Buka menu utama

Perubahan

1 bita ditambahkan ,  3 tahun yang lalu
k
cosmetic changes, replaced: asal-usul → asal usul, pemukiman → permukiman
 
== Sejarah ==
Suku [[Banjar]] adalah salah satu suku bangsa terbesar yang mendiami wilayah [[Kalimantan Selatan]]. Namun, identitas warga asli [[Kalimantan Selatan]] masih menjadi perdebatan, sebab wilayah ini di tempati oleh bermacam-macam orang dari berbagai suku bangsa. Identitas ''Urang [[Banjar]]'' (orang [[Banjar]]) yang asli Melayu ataukah ''Urang Dayak'' (orang Dayak) menjadi tema perdebatan masyarakat mengenai asal- usul masyarakat [[Banjar]] (Yusuf Hidayat, dalam Jurnal Sosiologi Universitas Airlangga, 2006). Istilah Urang [[Banjar]] dimaksudkan untuk menyebut mayoritas penduduk yang mendiami sebagian besar daerah di Provinsi [[Kalimantan Selatan]], meskipun tidak semua warga [[Kalimantan Selatan]] beretnis [[Banjar]] asli. Dalam buku Urang [[Banjar]] dalam Sejarah, mencoba memberikan jalan tengah atas ketidak sepahaman yang terjadi antara orang Melayu dan orang Dayak tersebut.<ref name=" Usman "/> Masyarakat yang disebut sebagai Urang [[Banjar]] setidaknya terdiri dari etnis Melayu sebagai etnis yang dominan dan ditambah unsur orang-orang [[Suku Dayak]], termasuk Suku [[Dayak Maanyan]] .<ref name=" Usman ">Gazali Usman, 1989. Urang Banjar dalam sejarah. Banjarmasin: Lambung Mangkurat University Press</ref>
 
=== Suku [[Dayak Maanyan]], Pendiri Kerajaan Nan Sarunai ===
 
== Silsilah Raja-raja ==
Sejarah Kerajaan Nan Sarunai yang sangat panjang temyata tidak diimbangi dengan referensi data yang valid, termasuk informasi mengenai silsilah raja-rajanya. Dari berbagai sumber yang ditemukan, hanya sekelumit saja yang menyinggung nama orang-orang yang diperkirakan pernah menjadi kepala pemerintahan Kerajaan Nan Sarunai. Dari sekian banyak raja yang pemah memimpin Kerajaan Nan Sarunai yang ditemukan hanya dua orang raja saja yaitu Datu Sialing dan Datu Gamiluk Langit.<ref name=" Babe Kuden "/> Kedua orang ini diduga pernah berperan sebagai pemimpin [[Suku Dayak]] Manyaan sekaligus raja Kerajaan Nan Sarunai.<ref name=" Babe Kuden "/> Namun, belum diketahui apakah mereka berdua memerintah secara bersama-sama atau bergantian. Informasi yang paling jelas adalah bahwa Datu Sialing dan Datu Gamiluk Langit adalah dua orang yang memimpin sekelompok anggota masyarakat etnis Maanyan untuk mencari tempat pemukimanpermukiman baru yang lebih menjanjikan sebagai tempat penghidupan.<ref name=" Babe Kuden "/> Akhirnya, mereka mendirikan pusat pemerintahan Kerajaan Nan Sarunai di sebuah tempat yang bemama Lili Kumeah.<ref name=" Babe Kuden "/> Sementara itu, pada tahun [[1309]] M, terdapat seorang raja yang memimpin Kerajaan Nan Sarunai, bernama [[Raden Japutra Layar]] yang memerintah pada kurun 1309-1329 M.<ref name="Sutopo Ukip"/> Gelar raden yang disandang sang raja berasal dari Kerajaan [[Majapahit]], karena Japutra Layar sebelum menjadi Raja Nan Sarunai adalah seorang pedagang yang sering bergaul dengan para bangsawan dari [[Majapahit]].<ref name="Sutopo Ukip"/>
 
[[Raden Japutra Layar]] adalah raja pertama Kerajaan Nan Sarunai.<ref name="Sutopo Ukip"/> Didasarkan pada pola, sistem, dan struktur pemerintahan Kerajaan Nan Sarunai yang sudah menjadi jauh lebih baik dibandingkan masa-masa sebelumnya.<ref name="Sutopo Ukip"/> Seperti diketahui, Kerajaan Nan Sarunai adalah pemerintahan yang dikelola oleh orang-orang Suku [[Dayak Maanyan]] dan diduga sudah eksis pada kisaran waktu antara [[242]] hingga [[226]] Sebelum Masehi sehingga diperkirakan sistem pemerintahannya, termasuk dalam hal kepemimpinan, belum terorganisir dengan baik.<ref name="Sutopo Ukip"/> Penerus [[Raden Japutra Layar]] sebagai pemimpin Kerajaan Nan Sarunai adalah [[Raden Neno]] ([[1329]]-[[1349]]) dan kemudian [[Raden Anyan]] ([[1349]]-[[1355]]).<ref name="Sutopo Ukip"/> [[Raden Anyan]], bergelar [[Datu Tatuyan Wulau Miharaja Papangkat Amas]], adalah raja terakhir Kerajaan Nan Sarunai sebelum riwayat kerajaan ini tamat akibat serangan dari Kerajaan [[Majapahit]].<ref name="Sutopo Ukip"/>
110.443

suntingan