Susukan, Cirebon: Perbedaan revisi

118 bita ditambahkan ,  5 tahun yang lalu
Perbaikan
k (→‎Kelurahan/desa: perbaikan isi templat)
(Perbaikan)
{{kecamatan
<nowiki>https://www.facebook.com/groups/susukanudang/</nowiki>
|nama=Susukan
|dati2=Kabupaten
|nama dati2=Cirebon
|luas=- km&sup2;
|penduduk=-
|kelurahan=12
|nama camat=-
|kepadatan=- jiwa/km&sup2;
|provinsi=Jawa Barat
}}
 
'''Susukan''' adalah sebuah [[kecamatan]] di [[Kabupaten Cirebon]], [[Provinsi]] [[Jawa Barat]], [[Indonesia]].
 
== Sejarah ==
SEJARAH SUSUKAN
 
Asal mula Desa Susukan itu adalah di blok Reca yang sekarang tanahnya sudah menjadi pesawahan. Karena mengikuti jejak Ki Gersik yang pada waktu itu menjadi guru agama Islam maka berpindah tempat disuatu blok yaitu blok Wana Iman yang sekarang disebut blok Pamijen.
Adapun Ki Gresik nama aslinya ialah Kiyai Hasan Madari dan dapat julukan dari Cirebon yaitu PANGERAN SELINGSINGAN (asal dari Gresik Surabaya) dan jejaknya dikuburkan dipekuburan Wana Iman.
Maka oleh karena itu Ki Pati Sumijang mendengar peristiwa tersebut kemudia melapor ke Cirebon bahwa Ki Pati Suro berbohong dan ketika itu juga mendapat julukan Ki Pati Rusuh.
Kemudian diadakan perang tanding antara Ki Pati Sumijang dengan Ki Pati Suro bertempat di saluran air perbatasan antara desa Susukan dengan desa Tegalgubug, sehingga terjadi perkelahian yang maha dasyat.
Pada waktu itu Ki Pati Sumijang dapat menguasai peperangan tersebut sehingga Ki Pati Suro dapat terpukul mundur dan lari terpontang panting sampai kakinya terinjak binatang kiong sehingga tumitnya bengkak. Dari sini muncul kepercayaan bahwa tanda atau ciri-ciri khusus orang Tegalgubug yang asli itu pasti tumitnya besar.
Nah….. jadu untuk tanda atau ciri-ciri yang husus, bahwa orang Tegalgubug yang asli itu pasti tumitnya besar.
Adapun kramat Ki Gresik setelah wafat, terjadi di mana waktu perang berandal di desa Kedongdong yang diketuai oleh Ki Bagus serit melawan kompeni tentara Belanda, ketika ada orang Susukan yang bernama Ki Remang yang mengetahui keadaan di Kedongdong yang terjebak bertemu dengan Tuan Jonas lantas terkena pukulan dibagian kepalanya. Oleh karena itu Ki Remang lari pulang dan masuk ke pemakaman Ki Gresik sambil menahan rasa sakitnya, tetapi apa hendak dikata oleh karena sakitnya itu agak berat maka Ki Remang tersebut tak tahan lagi menahanya dan ahirnya ia meninggal juga di pemakaman Ki Gresik.
Tuan Jonas tidak sanggup meneruskan pencegatan di sebabkan karena takut melihat ular besar di pemakaman Ki Gresik, sehingga Tuan Jonas kembali lagi ke tempat asalnya.
 
 
== Kelurahan/desa ==
{{col-css3-end}}
 
== Referensi ==
{{Kabupaten Cirebon}}
 
{{kecamatan-stubreflist}}
 
{{Kabupaten Cirebon}}