Yudhonegoro: Perbedaan revisi

20 bita ditambahkan ,  4 tahun yang lalu
k
Robot: Perubahan kosmetika
k (minor cosmetic change)
k (Robot: Perubahan kosmetika)
'''Kanjeng Pangeran Haryo Yudhonegoro''' sebelumnya bernama '''Achmad Ubaidillah''' ({{lahirmati|[[Jakarta]]|26|10|1981}}) adalah [[suami]] dari [[Gusti Kanjeng Ratu Bendoro]].
 
== Masa kecil dan pendidikan ==
Ia lahir dan dibesarkan di Jakarta. Dia kemudian melanjutkan kuliah di [[Institut Pemerintahan Dalam Negeri]] di [[Bandung]], dan meraih gelar M.Si. Ia melanjutkan pendidikannya [[S-3]] di [[Universitas Yamaguchi]], Jepang. Di sana ia mengambil bidang ''public policy''.<ref>[http://lifestyle.okezone.com/read/2014/01/29/196/933451/kph-yudanegara-tak-permasalahkan-jenis-kelamin-anak Okezone.com]</ref>
 
== Pernikahan ==
[[Kanjeng Pangeran Haryo Yudonegoro ]] menikah dengan GKR Bendoro pada tanggal 18 Oktober 2011. Pernikahan ini berlangsung pada tahun yang sama dengan pernikahan [[Pangeran William, Adipati Cambridge]]. Pada pernikahan tersebut dikunjungi sekitar 2.500 tamu undangan.<ref>[http://www.thejakartapost.com/news/2011/10/17/2500-guests-expected-kraton-wedding.html 2.500 tamu undangan menghadiri pernikahan keraton]</ref>
 
Sesuai dengan adat keraton, sebelum menikah GKR Bendoro harus menjalani upacara langkahan. Dikarenakan ia mendahului kakaknya [[GKR Hayu]] untuk menikah.<ref>[http://www.solopos.com/2011/10/16/mendahului-kakak-menikah-gkr-Bendoro-laksanakan-tradisi-plangkahan-119841 Mendahului kakak menikah, GKR Bendoro laksanakan tradisi plangkahan]</ref> Dalam upacara ini, calon penganti wanita memohon izin dari kakaknya untuk mendahului menikah serta menyerahkan ''plangkah'' berupa setandan ''pisang sanggan'' disertai seperangkat baju dan perhiasan wanita untuk kakaknya. Upacara langkahan adalah bagian dari tradisi yang biasa dilakukan di beberapa kebudayaan di Indonesia bila seorang adik mendahului kakaknya dalam pernikahan. <ref>[http://kidemangsodron78.wordpress.com/acara-khusus/langkahan/ Acara khusu langkahan]</ref> Sebelum menikah, calon pengantin pria yang berasal dari luar keraton terlebih dahulu diwisuda menjadi ''abdi dalem'' (pegawai keraton). Calon pengantin pria Achmad Ubaidillah dianugrahi gelar ''Kanjeng Pangeran Haryo'' dengan nama Yudonegoro. Penganugerahan gelar ini dilangsungkan dalam upacara wisuda yang dilakukan tiga bulan sebelum [[upacara pernikahan]].<ref>[http://www.tribunnews.com/nasional/2011/07/05/kisah-kesuksesan-si-ganteng-yudanegara-meminang-anak-sultan-yogya Kisah kesuksesan Achmad Ubaidillah meminang anak Sultan Yogyakarta]</ref>. Sementara itu, calon istrinya juga telah menerima gelar dan nama baru yang sebelumnya Gusti Raden Ajeng Nurastuti Wijareni menjadi Gusti Kanjeng Ratu Bendoro.
 
 
== Pekerjaan ==
KPH Yudhonegoro adalah seorang [[pegawai negeri sipil]] yang saat ini sedang [[cuti]] untuk tugas belajar ke Jepang.
 
=== Jabatan dalam pemerintahan ===
* 2003-2003: Staf Biro Umum Departemen Dalam Negeri
* 2003-2004: Ajudan Gubernur Lampung
* 2004-2006: Protokol Menteri Dalam Negeri
* 2006-2007: Staff Direktorat Pejabat Negara Depdagri
* 2007–2009: Ajudan Sekertaris Wakil Presiden
* 2009–2011: Sekertaris Pimpinan pada Sub Bagian TUP Kediaman Resmi Wapres
* 2011-2013: Kepala Substansi Komunikasi Politik Bidang Media Cetak Sekertariat Wakil Presiden
 
=== Pendidikan dan latihan ===
 
* 2004: Diklat Bimbingan Teknis Keprotokolan Departemen Dalam Negeri
* 2005: Diklat Bimbingan Teknis Pengurusan Peraturan Perundang-undangan Terhadap Aparatur di Lingkungan Departemen Dalam Negeri
* 2006: Diklat Bimbingan Teknis Pelatihan Tenaga Pelatih Pembauran Daerah (TPPD) Direktorat Kesatuan Bangsa Departement Dalam Negeri
* 2009: Singapore Corporate Programme Protocol Advance Training
 
=== Aktivitas ===
 
* Duta Sepeda Yogyakarta ''Sego Segawe''<ref>[http://jogjanews.com/calon-pengantin-kraton-yogyakarta-jadi-duta-sego-segawe Jogja News]</ref>