Mahmoed Joenoes: Perbedaan revisi

Tidak ada perubahan ukuran ,  5 tahun yang lalu
[[Berkas:COLLECTIE TROPENMUSEUM Moskee TMnr 10016675.jpg|thumb|right|243px|Potret ''[[surau]]'' di Minangkabau. Selain bermalam dan berinteraksi, anak-anak dan remaja laki-laki menghabiskan waktu mereka di surau untuk mempelajari ilmu-ilmu dasar keislaman seperti fiqih, tafsir, dan bahasa Arab.{{efn|Sistem pendidikan yang dipakai surau-surau yaitu terbuka, duduk bersila mengitari guru, tanpa kelas, diselenggarakan pagi sampai siang, siang sampai sore, atau malam setelah Maghrib sampai waktu tidur tiba.}}]]
 
Pada tahun 1917, ketika Muhammad Thaib Umar jatuh sakit, Yunus ditunjuk memimpin Madras School. Ketika berlangsung rapat besar [[ulama Minangkabau|ulama Minangkabau]] pada tahun 1919 di [[Surau Jembatan Besi]], [[Padang Panjang]], ia hadir mewakili Muhammad Thaib Umar.{{sfn|Riwayat Hidup...|tt|pp=19}} Rapat ini meresmikan berdirinya [[Persatuan Guru Agama Islam]] (PGAI), perkumpulan ulama yang bergerak di bidang pendidikan.{{efn|PGAI didirikan pada tahun 1918 dan mendapat pengesahan dari penguasaotoritas Hindia-Belanda pada 7 Juli 1920.{{sfn|Yunus|1960|pp=82}}}} Yunus menjadi salah seorang anggota terawal PGAI sejak didirikan.{{sfn|Daya|1990|pp=84}} Pada akhir tahun 1919, Yunus bersama-sama guru Madras School mendirikan cabang perkumpulan pelajar Islam [[Sumatera Thawalib]] di Sungayang.{{sfn|Nata|1990|pp=58}} Ia menggerakkan kegiatan di bidang pendidikan melalui majalah Islam ''Al-Basyir''.{{sfn|Daya|1990|pp=137}} Majalah ini terbit perdana pada Februari 1920 di bawah asuhan Yunus.{{sfn|Abdullah|2009|pp=161}}{{sfn|Saydam|2009|pp=161}}
 
Sejak ia mengenal pemikiran [[Muhammad Abduh]] dan [[Rasyid Ridha]] lewat majalah ''[[Al-Manar]]'', muncul keinginan Yunus untuk belajar ke Mesir.{{sfn|Daya|1990|pp=28}} Meski sempat terjegal karena tidak memperoleh visa dari Inggris pada tahun 1920, ia akhirnya dapat berangkan lewat [[Penang]], [[Malaysia]] pada Maret 1923.{{sfn|Riwayat Hidup...|tt|pp=21}} Ia mengurus visa bersama mamaknya, Datuk Sinaro Sati di Padang dan biaya yang diperlukan selama perjalanan ditanggung oleh mamaknya.{{sfn|Ibrahim|2008|pp=8}}