Buka menu utama

Perubahan

39 bita ditambahkan ,  3 tahun yang lalu
Dengan bantuan Hagrid, Harry bersiap untuk menjalani tahun pertamanya di Hogwarts. Harry pun mulai menjelajahi dunia sihir, pembaca akan diperkenalkan pada berbagai lokasi utama yang digunakan di sepanjang seri. Harry bertemu dengan sebagian besar [[Harry Potter (karakter)|karakter utama]] dalam seri, termasuk dua tokoh yang kelak akan menjadi sahabat baiknya: [[Ron Weasley]], seorang penyihir yang berasal dari keluarga penyihir murni, kuno, namun miskin, dan [[Hermione Granger]], seorang penyihir cerdas yang berasal dari keluarga nonpenyihir atau Muggle.<ref name="hp-stories"/><ref>{{cite web|url=http://www.jkrowling.com/textonly/en/news_view.cfm?id=80|title=J K Rowling at the Edinburgh Book Festival|date=15 Agustus 2004|publisher=J.K. Rowling.com|accessdate=27 September 2008|archiveurl=http://web.archive.org/web/20080823121201/http://www.jkrowling.com/textonly/en/news_view.cfm?id=80 <!--Added by H3llBot-->|archivedate=23 Agustus 2008}}</ref> Di Hogwarts, Harry juga bertemu dengan guru ramuan [[Severus Snape]], yang menunjukkan kebencian dan ketidaksukaannya pada Harry. Plot buku pertama diakhiri dengan konfrontasi antara Harry dan Lord Voldemort untuk kedua kalinya; Voldemort berupaya untuk memperoleh kembali keabadian dengan cara mendapatkan kekuatan dari [[Objek sihir Harry Potter#Batu Bertuah|Batu Bertuah]], zat yang memberikannya kehidupan yang kekal, dan Harry beserta teman-temannya berusaha untuk menggagalkannya.<ref name="hp-stories" />
 
Seri dilanjutkan dengan ''[[Harry Potter dan Kamar Rahasia]]'', yang mengisahkan tentang tahun kedua Harry di Hogwarts. Harry dan teman-temannya menyelidiki misteri 50 tahun yang lalu terkait dengan peristiwa mencekam yang kembali terjadi di sekolah. Adik perempuan Ron, [[Ginny Weasley]], menjalani tahun pertamanya di Hogwarts, dan menemukan sebuah [[buku harian]] yang ternyata merupakan buku harian milik Voldemort saat ia masih bersekolah di Hogwarts. Ginny dikuasai oleh Voldemort melalui buku hariannya dan menuntunnya untuk membuka jalan ke "Kamar Rahasia", melepaskan monster kuno yang menyerang para siswa di Hogwarts. Novel ini menggali tentang sejarah Hogwarts dan legenda seputar Kamar Rahasia. Untuk pertama kalinya, Harry mengetahui bahwa prasangka rasial mengenai "darah murni" dan "darah kotor" juga ada dalam dunia sihir, dan bahwa saat Voldemort berkuasa, penyihir keturunan Muggle atau "berdarah campuran" sering dijadikan sasaran teror. Harry juga mengetahui bahwa ia bisa berbicara [[Sihir dalam Harry Potter #Parseltongue|Parseltongue]] (bahasa ular), pemilik kemampuan tersebut sangat jarang dan sering dikaitkan dengan [[Ilmu hitam]]. Novel ini berakhir setelah Harry menyelamatkan kehidupan Ginny dengan membunuh [[Basilisk]] dan menghancurkan buku harian tersihir yang menjadi sumber masalah.
 
Novel ketiga, ''[[Harry Potter dan Tawanan Azkaban]]'', mengisahkan tentang tahun ketiga Harry di Hogwarts. Ini adalah satu-satunya novel ''Harry Potter'' yang tidak menampilkan Voldemort dalam ceritanya. Sebaliknya, Harry mengetahui bahwa ia menjadi target [[Sirius Black]], seorang pembunuh yang melarikan diri dari penjara sihir, dan diyakini ikut terlibat dalam kematian orangtua Harry. Setelah Harry dilemahkan oleh [[dementor]]{{ndash}}makhluk sihir hitam yang memiliki kekuatan untuk melahap jiwa manusia{{ndash}}yang ditempatkan di Hogwarts untuk melindungi sekolah, Harry bertemu dengan [[Remus Lupin]], guru [[Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam]] yang kemudian terungkap bahwa ia merupakan [[manusia serigala]]. Lupin mengajarkan Harry langkah-langkah pertahanan tingkat atas terhadap sihir hitam, terutama dementor, yang umumnya belum dipelajari oleh siswa seusianya. Harry kemudian mengetahui bahwa Lupin dan Black dahulunya adalah sahabat ayahnya, dan Black dijebak oleh teman mereka yang lainnya, [[Peter Pettigrew]].<ref name="hp-plot-azkaban">{{cite news|url=http://www.nytimes.com/1999/09/05/books/rowling-azkaban.html?pagewanted=all|title=Harry Potter and the Prisoner of Azkaban|last=Maguire|first=Gregory|date=5 September 1999|newspaper=The New York Times|accessdate=28 September 2008}}</ref> Dalam novel ini, terungkap bahwa tidak satupun guru Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam yang bertahan lebih dari satu tahun ajaran, dan hal ini selanjutnya berulang dalam novel-novel berikutnya.