k (clean up, replaced: dimana → di mana (3))
k (Bot: Penggantian teks otomatis (-seksama +saksama))
Tradisi Gereja selanjutnya mengembangkan beberapa fakta ini. [[Epifanius]] menyatakan bahwa Lukas adalah salah satu dari [[Tujuh Puluh Murid]] Tuhan yang diutus [[Yesus Kristus]] untuk menyebarkan ajaran-Nya (Panarion 51.11), meskipun fakta ini diragukan kebenarannya, mengingat Lukas baru menjadi [[Kristen]] setelah bertemu Paulus bertahun-tahun kemudian. [[Yohanes Krisostomus]] mengindikasikan di suatu waktu bahwa seorang "saudara" yang disebutkan [[Santo Paulus]] di dalam {{Alkitab|2 Korintus 8:18}} adalah Lukas atau Barnabas. J. Wenham menegaskan bahwa Lukas merupakan "salah satu dari Tujuh Puluh Murid, murid dari Emmaus, Lucius dari Kirene, dan saudara dari Santo Paulus." Tidak semua ahli akademia seyakin Wenham dengan semua atribut Lukas tersebut, terutama karena pernyataan Santo Lukas sendiri di awal kitab Kisah Para Rasul yang mengakui bahwa dirinya bukanlah seorang saksi dari peristiwa-peristiwa Injil tersebut.
 
Apabila kita menerima bahwa Santo Lukas adalah benar penulis Injil, yang memiliki namanya dan juga kitab Kisah Para Rasul, beberapa informasi terperinci mengenai kehidupan pribadinya dapat diperkirakan dengan seksamasaksama. Walau ia tidak mengikut-sertakan dirinya sebagai saksi mata dari karya pelayanan Yesus Kristus, ia berulang kali menggunakan kata "kami" dalam menceritakan misi-misi Santo Paulus di Kisah Para Rasul. Ini mengindikasikan bahwa ia ada disana sepanjang waktu itu. Ada juga bukti bahwa Lukas tinggal di Troas, sebuah provinsi yang meliputi tempat reruntuhan kota Troya, di mana ia menulis dalam Kisah Para Rasul sebagai orang ketiga perihal Santo Paulus dan perjelanannya hingga mereka tiba di Troas, di mana ia kemudian mengubah tulisannya menjadi orang pertama jamak. Bagian "kami" di dalam Kisah Para Rasul terus ada hingga rombongan tersebut kembali ke Troas, di mana tulisannya kembali menjadi orang ketiga. Perubahan ini terjadi lagi untuk kedua kalinya ketika rombongan tersebut tiba di Troas. Ada tiga "bagian kami" di dalam Kisah Para Rasul, semuanya mengikuti "aturan" tulisan ini. Lukas tidak pernah menyatakan bahwa ia tinggal di Troas, dan inilah satu-satunya bukti bahwa ia tinggal dan hidup di sana.
 
== Lihat pula ==