Buka menu utama

Perubahan

26 bita dihapus ,  3 tahun yang lalu
k
Bot: Penggantian teks otomatis (-Praktek +Praktik); perubahan kosmetika
{{refimprove}}
[[Berkas:Esclapius stick coloured.svg|100px|thumb|Tongkat [[Aesculapius]], simbol umum yang melambangkan kedokteran.]]
'''Kedokteran''' ({{lang-en|medicine}}) adalah suatu [[ilmu]], dan seni yang mempelajari tentang [[penyakit]], dan cara-cara penyembuhannya. Ilmu kedokteran adalah cabang [[ilmu kesehatan]] yang mempelajari tentang cara mempertahankan kesehatan manusia, dan mengembalikan manusia pada keadaan sehat dengan memberikan pengobatan pada [[penyakit]], dan [[cedera]]. Ilmu ini meliputi pengetahuan tentang sistem tubuh manusia, dan penyakit serta pengobatannya, dan penerapan dari pengetahuan tersebut.
 
== Ikhtisar ==
PraktekPraktik kedokteran dilakukan oleh para profesional kedokteran–lazimnya [[dokter]], dan kelompok profesi kedokteran lainnya yang meliputi [[perawat]] atau ahli [[farmasi]]. Berdasarkan sejarah, hanya dokterlah yang dianggap mempraktikkan ilmu kedokteran secara harfiah, dibandingkan dengan profesi-profesi perawatan kesehatan terkait. Profesi kedokteran adalah struktur sosial, dan pekerjaan dari sekelompok orang yang dididik secara formal, dan diberikan wewenang untuk menerapkan ilmu kedokteran. Di berbagai negara, dan wilayah hukum, terdapat batasan [[hukum]] atas siapa yang berhak mempraktikkan ilmu kedokteran atau bidang kesehatan terkait.
 
Ilmu kedokteran umumnya dianggap memiliki berbagai cabang spesialis, dari [[pediatri]] (ilmu kesehatan anak), [[ginekologi]] (ilmu penyakit pada wanita), [[neurologi]] (ilmu penyakit saraf), hingga melingkupi bidang lainnya seperti [[kedokteran olahraga]], dan kesehatan masyarakat.
 
Sistem kedokteran, dan praktik perawatan kesehatan telah berkembang dalam berbagai masyarakat manusia sedikitnya sejak awal sejarah tercatatnya manusia. Sistem-sistem ini telah berkembang dalam berbagai cara, dan berbagai budaya serta daerah yang berbeda. Yang dimaksud dengan ilmu kedokteran modern pada umumnya adalah tradisi kedokteran yang berkembang di [[dunia Barat]] sejak awal zaman modern. Berbagai tindakan pengobatan, dan kesehatan tradisional masih dipraktikkan di seluruh dunia, di mana sebagian besar dianggap terpisah, dan berbeda dari [[kedokteran Barat]], yang juga disebut biomedis atau tradisi [[Hippokrates]].
[[Berkas:Drug ampoule JPN.jpg|thumb|Ampul obat]]
{{utama|Sejarah kedokteran}}
Pada awalnya, sebagian besar kebudayaan dalam masyarakat awal menggunakan tumbuh-tumbuhan [[herbal]], dan [[hewan]] untuk tindakan pengobatan. Ini sesuai dengan kepercayaan magis mereka yakni [[animisme]], [[sihir]], dan [[dewa|dewa-dewi]]. Masyarakat animisme percaya bahwa benda mati pun memiliki roh atau mempunyai hubungan dengan roh leluhur.
 
Ilmu kedokteran berangsur-angsur berkembang di berbagai tempat terpisah yakni [[Mesir kuno]], [[Tiongkok kuno]], [[India kuno]], [[Yunani kuno]], [[Persia]], dan lainnya. Sekitar tahun 1400-an terjadi sebuah perubahan besar yakni pendekatan ilmu kedokteran terhadap [[sains]]. Hal ini mulai timbul dengan penolakan–karena tidak sesuai dengan fakta yang ada–terhadap berbagai hal yang dikemukakan oleh tokoh-tokoh pada masa lalu (bandingkan dengan penolakan [[Nicolaus Copernicus|Copernicus]] pada teori astronomi [[Ptolomeus]]. Beberapa tokoh baru seperti [[Vesalius]] (seorang ahli [[anatomi]]) membuka jalan penolakan terhadap teori-teori besar kedokteran kuno seperti teori [[Galen]], [[Hippokrates]], dan [[Avicenna]]. Diperkirakan hal ini terjadi akibat semakin lemahnya kekuatan [[gereja]] dalam masyarakat pada masa itu.
 
Ilmu kedokteran yang seperti dipraktikkan pada masa kini berkembang pada akhir abad ke-18, dan awal abad ke-19 di [[Inggris]] (oleh [[William Harvey]], abad ke-17), [[Jerman]] ([[Rudolf Virchow]]), dan [[Perancis]] ([[Jean-Martin Charcot]], [[Claude Bernard]]). Ilmu kedokteran modern, kedokteran "ilmiah" (di mana semua hasil-hasilnya telah diujicobakan) menggantikan tradisi awal kedokteran Barat, herbalisme, [[humorlasime]] Yunani, dan semua teori pra-modern. Pusat perkembangan ilmu kedokteran berganti ke [[Britania Raya]], dan [[Amerika Serikat]] pada awal tahun 1900-an (oleh [[William Osler]], [[Harvey Cushing]]).
Kedokteran berdasarkan bukti (''evidence-based medicine'') adalah tindakan yang kini dilakukan untuk memberikan cara kerja yang efektif, dan menggunakan [[metode ilmiah]] serta informasi sains global yang modern.
 
Kini, [[genetika|ilmu genetika]] telah memengaruhi ilmu kedokteran. Hal ini dimulai dengan ditemukannya [[gen]] penyebab berbagai penyakit akibat kelainan genetik, dan perkembangan teknik [[biologi molekuler]].
 
Ilmu herbalisme berkembang menjadi [[farmakologi]]. Masa modern benar-benar dimulai dengan penemuan [[Heinrich Hermann Robert Koch]] bahwa penyakit disebarkan melalui [[bakteria]] (sekitar tahun [[1880]]), yang kemudian disusul penemuan [[antibiotik]] (sekitar tahun 1900-an). Antibiotik yang pertama kali ditemukan adalah obat [[Sulfa]], yang diturunkan dari [[anilina]]. Penanganan terhadap penyakit infeksi berhasil menurunkan tingkat infeksi pada masyarakat Barat. Oleh karena itu dimulailah [[industri]] obat.
 
== Praktik kedokteran ==
Praktik kedokteran mengombinasikan [[sains]], dan [[seni]]. Sains, dan [[teknologi]] adalah bukti dasar atas berbagai masalah klinis dalam masyarakat. Seni kedokteran adalah penerapan gabungan antara ilmu kedokteran, intuisi, dan keputusan medis untuk menentukan diagnosis yang tepat, dan perencanaan perawatan untuk masing-masing pasien serta merawat pasien sesuai dengan apa yang diperlukan olehnya.
 
Pusat dari praktik kedokteran adalah hubungan relasi antara [[pasien]], dan [[dokter]] yang dibangun ketika seseorang mencari dokter untuk mengatasi masalah kesehatan yang dideritanya.
Relasi pasien, dan dokter adalah proses utama dari praktik kedokteran. Terdapat banyak pandangan mengenai hubungan relasi ini.
 
Pandangan yang ideal, seperti yang diajarkan di [[fakultas kedokteran]], mengambil sisi dari proses seorang dokter mempelajari tanda-tanda, masalah, dan nilai-nilai dari pasien; maka dari itu dokter memeriksa pasien, menginterpretasi tanda-tanda klinis, dan membuat sebuah [[diagnosis]] yang kemudian digunakan sebagai penjelasan kepada pasien, dan merencanakan perawatan atau pengobatan. Pada dasarnya, tugas seorang dokter adalah berperan sebagai ahli [[biologi]] [[manusia]]. Oleh karena itu, seorang dokter harus paham benar bagaimana keadaan normal dari manusia sehingga ia dapat menentukan sejauh mana kondisi kesehatan pasien. Proses inilah yang dikenal sebagai diagnosis.
 
Empat kata kunci dari diagnosis dalam dunia kedokteran adalah [[anatomi]] (struktur: apa yang ada di sana), [[fisiologi]] atau faal (bagaimana struktur tersebut bekerja), [[patologi]] (apa kelainan dari sisi anatomi, dan faalnya), dan [[psikologi]] (pikiran, dan perilaku). Seorang dokter juga harus menyadari arti 'sehat' dari pandangan pasien. Artinya, konteks [[sosial]] [[politik]] dari pasien (keluarga, pekerjaan, tingkat stres, kepercayaan) harus turut dipertimbangkan, dan kadang-kadang dapat menjadi petunjuk dalam kepentingan membangun diagnosis, dan perawatan berikutnya.
 
Ketika bertemu dengan dokter, pasien akan memaparkan komplainnya (tanda-tanda) kepada dokter, yang nantinya akan memberikan berbagai informasi tentang tanda-tanda klinis tersebut. Kemudian dokter akan memeriksa, mencatat segala yang ditemukannya pada diri pasien, dan memperkirakan berbagai kemungkinan diagnosis. Bersama pasien, dokter akan menyusun perawatan berikutnya atau tes [[laboratorium]] berikutnya bila diagnosis belum dapat dipastikan. Bila diagnosis telah disusun, maka dokter akan memberikan ("mengajarkan") nasihat medis. Relasi pengajaran ini menempatkan dokter sebagai guru (''Physician'' dalam [[Bahasa Inggris]]; berasal dari [[bahasa Latin]] yang berarti [[guru]]).
 
Relasi dokter, dan pasien dapat dianalisis dari pandangan masalah [[etika]]. Banyak nilai, dan masalah etika yang dapat ditambahkan ke relasi ini. Tentunya, masalah etika amat dipengaruhi oleh tingkat masyarakat, masa, [[budaya]], dan pemahan terhadap nilai [[moral]]. Sebagai contoh, dalam 30 tahun terakhir, penegasan, dan tuntutan terhadap hak [[otonomi]] pasien kian meningkat di dalam dunia [[kedokteran Barat]].
 
Relasi, dan proses praktik juga dapat dilihat dari sisi relasi kekuatan sosial (seperti yang dikemukakan [[Michel Foucault]] atau transaksi [[ekonomi]]. Profesi dokter memiliki status yang lebih tinggi pada abad lalu, dan mereka dipercaya untuk melakukan tindakan dalam kesehatan masyarakat. Hal ini membawa suatu kekuatan tersendiri, dan membawa keuntungan serta kerugian bagi pasien.
 
Pada 25 tahun terakhir ini, kebebasan dokter dipersempit. Terutama dengan kehadiran perusahaan [[asuransi]] seiring naiknya biaya perawatan kesehatan. Di berbagai negara (seperti [[Jepang]]) pihak asuransi juga mempunyai pengaruh dalam penentuan keputusan medis.
 
Kualitas relasi pasien, dan dokter sangat penting bagi kedua pihak. Saling menghormati, kepercayaan, pertukaran pendapat mengenai [[penyakit]], dan kehidupan, ketersediaan waktu yang cukup, mempertajam ketepatan diagnosis, dan memperkaya wawasan pasien tentang penyakit yang dideritanya; semua ini dilakukan agar relasi kian baik.
 
Relasi kian kompleks di luar ruang praktik pribadi dokter, seperti pada bangsal [[rumah sakit]]. Dalam rumah sakit, relasi tak hanya antara dokter, dan pasien, namun juga dengan pasien lainnya, perawat, pekerja dari lembaga sosial, dan lainnya.
 
== Kecakapan klinis ==
Sebuah evaluasi medis yang lengkap terdiri dari sebuah [[riwayat kesehatan]], [[pemeriksaan fisik]], hasil laboratorium atau citra medis, analisis data, dan penentuan diagnosis, dan perencanaan perawatan atau pengobatan.<ref name=Coulehan_2005>{{cite book|author = Coulehan JL, Block MR|title = The Medical Interview: Mastering Skills for Clinical Practice|edition = 5th ed.|publisher = F. A. Davis|year = 2005|id = ISBN 0-8036-1246-X }}</ref>
 
Hal-hal yang termasuk dalam riwayat kesehatan:
* Riwayat Penyakit Sekarang (RPS)(HPI: ''History of present illness''): urutan kronologis dari tanda-tanda, dan klasifikasi dari setiap tanda.
* Aktivitas kini: hal-hal yang berkaitan aktivitas pasien sekarang seperti pekerjaan, hobi, dan lainnya.
* Riwayat Pengobatan: obat apa yang digunakan pasien sebelum menemui dokter, termasuk [[alergi]].
* Riwayat Penyakit Dahulu/RPD(PMH: ''Past medical history''): perawatan yang pernah dijalani pasien sebelumnya, cedera, [[penyakit infeksi]] yang pernah diderita, [[vaksinasi]], alergi yang pernah diderita.
* Riwayat Sistemik (ROS: ''Review of systems''): menanyakan pasien mengenai kondisi sistem organ utamanya seperti [[jantung]], [[paru-paru]], [[sistem pencernaan]] (traktus digestivus), dan lainnya.
* Riwayat sosial Ekonomi
** Keluhan utama (KU): alasan pasien datang kepada dokter. Hal ini disebut tanda atau gejala. Dituliskan sesuai dengan yang diungkapkan oleh pasien, dan (SH: ''Social history''): tempat lahir, tempat tinggal, status perkawinan, status sosial ekonomi, kebiasaan (termasuk [[diet]]), penggunaan obat, [[tembakau]], dan [[alkohol]].
* Riwayat keluarga (FH: ''Family history''): membuat daftar penyakit apa saja yang pernah diderita oleh keluarga pasien yang dapat diturunkan (penyakit genetik). Biasanya dibuat dalam silsilah keluarga atau pohon keluarga.
 
Dalam [[pemeriksaan fisik]], dokter berusaha mencari tanda yang dapat mendukung proses pembuatan diagnosisnya. Dokter menggunakan indera penglihatan, pendengaran, sentuhan, dan kadang-kadang juga dengan penciuman. Empat metode utama untuk pemeriksaan fisik: melihat (inspeksi), merasakan/menyentuh ([[palpasi]]), mengetuk untuk membedakan karakteristik resonansi (perkusi), mendengar ([[auskultasi]]); mencium kadang-kadang diperlukan seperti untuk membaui urea pada penyakit [[uremia]].
 
Pemeriksaan fisik mencakup:
* Tanda vital termasuk tinggi, berat badan, suhu tubuh, [[tekanan darah]], [[denyut]], kecepatan bernapas, tingkat [[hemoglobin]] darah,
* Tampakan umum pasien, dan penunjuk spesifik dari penyakit.
* [[Kulit]], [[kepala]], [[mata]], [[telinga]], [[hidung]], [[tenggorok]], dan [[kerongkongan]].
* Kardiovaskular [[jantung]], dan [[pembuluh darah]]
* Saluran pernapasan (termasuk [[paru-paru]])
* ''[[Anestesiologi]]'' adalah disiplin ilmu yang mempelajari penggunaan [[anestesi]].
* ''[[Dermatologi]]'' adalah ilmu yang mempelajari kulit, dan penyakitnya. Di [[Inggris]], dermatologi adalah subspesialis dari kedokteran umum. Di Indonesia, spesialisasi ini digabungkan dengan ilmu penyakit kelamin. Dokter dengan spesialisasi ini diberi gelar SpKK (Spesialisasi Kulit, dan Kelamin).
* ''[[Kedaruratan medis]]'' adalah ilmu yang memusatkan pada diagnosis, dan perawatan dari penyakit akut seperti [[trauma]]. Ilmu ini juga berhubungan dengan [[bedah|ilmu bedah]], [[pediatri]], dan lainnya.
* ''[[Kedokteran umum]]'' atau ''[[kedokteran keluarga]]'' menangani pertolongan pertama untuk pasien dengan masalah darurat, memantau, dan membina pasien dengan masalah kronis. [[Dokter keluarga]] biasanya dapat menangani 90% dari masalah kesehatan keluarga (anak, dewasa, manula baik pria maupun wanita) tanpa harus merujuk ke dokter spesialis, baik masalah acute, dan kronis( penyakit luar(kulit , THT, mata dll),dan penyakit dalam(jantung, paru dll)). Di U.S.A dokter yang tergolong generalist meliputi, [[pediatri]]: masalah anak, internis(ahli [[Penyakit dalam]]): dewasa, Family physician([[Dokter keluarga]]): untuk segala golongan umur.
* ''[[Penyakit dalam|Ilmu penyakit dalam]]'' berpusat pada masalah penyakit sistemik terutama pada pasien dewasa seperti masalah penyakit yang dapat merusak seluruh tubuh. Ilmu ini banyak menurunkan subspesialis: <small>(Tidak semua spesialisasi ini ada di Indonesia, lihat artikel [[dokter spesialis]])</small>
* ''[[Obstetrik]]'', dan ''[[ginekologi]]'' (di kalangan dokter sering disingkat ''obgin''). Dalam [[bahasa Indonesia]] disebut ilmu kebidanan, dan penyakit kandungan. Masalah [[obat reproduksi]], dan [[obat kesuburan]] secara umum ditangani oleh spesialis ginekologi.
* ''[[Perawatan penenangan pasien]]'' adalah cabang baru dari ilmu kedokteran yang menangani perawatan, dan pemberian dukungan emosional pasien dengan penyakit yang parah seperti [[kanker]], dan [[gagal jantung]].
* ''[[Pediatri]]'' adalah ilmu yang mempelajari masalah penyakit pada bayi, dan anak. Seperti pada ilmu penyakit dalam, disiplin ini memiliki banyak subspesialis seperti untuk bidang kardiologi, endokrinologi, gastroenterologi, hematologi, onkologi, oftalmologi, dan [[neonatologi]].
* ''[[Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala Leher (THT-KL)]]'': ilmu kedokteran yang mempelajari kesehatan telinga, pendengaran, keseimbangan, hidung, pernapasan, tenggorok, kelaianan suara, gangguan menelan, dan adanya tumor di daerah leher, dan wajah.
* ''[[Kedokteran rehabilitasi medis]]'' atau disebut juga ''fisiatri'' mempelajari perbaikan fungsional tubuh dari cedera atau [[kelainan kongenital]].
* ''[[Kedokteran preventif]]'' adalah cabang dari ilmu kedokteran yang memusatkan pada pencegahan penyakit.
=== Cakupan antardisipliner ===
Ilmu kedokteran pun meluas ke bidang lainnya. Beberapa bidang belum dikenal di Indonesia.
* ''[[Bioetika]]'' adalah sebuah ilmu yang mempelajari hubungan [[biologi]], sains, kesehatan, etika, [[filsafat]], dan [[teologi]].
* ''[[Farmakologi klinis]]'' mempelajari hubungan interaksi antara obat, dan tubuh pasien.
* ''[[Informatika kedokteran]]'' mengubungkan dunia kedokteran dengan dunia [[teknologi informasi]].
Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) berdasarkan UU no. 29 Tahun 2004 tentang praktik Kedokteran, telah dibentuk untuk melindungi masyarakat penerima jasa pelayanan kesehatan, dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dari [[dokter]], dan [[dokter gigi]], yang terdiri atas Konsil Kedokteran, dan Konsil Kedokteran Gigi. KKI bertanggung jawab kepada Presiden, dan berkedudukan di Ibukota Negara Republik Indonesia.
 
KKI mempunyai fungsi pengaturan, pengesahan, penetapan, serta pembinaan dokter, dan dokter gigi yang menjalankan prakterk kedokteran dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan medis. KKI mempunyai tugas meregistrasi dokter, dan dokter gigi, mengesahkan standar pendidikan profesi dokter, dan dokter gigi, dan melakukan pembinaan terhadap penyelenggaraan praktik kedokteran yang dilaksanakan bersama lembaga terkait sesuai dengan fungsi masing-masing. Standar pendidikan profesi dokter, dan dokter gigi yang disahkan Konsil ditetapkan bersama oleh Konsil Kedokteran Indonesia dengan kolegium kedokteran, kolegium kedokteran gigi, asosiasi institusi pendidikan kedokteran, asosiasi institusi pendidikan kedokteran gigi, dan asosiasi rumah sakit pendidikan.
 
KKI mempunyai wewenang:
473.967

suntingan