Astyages: Perbedaan revisi

1 bita ditambahkan ,  5 tahun yang lalu
k
Bot: Penggantian teks otomatis (-ibukota +ibu kota)
k (Robot: Perubahan kosmetika)
k (Bot: Penggantian teks otomatis (-ibukota +ibu kota))
Perkawinan Astyages dengan [[Aryenis]], saudara perempuan [[Croesus]], raja [[Lydia]], membuat hubungan yang erat antara kedua kerajaan pada saat Astyages naik tahta setelah kematian ayahnya pada tahun yang sama beberapa waktu kemudian. Putri mereka, Amytis (namanya sama dengan Amytis yang menikah dengan Nebukadnezar) menikah dengan Koresh Agung.
 
Pemerintahan Astyages ditandai dengan kestabilan dan pertumbuhan agama [[Zoroastrianisme]] di seluruh wilayah kekuasaannya, bersamaan dengan Croesus yang memiliki filsuf-filsuf barat yang tersohor ([[Thales]], [[Solon]], [[Aesop]], dan lain-lain), serta Nebukadnezar yang sibuk menjadikan ibukotanyaibu kotanya, Babylon, menjadi kota metropolitan terbesar yang pernah ada di dunia saat itu.
 
Setelah 32 tahun memerintah dengan stabil, Astyages kehilangan dukungan para bangsawannya dalam perang melawan cucunya, Koresh, seperti yang dicatat panjang dalam buku ''[[Cyropaedia]]'' karya [[Xenophon]], dan akibatnya muncul [[Kekaisaran Akhaemeniyah]], yang dianggap penerus wangsa [[Media (bangsa)|Media]].