Asyurbanipal: Perbedaan revisi

3 bita ditambahkan ,  4 tahun yang lalu
k
Bot: Penggantian teks otomatis (-ibukota +ibu kota)
(Berkas The_famous_library_of_king_Ashur_bani_pal_at_nineveh.jpg dibuang karena dihapus dari Commons oleh Green Giant)
k (Bot: Penggantian teks otomatis (-ibukota +ibu kota))
Meskipun populer di kalangan rakyatnya, Asyurbanipal dikenal sangat kejam terhadap musuh-musuhnya. Sejumlah ukiran menggambarkannya menempatkan rantai anjing menembus rahang seorang raja yang dikalahkannya dan membiarkannya hidup dalam kandang anjing.<ref>{{cite book|first=D.D.|last= Luckenbill|title= Ancient Records of Assyria and Babylonia II|page= 314}}</ref> Banyak lukisan dari periode ini menunjukkan kebrutalannya.
 
Asyurbanipal mewarisi dari ayahnya, Esarhadon, bukan hanya tahta tetapi juga peperangan yang terus menerus dengan [[Mesir kuno|Mesir]] dan [[Kerajaan Kush]]/[[Nubia]]. Esarhadon mengirimkan tentara melawan mereka pada tahun 667 SM yang mengalahkan raja Mesir asal Nubia, [[Taharqa]], dekat [[Memphis, Mesir|Memphis]], sementara Asyurbanipal tinggal di ibukotaibu kota Niniwe. Pada saat yang sama sejumlah raja-raja taklukan Mesir juga memberontak dan berhasil dikalahkan. Semua pemimpin yang kalah itu dikirim ke Niniwe, hanya [[Nekho I]], pangeran asli Mesir dari [[Sais]], meyakinkan orang Asyur akan kesetiaannya dan dikirimkan kembali sebagai Firaun Mesir dan raja boneka Asyur. Setelah kematian Taharqa pada tahun 664 SM keponakan laki-laki dan penggantinya [[Tantamani]] menyerang Mesir Hulu dan membuat [[Thebes, Mesir|Thebes]] ibukotanyaibu kotanya. Di Memphis ia mengalahkan pangeran-pangeran Mesir lain dan Nekho kemungkinan mati dalam perang. Asyurbanipal mengirimkan tentaranya dan berhasil lagi mengalahkan orang Kush dan Nubia. Tantamani dipukul mundur ke tanah asalnya di Nubia dan tinggal di sana. Orang Asyur menjarah kota Thebes dan mengambil banyak jarahan pulang ke negerinya. Kisah jatuhnya Thebes ini dicatat dalam [[Kitab Nahum]] di dalam [[Alkitab Ibrani]] atau bagian [[Perjanjian Lama]] di [[Alkitab]] [[Kristen]] di mana Thebes disebut dengan nama: ''Tebe'' (atau ''No-Amon, di mana [[Amun|Amon]] adalah dewa Mesir yang terutama disembah di kota itu), sebagai peringatan untuk Niniwe sendiri yang akan mengalami nasib buruk yang serupa:
:''Adakah engkau lebih baik dari Tebe, kota dewa [[Amun|Amon]], yang letaknya di [[sungai Nil]], dengan air sekelilingnya, yang tembok kotanya adalah laut, dan bentengnya adalah air? [[Etiopia]] adalah kekuatannya, juga [[Mesir kuno|Mesir]], dengan tidak terbatas; Put dan orang-orang Libia adalah pembantunya. Tetapi dia sendiripun terpaksa pergi ke dalam pembuangan, terpaksa masuk ke dalam tawanan. Bayi-bayinyapun diremukkan di ujung segala jalan; tentang semua orangnya yang dihormati dibuang undi, dan semua pembesarnya dibelenggu dengan rantai.''<ref>{{Alkitab|Nahum 3:8-10}}</ref>
 
Pada waktu pengangkatan kakak laki-lakinya sebagai raja Babel, Asyurbanipal mengirimkan sebuah patung dewa [[Marduk]] sebagai tanda itikad baik.<ref>{{cite book|first=G.|last= Frame|title= Babylonia 689-627|pages= 104}}</ref> Kekuasaan Shamsh-shuma-ukin terbatas. Ia memimpin ritual keagamaan Babilon tetapi proyek-proyek pembangunan resmi masih dilakukan oleh adik laki-lakinya. Selama tahun-tahun awal pemerintahannya [[Elam]] masih damai sebagaimana di bawah ayahnya. Asyurbanipal bahkan menulis bahwa ia mengirim jatah makanan selama musim kekeringan. Sekitar 664 SM situasi berubah, ketika [[Urtaku]], raja Elam mendadak menyerang Babel. Asyur menunda mengirim bantuan ke Babel, kemungkinan karena dua alasan: karena berita-berita yang menenangkan dari duta-duta orang Elam atau Asyurbanipal sedang tidak berada di tempat pada waktu itu. Orang Elam dipukul mundur oleh tentara Asyur, dan pada tahun yang sama Urtaku mangkat. Ia digantikan oleh [[Teumman]] ([[Tempti-Khumma-In-Shushinak]]) yang bukan ahli waris sah darinya, sehingga banyak pangeran Elam melarikan diri daripadanya dan pergi ke istana Asyurbanipal, termasuk putra sulung Urtaku, [[Humban-nikash]]. Pada tahun 658/657 SM kedua kekaisarqan bertempur kembali. Alasannya adalah provinsi pemberontak [[Gambulu]] pada tahun 664 bertindak melawan orang Asyur. Asyurbanipal akhirnya memutuskan untuk menghukumnya. Namun, Teumman memandang bahwa kekuasaannya terancam oleh para pangeran Elam di istana Asyur dan meminta agar mereka diekstradisi. Ketika tentara Asyur menyerang Elam terjadi suatu pertempuran di [[:en:Battle of Ulai|sungai Ulaya]].<ref>Nama ini menurut sumber-sumber Asyur; sungai ini sekarang diidentifikasi sebagai [[Karkheh]] atau [[Karun]].</ref>
 
Elam dikalahkan dalam pertempuran itu, dan menurut ukiran-ukiran Asyur, Teumman bunuh diri.<ref>{{cite book|last=Banipal|first= Cem|title=The War of Banipalian|pages= 31–52|publisher= Bilkentftp Press|location= Çankaya|year= 1986}}</ref> Asyurbanipal mengangkat [[Humban-nikash]] sebagai raja [[Madaktu]] sedangkan pangeran lain, [[Tammaritu]], sebagai raja kota [[Hidalu]]. Elam dianggap sebagai negeri taklukan baru bagi Asyur dan dibebani pembayaran upeti. Setelah persoalan dengan Elam selesai, orang Asyur akhirnya dapat menghukum Gumbulu dan merebut ibukotanyaibu kotanya. Kemudian tentara pemenang berbaris pulang membawa serta kepala Teumman. Di Niniwe, ketika para duta Elam melihat kepala itu, mereka kehilangan kontrol; yang satu mencabut janggutnya sendiri dan yang lain bunuh diri, tetapi itu tidak cukup. Sebagai penghinaan lebih lanjut, kepala raja Elam dipamerkan di pelabuhan Niniwe. Kematian dan kepala Teumman digambarkan berkali-kali dalam ukiran-ukiran di istana Asyurbanipal.<ref>{{cite book|first=G.|last= Frame|title= Babylonia 689-627 BC|pages=118–124}}</ref>
 
Nampaknya tumbuh perselisihan di antara dua saudara dan pada tahun 652 SM Babilon memberontak. Kali ini Babilon tidak sendirian – ia bersekutu dengan suku Kasdim Asiria, di bagian selatan, raja-raja "[[Gutium]]", [[Amurru]], dan [[Malluha]], bahkan termasuk Elam. Menurut suatu catatan Aram di kemudian hari pada "Papirus 63", [[Shamash-shum-ukin]] secara resmi menyatakan perang terhadap Asyurbanipal dalam suatu surat yang menyatakan bahwa adiknya itu hanya gubernur di Niniwe dan anak buahnya.<ref>Steiner and Ninms, RB 92 1985</ref> Lagi-lagi orang Asyur menunda responnya, kali ini karena tanda-tanda yang kurang menguntungkan. Tidak jelas bagaimana pemberontakan ini mempengaruhui jantung wilayah Asyur, tetapi sejumlah kekacauan di kota-kota menandakan bahwa ada sejumlah problem.<ref>{{cite book|first=G.|last= Frame|title= Babylonia 689-627 BC|pages=131–141}}</ref> Ketika Babel akhirnya diserang, orang Asyur terbukti lebih kuat. Perang saudara mencegah pemberian bantuan militer lebih jauh, dan pada tahun 648 SM [[Borsippa]] serta Babilon dikepung. Tanpa bantuan situasi menjadi tanpa harapan. Setelah dua tahun Shamash-shum-ukin binasa dalam istananya yang terbakar sesaat sebelum kota itu menyerah. Kali ini Babilon tidak dihancurkan seperti pada zaman [[Sanherib]], tetapi terjadi pembantaian besar-besaran atas para pemberontak, menurut catatan raja. Asyurbanipal tetap mengizinkan Babel dalam status semi-otonomi, tetapi lebih resmi dari sebelumnya. Raja yang kemudian, [[Kandalanu]] tidak meninggalkan inskripsi remis, kemungkinan karena fungsinya hanyalah ritual.<ref>{{cite book|first=J.|last= Oates|title= Babylon|year= 2003|page= 123}}</ref>